Berita

Jayawijaya Gas Kopi Lokal, Bupati Tegas Tolak Bibit dari Luar

WAMENA, TOMEI.ID | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya mulai mengakselerasi pengembangan kopi lokal dengan menegaskan kebijakan strategis: menolak penggunaan bibit dari luar daerah dan fokus pada penguatan varietas unggulan lokal sebagai fondasi ekonomi masyarakat.

Langkah ini ditandai dengan peluncuran program penanaman kopi berbasis bibit lokal yang diproyeksikan tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga membuka peluang pengembangan sektor wisata berbasis perkebunan di Papua Pegunungan.

Program tersebut diluncurkan langsung oleh Bupati Jayawijaya, Athenius Murip, di Distrik Bolakme, Kampung Lani Timur, Jumat (20/3/2026), melalui penanaman simbolis di lahan seluas satu hektare bersama jajaran pemerintah daerah dan masyarakat setempat.

Dalam arahannya, Murip menegaskan pentingnya menjaga keaslian dan kualitas kopi Jayawijaya dengan menolak penggunaan bibit dari luar wilayah, demi melindungi identitas dan kedaulatan komoditas lokal.

“Jangan bawa bibit dari luar, gunakan bibit lokal dan kembangkan kebunnya,” tegasnya.

Murip menekankan bahwa pengembangan kopi tidak hanya soal peningkatan produksi, tetapi juga menjaga identitas komoditas lokal agar memiliki nilai tambah dan daya saing yang berkelanjutan, serta memperkuat posisi pasar kopi daerah.

Pemerintah daerah juga mengarahkan program ini sebagai strategi ganda, yakni mendorong peningkatan produktivitas sekaligus membangun daya tarik wisata berbasis kopi yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat.

Murip berharap petani dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi sehingga kopi lokal dapat berkembang menjadi komoditas unggulan sekaligus ikon daerah.

“Kami ingin kopi menjadi daya tarik wisata dan memberi dampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Dukungan terhadap program ini datang dari Asosiasi Petani Kopi Jayawijaya yang menilai langkah pemerintah sebagai bentuk keseriusan dalam membangun ekonomi berbasis potensi lokal.

Pada kesempatan itu, Ketua asosiasi, Kelion Yikwa, menyatakan pihaknya mendukung penuh kebijakan tersebut karena dinilai mampu menjadi penggerak ekonomi riil di tingkat masyarakat, serta mempercepat kesejahteraan petani secara nyata.

“Kami mendukung 100 persen visi bupati. Ini langkah nyata membangkitkan ekonomi masyarakat melalui kopi,” katanya.

Namun di balik dukungan tersebut, kritik juga diarahkan kepada pemerintah provinsi (Pemprov) yang dinilai belum maksimal melihat potensi kopi sebagai sumber pendapatan daerah.

“Kepala dinas di provinsi harus buka mata. Jangan hanya bicara di media, tapi turun langsung ke lapangan,” tegasnya.

Ia juga mendorong adanya kolaborasi lintas dinas agar program bantuan dan stimulus benar-benar tepat sasaran dan dapat dirasakan langsung oleh petani.

Asosiasi petani menargetkan hasil nyata dalam dua hingga tiga tahun ke depan, dengan harapan panen bersama pemerintah dapat menjadi simbol keberhasilan program pengembangan kopi lokal di Jayawijaya.

Namun, tantangan terbesar terletak pada konsistensi implementasi di lapangan. Pendampingan berkelanjutan, distribusi bantuan yang tepat, serta sinergi antarlevel pemerintahan menjadi kunci agar program ini tidak berhenti pada seremoni semata.

Di tengah optimisme yang menguat, publik kini menanti apakah pengembangan kopi ini benar-benar berkelanjutan dan berdampak nyata, atau kembali menjadi program jangka pendek tanpa hasil signifikan bagi petani lokal. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Fransina Daby Salurkan 17 Ekor Bibit Babi dan Bantuan Pangan untuk Papua Worship Kids di Wamena

WAMENA, TOMEI.ID | Anggota DPR Papua Pegunungan dari Fraksi Demokrat, Fransina Daby, menyalurkan 17 ekor…

3 menit ago

DPW PKB Papua Pegunungan Salurkan 50 Sak Semen untuk Pembangunan Gereja di Balim Tengah

WAMENA, TOMEI.ID | Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Papua Pegunungan merealisasikan program…

7 menit ago

Yeki Tobai: Musdalub Perbasi Harus Hasilkan Program Terukur dan Atlet Berprestasi

NABIRE, TOMEI.ID | Sekretaris Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Papua Tengah, Yeki Tobai,…

20 menit ago

Vivian Gobai Usung Empat Misi Bangun Fondasi Basket Papua Tengah

NABIRE, TOMEI.ID | Ketua Umum Perbasi Papua Tengah periode 2026–2030, Vivian Gobai, menetapkan visi dan…

30 menit ago

FMPP Tuding Polisi Bubarkan Paksa Diskusi Publik di Wamena, Tiga Mahasiswa Sempat Diamankan

WAMENA, TOMEI.ID | Forum Mahasiswa Papua Pegunungan (FMPP) menuding aparat Kepolisian Resor (Polres) Jayawijaya membubarkan…

4 jam ago

Sah! Vivian Gobai Resmi Pimpin PERBASI Papua Tengah Periode 2026–2030

NABIRE, TOMEI.ID | Vivian Gobai resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Persatuan Bola Basket…

5 jam ago