NABIRE, TOMEI.ID | Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Provinsi Papua Tengah mewaspadai potensi dampak kenaikan harga energi global terhadap stabilitas perekonomian daerah, khususnya terkait kemungkinan meningkatnya harga bahan bakar minyak (BBM) yang berpengaruh pada biaya distribusi, logistik, serta aktivitas perdagangan di wilayah Papua Tengah.
Ketua Umum KADIN Papua Tengah, Alexander Gobai, menyampaikan bahwa dinamika harga minyak dunia perlu diantisipasi secara serius oleh seluruh pemangku kepentingan. Kondisi tersebut dinilai berpotensi meningkatkan biaya distribusi barang dan jasa di Indonesia, terutama di Papua Tengah yang memiliki tantangan geografis dan sistem transportasi yang relatif terbatas.
“Kenaikan harga energi global berpotensi meningkatkan biaya logistik dan distribusi barang. Dampak lanjutan dari kondisi tersebut dapat memengaruhi harga kebutuhan masyarakat serta aktivitas perdagangan di berbagai wilayah, termasuk Papua Tengah,” kata Alexander Gobai kepada wartawan di ruang rapat Kantor KADIN Papua Tengah di Nabire, Selasa (10/3/2026).
Dalam rangka mengantisipasi kondisi tersebut, KADIN Papua Tengah berencana memperkuat koordinasi lintas sektor dengan berbagai pihak, antara lain pelaku usaha, asosiasi bisnis, organisasi perdagangan, serta perangkat daerah terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Tengah.
Langkah koordinasi tersebut diarahkan untuk merumuskan kebijakan dan strategi bersama guna menjaga stabilitas biaya perdagangan, memperkuat kelancaran distribusi barang, serta memastikan aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan secara normal di tengah potensi tekanan harga energi global.
Selain upaya koordinasi lintas sektor, KADIN Papua Tengah juga mendorong penguatan ekonomi berbasis potensi lokal sebagai strategi jangka menengah untuk menjaga ketahanan ekonomi daerah.
Sejumlah sektor produktif yang menjadi fokus pengembangan meliputi sektor pertanian, perikanan, perkebunan, serta penguatan ketahanan pangan daerah.
Menurut Alexander Gobai, penguatan sektor-sektor produktif tersebut menjadi langkah strategis untuk menjaga ketersediaan pasokan pangan sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat di Papua Tengah.
“KADIN Papua Tengah mengajak masyarakat untuk terus mengembangkan sektor produktif seperti pertanian, perkebunan, serta usaha berbasis sumber daya lokal agar struktur ekonomi daerah semakin kuat dan berkelanjutan,” ujar Gobai.
Di sisi lain, KADIN Papua Tengah juga menilai peningkatan kapasitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) perlu terus didorong agar mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.
Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat, KADIN Papua Tengah optimistis stabilitas ekonomi daerah tetap dapat terjaga meskipun menghadapi dinamika dan tekanan harga energi di tingkat global. [*].









