Berita

Kamarudin Watubun: Otsus Papua Mulai Melenceng, OAP Terancam Jadi Penonton di Tanah Sendiri

JAKARTA, TOMEI.ID |  Anggota Komisi II DPR RI, Kamarudin Watubun, melontarkan kritik keras terhadap arah pelaksanaan Otonomi Khusus (Otsus) Papua yang dinilai mulai keluar dari rel utamanya.

Dalam rapat bersama Komisi II DPR RI dan Kementerian Dalam Negeri di Jakarta, Senin (13/4/2026), Kamarudin secara tegas mengingatkan bahwa Otsus bukan sekadar kebijakan administratif, melainkan mandat politik untuk melindungi dan mengangkat martabat Orang Asli Papua (OAP).

“Afirmasi adalah jantung Otsus. Kalau itu diselewengkan, maka Otsus kehilangan makna,” tegasnya.

Ia menyoroti realitas di lapangan yang dinilai semakin mengkhawatirkan. Arus masuk penduduk dari luar Papua terus meningkat, sementara ruang bagi OAP justru menyempit. Kondisi ini, menurutnya, menjadi sinyal kuat bahwa keberpihakan dalam implementasi Otsus mulai melemah.

Lebih tajam lagi, Kamarudin mengungkap adanya praktik yang mencederai mekanisme afirmasi, khususnya dalam pengangkatan anggota legislatif. Jalur yang seharusnya menjadi ruang perlindungan bagi OAP, justru diduga dimanfaatkan sebagai “jalan belakang” bagi aktor politik yang gagal dalam pemilihan umum.

“Jalur afirmasi bukan tempat pelarian bagi yang kalah. Ini pengkhianatan terhadap semangat Otsus,” kritiknya lugas.

Ia menegaskan bahwa kursi afirmasi harus diisi oleh OAP yang independen, memiliki legitimasi sosial, serta benar-benar memperjuangkan kepentingan rakyat Papua, bukan menjadi alat kompromi politik elite.

Kamarudin juga mengingatkan bahwa pembiaran terhadap penyimpangan ini bukan hanya merusak kredibilitas kebijakan, tetapi juga berpotensi menciptakan ketidakadilan struktural yang berkepanjangan.

“Kalau ini terus terjadi, jangan salahkan jika OAP perlahan tersingkir di tanahnya sendiri. Otsus bisa berubah dari solusi menjadi sumber masalah baru,” ujarnya.

Ia menutup pernyataannya dengan peringatan keras agar pemerintah pusat dan seluruh pemangku kepentingan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap implementasi Otsus Papua, sebelum kepercayaan publik benar-benar runtuh. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Bupati Dogiyai Resmi Lepas Korkab dan TFL BSPS 2026, 200 Rumah Swadaya Siap Dibangun di 8 Kampung

DOGIYAI, TOMEI.ID | Bupati Kabupaten Dogiyai, Yudas Tebai, secara resmi memimpin prosesi pelepasan personil teknis…

4 jam ago

Akselerasi BSPS 2026, Balai Perumahan Jayapura Perkuat Sinergi Strategis di Kabupaten Dogiyai

DOGIYAI, TOMEI.ID | Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (BP2P) Papua melalui perwakilan Balai Perumahan Jayapura, resmi…

4 jam ago

Komnas HAM RI Bongkar 6 Kasus Pelanggaran HAM di Papua: Penembakan Warga Sipil, Konflik Tanah Adat, hingga 15 Korban Tewas di Puncak

JAKARTA, TOMEI.ID | Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengungkap enam kasus serius dugaan…

5 jam ago

Paripurna DPR Papua Pegunungan Resmi Dibuka, LKPJ Gubernur 2025 dan Propemperda 2026 Jadi Sorotan

WAMENA, TOMEI.ID | DPR Papua Pegunungan resmi membuka Rapat Paripurna dengan agenda strategis yakni penyerahan…

5 jam ago

Lima Kampung di Asotipo Pemerkan Hasil Pembangunan, Dana Desa Dievaluasi Terbuka

NABIRE, TOMEI.ID | Lima kepala kampung di Distrik Asotipo, Kabupaten Jayawijaya, menunjukkan komitmen transparansi dan…

6 jam ago

Anthonius Wetipo Nahkodai Golkar Jayawijaya 2026–2031, Tegaskan Siap Konsolidasi Total hingga Akar Rumput

WAMENA, TOMEI.ID | Anthonius Wetipo terpilih sebagai Ketua DPD II Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Jayawijaya periode…

7 jam ago