Berita

IPMADO Nabire Desak Aparat Usut Tuntas Kasus Penembakan di Dogiyai

NABIRE, TOMEI.ID | Ikatan Pelajar Mahasiswa Dogiyai (IPMADO) Kota Studi Nabire, menyampaikan pernyataan sikap terkait situasi keamanan di Kabupaten Dogiyai yang dinilai semakin memprihatinkan akibat sejumlah kasus penembakan dalam beberapa waktu terakhir.

Pernyataan tersebut disampaikan mahasiswa IPMADO Nabire sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan masyarakat Dogiyai dalam kegiatan yang digelar di KPR Siriwi, Nabire, Sabtu (7/3/2026).

Mahasiswa menilai rangkaian peristiwa penembakan yang terjadi telah menimbulkan korban jiwa serta memicu rasa takut, trauma berkepanjangan, dan kekhawatiran serius di tengah masyarakat.

Salah satu peristiwa yang menjadi perhatian adalah penembakan terhadap Yohanes Yobee di wilayah Ikebo pada 3 Maret 2026. Selain itu, dua korban lainnya, yakni Kris Douw dan Keni Dumupa, juga disebut sebagai bagian dari rangkaian peristiwa kekerasan yang terjadi di wilayah Dogiyai.

Peristiwa tersebut menimbulkan duka mendalam bagi keluarga korban serta masyarakat setempat. IPMADO Nabire menilai kasus-kasus penembakan tersebut harus ditangani secara serius dan transparan oleh aparat penegak hukum agar keadilan bagi para korban dapat ditegakkan.

Dalam pernyataan sikapnya, mahasiswa IPMADO Nabire menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pihak terkait. Mahasiswa mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengadili serta mencopot pihak yang diduga terlibat dalam penembakan terhadap Yohanes Yobee, Kris Douw, dan Keni Dumupa.

Selain itu, mahasiswa juga meminta Polres Dogiyai di bawah kepemimpinan Mince Mayor segera mengungkap pelaku penembakan secara terbuka kepada publik serta menindak tegas pihak yang bertanggung jawab.

Mahasiswa IPMADO Nabire juga mendesak DPR dan DPRK Kabupaten Dogiyai untuk melakukan pengawasan serta mendorong pengusutan tuntas terhadap berbagai kasus penembakan yang terjadi di daerah tersebut.

Penanggung jawab pernyataan sikap, Marius Petege, menegaskan bahwa masyarakat Dogiyai berhak hidup dalam situasi yang aman dan damai.

Marius Petege mengatakan masyarakat Dogiyai saat ini membutuhkan kepastian hukum serta jaminan keamanan dari negara agar kehidupan sosial masyarakat dapat kembali berjalan normal.

“Masyarakat Dogiyai berhak hidup dengan rasa aman. Setiap peristiwa penembakan yang menimbulkan korban jiwa harus diusut secara serius agar keadilan bagi korban dan keluarga dapat ditegakkan,” kata Marius Petege dalam keterangan tertulis yang diterima tomei.id, (7/3/2026).

Marius Petege juga menegaskan bahwa penegakan hukum yang transparan sangat penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum di daerah tersebut.

Menurut Marius Petege, pengungkapan kasus secara terbuka akan memberikan kepastian kepada masyarakat serta mencegah terjadinya berbagai spekulasi yang dapat memperkeruh situasi keamanan.

“Tanah Dogiyai adalah rumah bagi masyarakat yang ingin hidup dengan aman dan damai. Karena itu, setiap nyawa yang hilang harus mendapat perhatian serius serta penyelesaian hukum yang adil,” ujar Marius.

IPMADO Nabire berharap seluruh pihak terkait segera mengambil langkah konkret agar peristiwa serupa tidak terus berulang di masa mendatang. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Mahasiswa Tolikara di Manokwari Desak Realisasi Asrama, Pemkab Janji Tuntaskan Kontrakan dan Evaluasi SIMARA

MANOKWARI, TOMEI.ID | Mahasiswa Kabupaten Tolikara yang tergabung dalam Koordinator Wilayah (Korwil) Manokwari menyampaikan apresiasi…

1 hari ago

Pemkab Tolikara Serap Aspirasi Mahasiswa di Manokwari, Asrama dan Bantuan Pendidikan Jadi Sorotan

MANOKWARI, TOMEI.ID | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tolikara menyerap aspirasi mahasiswa asal Tolikara yang sedang menempuh…

1 hari ago

Ketua KNPI Papua Pegunungan Tegur OPD dan SKPD, Larang Praktik “Jual Nama” Gubernur

WAMENA, TOMEI.ID | Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Papua Pegunungan, Calvin Penggu,…

1 hari ago

UNIPA Buka Pembayaran SPP dan Pengisian KRS Semester Gasal 2026/2027, Mahasiswa Diimbau Tepat Waktu

MANOKWARI, TOMEI.ID | Universitas Papua (UNIPA) resmi membuka tahapan pembayaran Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) dan…

1 hari ago

Gubernur Meki Nawipa Luncurkan Program BANGKIT, Fokus Bangun Generasi Papua Tengah yang Sehat, Cerdas, dan Terlindungi

NABIRE, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, resmi meluncurkan Program Bangun Generasi dan Keluarga…

1 hari ago

HUT Ke-4 Papua Tengah Resmi Dimulai, Meki Nawipa: Momentum Perkuat Persatuan dan Gerakkan Ekonomi Rakyat

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah resmi memulai rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun…

2 hari ago