Berita

Jembatan Putus Saat Perang Suku di Wamena, 9 Warga Tewas Tenggelam di Kali Wouma

WAMENA, TOMEI.ID | Tragedi kemanusiaan mengguncang Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, setelah sedikitnya sembilan warga dilaporkan meninggal dunia akibat tenggelam di Kali Uwe, Distrik Wouma, saat berusaha menyelamatkan diri dari konflik perang suku antara kelompok Lani dan Kurima.

Peristiwa memilukan itu terjadi ketika warga panik melarikan diri dari lokasi bentrokan. Namun nahas, jembatan gantung yang mereka lintasi dilaporkan putus sehingga puluhan orang jatuh dan terseret derasnya arus sungai.

Data sementara yang dihimpun hingga hari ketiga pencarian, Sabtu (9/5/2026), menyebut sekitar 30 warga sempat tenggelam dalam insiden tersebut. Seluruh korban yang dilaporkan hanyut diketahui berasal dari kelompok masyarakat suku Lani.

Tragedi tersebut langsung memicu duka mendalam di tengah masyarakat Wamena karena korban bukan hanya orang dewasa, tetapi juga anak-anak dan bayi yang ikut terseret arus sungai saat situasi konflik berlangsung.
Tim gabungan dari Polres Jayawijaya bersama Basarnas Jayawijaya terus melakukan pencarian dan evakuasi korban di sepanjang aliran Sungai Wouma.

Pada hari pertama pencarian, Kamis (7/5/2026), tim menemukan enam korban meninggal dunia. Tiga korban langsung menjalani prosesi adat bakar jenazah oleh pihak keluarga di lokasi kejadian, sementara tiga korban lainnya dievakuasi menuju RSUD Wamena untuk proses identifikasi lebih lanjut.

Pencarian kemudian dilanjutkan pada Jumat (8/5/2026). Dalam operasi tersebut, tim kembali menemukan tiga korban meninggal dunia yang kemudian dibawa ke RSUD Wamena. Sedangkan pada hari ketiga pencarian, Sabtu (9/5/2026), tim belum menemukan tambahan korban.

Operasi penyisiran dilakukan sejak pagi hari dengan menyusuri aliran sungai dari wilayah hulu hingga hilir. Tim pencarian melibatkan personel Sat Binmas Polres Jayawijaya dan lima anggota Basarnas yang terus bekerja di tengah kondisi medan yang cukup berat.

Kasat Binmas Polres Jayawijaya, Zabur Esomar, mengatakan proses pencarian dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab kemanusiaan aparat keamanan bersama Basarnas terhadap warga yang menjadi korban musibah.

“Kegiatan pencarian ini kami lakukan sebagai wujud tanggung jawab dan kepedulian Polri bersama Basarnas untuk membantu masyarakat yang sedang berduka,” ujar Zabur Esomar.

Dalam proses pencarian, tim evakuasi menemukan korban di beberapa titik berbeda di sepanjang aliran sungai. Korban terdiri dari laki-laki dewasa, perempuan, anak-anak, hingga seorang bayi yang ikut hanyut saat kepanikan terjadi.

Konflik perang suku yang memicu tragedi tersebut dilaporkan sempat membuat situasi keamanan di Distrik Wouma memanas. Sejumlah warga memilih mengungsi ke tempat yang dianggap lebih aman guna menghindari bentrokan susulan.

Peristiwa ini kembali menambah daftar panjang konflik sosial di wilayah Papua Pegunungan yang berujung jatuhnya korban jiwa. Masyarakat berharap pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh gereja, dan aparat keamanan segera mengambil langkah damai agar konflik antarsuku tidak terus memakan korban sipil.

Warga juga mendesak adanya perhatian serius terhadap kondisi jembatan dan infrastruktur penghubung di wilayah pedalaman Papua Pegunungan. Selain menjadi akses utama masyarakat, kondisi infrastruktur yang tidak memadai dinilai memperbesar risiko jatuhnya korban saat situasi darurat terjadi.

Hingga Sabtu malam, aparat keamanan dan tim pencarian masih bersiaga di sekitar lokasi kejadian untuk melanjutkan proses pencarian korban yang belum ditemukan serta menjaga situasi keamanan tetap kondusif. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

LMS 2026 Resmi Ditutup, Pemred Suara.com Dorong Terapkan Materi untuk Kemajuan Media Lokal

JAKARTA, TOMEI.ID | Local Media Summit 2026 yang digagas Suara.com resmi ditutup oleh Pemimpin Redaksi…

2 jam ago

IUP Tambang PT Kristalin Resmi Dicabut, PT Antam Disiapkan Kelola Tambang Nabire

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah resmi mencabut Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Kristalin Eka Lestari di…

13 jam ago

Bakom RI Soroti Media Kejar Viralitas, Bagaimana Nasib Kepercayaan Publik?

JAKARTA, TOMEI.ID | Di tengah persaingan media digital yang semakin cepat, mengejar viralitas tidak cukup…

1 hari ago

Bupati Yudas Tebai Dorong Manajemen Talenta ASN Dogiyai, Karier Birokrasi Harus Objektif dan Transparan

JAKARTA, TOMEI.ID | Bupati Dogiyai, Yudas Tebai, mendorong penerapan manajemen talenta Aparatur Sipil Negara (ASN)…

1 hari ago

IFRC 2026 Digelar di Mimika, 17 Tim Rescue Uji Kesiapsiagaan Darurat

TIMIKA, TOMEI.ID | Sebanyak 17 tim dari 16 perusahaan pertambangan dan energi di Indonesia akan…

1 hari ago

IA-ITB Dorong Investasi Mineral dan Migas, SDM Lokal Papua Jadi Prioritas

JAKARTA, TOMEI.ID | Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA-ITB) Pengurus Daerah Papua dan Papua Barat…

1 hari ago