Berita

Kadin Papua Tengah Petakan Potensi Investasi Daerah, Luncurkan Koperasi Honai untuk UMKM OAP

NABIRE, TOMEI.ID | Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Papua Tengah mengambil langkah strategis untuk memperkuat fondasi ekonomi daerah melalui peluncuran Buku Potensi Ekonomi Papua Tengah dan Koperasi Induk Honai Papua Tengah. Inisiatif tersebut diharapkan menjadi instrumen penting dalam menarik investasi, memperkuat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta mendorong Orang Asli Papua (OAP) menjadi pelaku utama pembangunan ekonomi di wilayah Papua Tengah.

Peluncuran yang dirangkaikan dengan Seminar Potensi Ekonomi Papua Tengah, presentasi hasil kajian ilmiah, dan penetapan Buku Potensi Ekonomi Daerah Provinsi Papua Tengah itu berlangsung di Aula RRI Nabire, Selasa (9/6/2026).

Kegiatan dihadiri Asisten III Bidang Administrasi Umum Viktor Fun mewakili Gubernur Papua Tengah, unsur Forkopimda, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kapolda Papua Tengah, Danrem Papua Tengah, pengurus Kadin delapan kabupaten, investor, serta perwakilan Kadin Pusat.

BACA JUGA: Pemprov Papua Tengah Perkuat Pertahanan Siber, Aparatur Diminta Jadi Garda Terdepan Lindungi Data Pemerintah

Ketua Kadin Papua Tengah, Alexander Gobai, menegaskan bahwa pembangunan ekonomi Papua Tengah harus memberikan ruang yang lebih besar bagi masyarakat asli untuk mengelola dan menikmati hasil pembangunan di daerahnya sendiri.

“Provinsi Papua Tengah harus menjadi tuan di negeri sendiri. Dan ini kita sudah mulai. Tinggal Nabire dan Puncak Jaya lagi kita atur supaya nanti orang asli lagi. Jadi lengkap 100 persen Orang Asli Papua. Nanti dibawahnya sesuaikan,” ujar Alexander Gobai.

Menurutnya, penyusunan Buku Potensi Ekonomi Papua Tengah merupakan hasil kajian yang dilakukan secara bertahap sejak awal tahun dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Dokumen tersebut disusun sebagai pedoman pembangunan ekonomi sekaligus referensi bagi investor yang ingin menanamkan modal di Papua Tengah.

BACA JUGA: Hadapi Ancaman Siber, Pemprov Papua Tengah Perkuat Kapasitas Aparatur melalui Bimtek Keamanan Siber

“Bagaimana kita sudah bicara di bulan Januari lalu dalam acara Talkshow, tim 11 telah dipresentasikan hasil kajian mereka kemudian ada beberapa masukan-masukan beberapa pihak kemudian tim 11 mulai rancang lagi, turun lagi di beberapa dinas jadi asistensi ini kemudian dirangkum menjadi satu buku pedoman penting,” jelasnya.

Alexander mengatakan, selama ini berbagai potensi unggulan Papua Tengah sering disampaikan secara lisan tanpa didukung data yang terintegrasi. Melalui buku tersebut, potensi sektor unggulan di setiap kabupaten dipetakan secara sistematis sehingga memberikan kepastian dan keyakinan bagi investor dalam melihat peluang usaha di Papua Tengah.

“Bagaimana kita melihat Papua Tengah dia punya potensi sangat luar biasa. Kadang-kadang kita hanya bicara-bicara secara lisan saja tetapi dirangkumkan menjadi satu ini bagian yang sangat terpenting. Kita bisa bicara dari data ke data bahwa Papua Tengah punya potensinya ini, data ini. Investor bisa masuk berdasarkan data,” jelasnya.

Ia menyebut pemetaan tersebut mencakup berbagai potensi ekonomi di Nabire, Dogiyai, Deiyai, Puncak, Puncak Jaya hingga Mimika yang memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru.

“Ini potensinya Nabire, Dogiyai ini, Deiyai ini, Puncak, Puncak Jaya hingga di Timika. Sehingga para investor juga merasa bahwa ini benar. Memang kita di Papua ini kendalanya keamanan. Keamanan ini yang para investor juga merasa bahwa kita pikir-pikir dolo,” tambahnya.

Meski demikian, Kadin Papua Tengah optimistis iklim investasi di daerah akan terus membaik seiring upaya bersama menjaga stabilitas keamanan dan membangun kepercayaan dunia usaha terhadap Papua Tengah.

“Saya yakin dan percaya bahwa kita sama-sama berpikir supaya menghilangkan stigma seperti begini bahwa Papua Tengah ini semua baik-baik. Keamanan harus aman supaya pertumbuhan ekonomi bisa berputar di Papua Tengah,” ujarnya.

Selain mendorong investasi, Kadin Papua Tengah juga menyiapkan program pelatihan kewirausahaan bekerja sama dengan Yayasan Somatua guna mencetak pelaku usaha baru yang mampu menciptakan lapangan kerja secara mandiri.

“Kita Kadin Papua Tengah ini sedang berpikir bagaimana membangun kepercayaan antara kita dan kepada investor. Jadi langkah yang sangat bagus tetapi akan kita siapkan itu pelatihan-pelatihan berwira usaha,” tegasnya.

Melalui kerja sama tersebut, peserta pelatihan akan dibekali kemampuan dasar berwirausaha, pengelolaan usaha, hingga pengembangan bisnis yang berkelanjutan.

“Kenapa kita kerjasama dengan Yayasan Somatua? Karena Somatua bergerak dalam bidang pelatihan. Lima atau sepuluh orang kita latih mereka untuk berwirausaha. Cara berwirausaha seperti begini, cara perputaran uang seperti begini, bisnisnya seperti ini,” katanya.

Sebagai tindak lanjut, Kadin Papua Tengah juga berencana membuka peluang usaha produktif skala kecil yang dapat menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat setelah mengikuti pelatihan.

“Kadin juga dalam tahun ini juga akan menyiapkan lapangan pekerjaan kecil-kecil saja. Buka tempat foto copy, buka percetakan, buka pencucian mobil. Jadi setelah mereka selesai pelatihan ini, mereka sudah punya tempat kerja,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Kadin Papua Tengah meluncurkan Koperasi Induk Honai Papua Tengah sebagai wadah penguatan UMKM dan pengembangan ekonomi kerakyatan berbasis potensi lokal.

“Kenapa sampai kita meluncurkan koperasi? Kadin ini kan organisasi yang menampung para pelaku-pelaku usaha. Makanya kita bentuk koperasi ini membantu para UMKM. Menjadi tim penggerak pangan lokal, bergerak di perikanan, kelautan. Koperasi ini yang akan maju,” ungkapnya.

Menurut Alexander, koperasi tersebut akan dibentuk di delapan kabupaten di Papua Tengah guna memperkuat jaringan usaha masyarakat sekaligus melindungi UMKM lokal dari berbagai tantangan ekonomi.

“Kadin hanya menjadi payung dan koperasi ini akan bangun di delapan Kabupaten. Supaya bisa bisa melindungi UMKM di setiap Kabupaten,” katanya.

Melalui penyusunan peta potensi ekonomi dan penguatan kelembagaan usaha masyarakat, Kadin Papua Tengah berharap tercipta lebih banyak pelaku usaha baru yang mampu menggerakkan ekonomi daerah, memperluas lapangan kerja, serta mendukung visi pembangunan Pemerintah Provinsi Papua Tengah menuju kemandirian ekonomi yang berkelanjutan. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

IMYAL Manokwari Bentuk Panitia PMB 2026 untuk Dampingi Mahasiswa Baru Asal Yalimo

MANOKWARI, TOMEI.ID | Ikatan Mahasiswa Yalimo (IMYAL) Kota Studi Manokwari resmi membentuk Panitia Penerimaan Mahasiswa…

5 jam ago

Gubernur Papua Dorong RSUP Jayapura Jadi Model Transformasi Layanan Kesehatan di Tanah Papua

JAYAPURA, TOMEI.ID | Gubernur Papua, Mathius D. Fakhiri, mendorong rumah sakit pemerintah di Tanah Papua…

5 jam ago

Tujuh Kampung Nelayan Merah Putih Diusulkan di Papua Tengah, Pemprov Bidik Lompatan Ekonomi Pesisir

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah mengusulkan tujuh lokasi sebagai calon Kampung Nelayan…

6 jam ago

Pemprov Papua Tengah Siapkan Fondasi Investasi Daerah, Dorong Ekonomi Rakyat Berbasis Potensi Lokal

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah menegaskan komitmennya membangun fondasi ekonomi daerah yang…

6 jam ago

Pemprov Papua Tengah Perkuat Pertahanan Siber, Aparatur Diminta Jadi Garda Terdepan Lindungi Data Pemerintah

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik…

13 jam ago

Hadapi Ancaman Siber, Pemprov Papua Tengah Perkuat Kapasitas Aparatur melalui Bimtek Keamanan Siber

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah mengambil langkah strategis untuk memperkuat ketahanan digital…

14 jam ago