Berita

IPMMO Jawa Timur–Bali Dukung Aksi GPMR-Intan Jaya, Josia Sani: Darurat Militer Perparah Krisis Kemanusiaan

MALANG, TOMEI.ID | Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Moni (IPMMO) Koordinator Wilayah Jawa Timur–Bali menyatakan dukungan penuh terhadap Aksi Gerakan Pelajar, Mahasiswa, dan Rakyat Intan Jaya (GPMR-IJ) yang menuntut penghentian darurat militer serta penanganan serius terhadap krisis kemanusiaan di Kabupaten Intan Jaya, Provinsi Papua Tengah.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam rilis resmi IPMMO di Malang, Selasa (13/1/2026), sebagai respons atas konflik bersenjata yang terus berlangsung sejak 2019 hingga awal 2026 antara aparat keamanan negara dan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB).

Koordinator IPMMO Jawa Timur–Bali, Josia Sani, menegaskan bahwa situasi keamanan di Intan Jaya telah melampaui batas kemanusiaan dan berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat sipil.

“Militerisasi wilayah sipil telah menjadikan kampung, sekolah, kebun, dan fasilitas publik sebagai zona tidak aman. Dalam kondisi seperti ini, rakyat kehilangan ruang hidup yang layak dan bermartabat,” ujar Josia Sani dalam keterangan pers yang diterima tomei, Rabu (14/1/2026).

Menurutnya, konflik berkepanjangan telah melumpuhkan hampir seluruh sendi kehidupan masyarakat, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga ekonomi rakyat. IPMMO mencatat sekitar 60 ribu warga Intan Jaya dan Puncak Jaya terpaksa mengungsi ke wilayah yang lebih aman seperti Timika dan Nabire, tanpa kepastian kapan dapat kembali ke kampung halaman.

“Kami melihat pengungsian massal ini sebagai tragedi kemanusiaan. Perempuan, anak-anak, dan lansia hidup dalam trauma, kekurangan pangan, dan keterbatasan akses layanan dasar,” katanya.

IPMMO juga mencatat dampak konflik sangat serius terhadap sektor pendidikan dan kesehatan. Dari 59 sekolah di Intan Jaya, 52 sekolah dilaporkan lumpuh total, sementara enam puskesmas dan fasilitas kesehatan tidak lagi berfungsi karena situasi keamanan yang tidak memungkinkan guru dan tenaga medis menjalankan tugas.

“Kehadiran aparat bersenjata dan operasi keamanan membuat tenaga pendidik dan tenaga kesehatan bekerja dalam tekanan dan ketakutan. Ini berdampak langsung pada meningkatnya angka putus sekolah, sakit, dan kematian warga,” tegas Josia.

Josia Sani menilai pendekatan keamanan yang selama ini ditempuh negara gagal menyentuh akar persoalan konflik dan justru memperlebar jarak antara negara dan masyarakat Papua.

“Yang dibutuhkan rakyat Intan Jaya adalah dialog, pemulihan, dan keadilan, bukan penambahan pasukan dan senjata,” ujarnya.

Sebagai bentuk sikap politik dan kemanusiaan, IPMMO Jawa Timur–Bali bersama GPMR-Intan Jaya mendesak Pemerintah Kabupaten Intan Jaya untuk segera memulihkan fungsi pemerintahan melalui penguatan suprastruktur dan infrastruktur daerah, sekaligus meminta Komnas HAM RI mengusut tuntas kasus penembakan warga sipil di Sugapa.

IPMMO juga menuntut agar seluruh warga yang mengungsi dapat segera dipulangkan ke kampung halaman masing-masing secara aman, bermartabat, dan berkelanjutan.

Selain itu, IPMMO dan GPMR-IJ mendesak Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, agar menarik 32 pos militer dari wilayah Intan Jaya, mendorong pemerintah daerah untuk menggerakkan pembangunan ekonomi berbasis rakyat, serta segera mengaktifkan kembali 42 sekolah yang lumpuh selama enam tahun terakhir akibat konflik bersenjata.

Josia menegaskan, sikap IPMMO tersebut merupakan bentuk tanggung jawab moral pelajar dan mahasiswa Moni terhadap penderitaan rakyat di tanah kelahiran mereka.

“Krisis kemanusiaan di Intan Jaya tidak boleh terus dibiarkan. Negara harus hadir dengan pendekatan kemanusiaan dan keadilan, bukan semata-mata kekuatan bersenjata,” pungkasnya. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Posko Peduli Kemanusiaan NTT di UNIPA Tutup Donasi Uang, Pakaian dan Obat Masih Dibuka

MANOKWARI, TOMEI.ID PAPUA BARAT | Posko Peduli Kemanusiaan untuk korban bencana di Nusa Tenggara Timur…

8 menit ago

Pasar Sentral Bintuni Jadi Ruang Warga Kembangkan Usaha Kuliner

TELUK BINTUNI, TOMEI.ID | Aktivitas perdagangan di Pasar Sentral Bintuni tidak hanya menjadi ruang transaksi…

15 menit ago

HUT ke-78 Polwan, Gubernur Papua Barat Apresiasi Pengabdian Polisi Wanita

MANOKWARI, TOMEI.ID | Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan menyampaikan apresiasi kepada seluruh Polisi Wanita (Polwan)…

20 menit ago

BERITA FOTO: EPPD Papua Tengah Didorong Jadi Peta Jalan Perbaikan Pemerintahan

NABIRE, TOMEI.ID | Staf Ahli III Gubernur Papua Tengah Bidang Pemerintahan, Politik, dan Hukum, Marthen…

25 menit ago

Pdt. Yulianus Anouw Dorong Pemuda Kingmi Efata Teguh dalam Iman di Tengah Tantangan Zaman

NABIRE, TOMEI.ID | Pemuda dan pemudi Jemaat Kingmi Efata, Klasis Nabire Koordinator Teluk Cenderawasih, didorong…

1 hari ago

EPPD Papua Tengah Tak Boleh Berhenti di Dokumen, Marthen Ukago: Evaluasi Harus Jadi Peta Jalan Perbaikan

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah, menegaskan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD) berdasarkan…

1 hari ago