Berita

Jembatan Perintis Garuda Dibangun, Akses Warga Waroki Akhirnya Dibuka

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nabire resmi memulai pembangunan Jembatan Perintis Garuda Aramco/Beton Tahun Anggaran 2026 melalui kegiatan peletakan batu pertama (ground breaking) di Kampung Waroki, Rabu (8/4/2026).

Pembangunan jembatan ini menjadi langkah konkret dalam membuka keterisolasian wilayah sekaligus memperkuat konektivitas antar kampung di Kabupaten Nabire yang selama ini masih terbatas.

Sambutan Bupati Nabire yang dibacakan oleh Wakil Bupati, Burhanuddin Pawennari, menegaskan bahwa proyek tersebut memiliki nilai strategis bagi percepatan pembangunan daerah.

“Pembangunan jembatan ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan konektivitas antar wilayah, memperlancar mobilitas masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.

Pemkab Nabire juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI, khususnya Kodam XVII/Cenderawasih, atas inisiatif dan kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan infrastruktur di wilayah Nabire.

Pembangunan Jembatan Perintis Garuda merupakan tindak lanjut dari Surat Telegram Pangdam XVII/Cenderawasih sebagai upaya membuka akses transportasi bagi masyarakat, khususnya di Kampung Waroki.

Sementara itu, Komandan Kodim 1705/Nabire, Letkol Arh Dwi Palwanto Tirtamentari, menjelaskan bahwa pelaksanaan pembangunan ini telah melalui tahap perencanaan dan kesiapan yang matang.

Menurutnya, kegiatan tersebut mengacu pada Surat Telegram Pangdam XVII/Cenderawasih Nomor ST/64/2026 tertanggal 8 Januari 2026 tentang perintah pelaksanaan pembangunan jembatan sebagai akses ke satuan serta sarana publik di wilayah masing-masing.

“Pembangunan ini tidak hanya sebagai akses militer, tetapi juga untuk kepentingan masyarakat luas,” jelasnya.

Pelaksanaan pembangunan dijadwalkan berlangsung mulai 8 April hingga 11 Mei 2026, dengan lokasi di Kampung Waroki, Distrik Nabire Barat, serta Kampung Kimi, Distrik Teluk Kimi.

Sebanyak 98 personel tergabung dalam Satgas Jembatan Perintis Garuda, terdiri dari unsur Kodim 1705/Nabire, Brigif 82/WKB, Yonif TP 804/DBY, Denzipang 2/XVII Nabire, Zipur 12/OHH, serta dukungan masyarakat setempat.

Selain pembangunan fisik empat titik jembatan, kegiatan ini juga mencakup program nonfisik berupa pembagian sembako kepada masyarakat sebagai bagian dari pendekatan teritorial.

Dalam tahap awal, pembangunan direncanakan berlangsung selama 35 hari, terhitung sejak 7 April hingga 10 Mei 2026. Sebelumnya, pada 1 April 2026, Dandim 1705/Nabire telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi sasaran di Kampung Beringin Waroki dan Kampung Kimi.

Meski demikian, tantangan berupa tingginya intensitas curah hujan berpotensi menjadi kendala dalam proses pembangunan di lapangan.

Secara keseluruhan, Dandim memastikan seluruh persiapan telah dilakukan dan pembangunan Jembatan Perintis Garuda Tahun 2026 siap dilaksanakan sesuai rencana.

Pembangunan ini diharapkan tidak hanya membuka akses fisik, tetapi juga menjadi penggerak aktivitas ekonomi serta mempercepat pemerataan pembangunan di wilayah Nabire, khususnya bagi masyarakat yang selama ini berada dalam keterbatasan akses. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

DPR Papua Tengah dan Kapolda Bahas Regulasi Khusus Kepolisian, Dorong Afirmasi OAP dan Pemolisian Berbasis Adat

NABIRE, TOMEI.ID | DPR Papua Tengah bertemu Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Jermias Rontini di…

8 jam ago

Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Polda Papua Tengah Gelar Bhakti Religi Lintas Agama di Nabire

NABIRE, TOMEI.ID | Polda Papua Tengah menggelar Bhakti Religi secara serentak di sejumlah rumah ibadah…

8 jam ago

Mahasiswa Yahukimo Kritik Dukungan Ketua DPRD terhadap Pembangunan Pos Militer

DEKAI, TOMEI.ID | Mahasiswa Yahukimo menyampaikan penolakan terhadap dukungan Ketua DPRD Kabupaten Yahukimo, Son Pahabol,…

8 jam ago

Temu Akbar Mahasiswa dan Korban PSN di Papua, Desak Perlindungan Hak Masyarakat Adat

JAYAPURA, TOMEI.ID | Solidaritas Mahasiswa Papua (SOMAP) menggelar seminar bertajuk “Konsolidasi dan Temu Akbar Bersama Korban…

9 jam ago

Berkat Dukungan FI, 40 Mama-Mama Kamoro Ikuti Pelatihan Olahan Pangan Lokal Dorong Kemandirian Ekonomi Keluarga

TIMIKA, TOMEI.ID | Sebanyak 40 mama-mama Kamoro dari delapan kampung pesisir di Kabupaten Mimika, Papua…

9 jam ago

KOMPASS Desak Investigasi Independen atas Dugaan Korban Sipil di Agisiga, Intan Jaya

SUMUT, TOMEI.ID | Komunitas Mahasiswa Papua Se-Sumatera (KOMPASS) mendesak pemerintah dan lembaga terkait untuk segera…

9 jam ago