Berita

Klaim Tapal Batas Kapiraya Dinilai Picu Ancaman Nyawa, DPRK Dogiyai Desak Dialog Adat dan Evaluasi Peran Tokoh

DOGIYAI, TOMEI.ID | Klaim sepihak atas tapal batas wilayah Kapiraya dinilai berpotensi memicu konflik antarsuku dan mengancam keselamatan warga sipil. Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Dogiyai mendesak agar persoalan tersebut segera diselesaikan melalui dialog adat yang sah dan bermartabat guna mencegah konflik berulang.

Sorotan tersebut mengemuka menyusul meningkatnya ketegangan sosial di wilayah Kapiraya, yang dalam beberapa peristiwa telah berujung pada korban jiwa. Kondisi ini menegaskan pentingnya penyelesaian tapal batas secara adil, terbuka, dan berlandaskan kearifan lokal.

Anggota DPRK Dogiyai dari Fraksi PKS, Korneles Kotouki, meminta tokoh adat Suku Kamoro menghentikan segala bentuk klaim dan manuver yang berpotensi memperkeruh situasi. Menurut Korneles, persoalan tapal batas bukan isu sepihak, melainkan menyangkut hak dan keselamatan dua komunitas adat yang terdampak langsung.

“Tapal batas Kapiraya tidak bisa diklaim sepihak. Persoalan ini harus dibicarakan secara adat antara Suku Mee dan Suku Kamoro. Jika tidak, yang dipertaruhkan adalah nyawa manusia,” ujar Korneles dalam keterangan tertulis kepada redaksi tomei.id, Senin (15/12/2025).

baca juga: Jaga Dogiyai Tetap Kondusif Jelang Natal, Anggota DPRK Korneles Kotouki Tekankan Tanggung Jawab Kolektif Warga

Peringatan tersebut diperkuat oleh adanya korban jiwa dalam dinamika konflik sosial di wilayah tersebut. Korneles menyinggung meninggalnya seorang hamba Tuhan, almarhum Pdt. Neles Peuki, sebagai pengingat bahwa konflik yang tidak dikelola secara bijak selalu berujung pada kerugian kemanusiaan yang tidak tergantikan.

“Nyawa manusia itu sangat berharga. Kehilangan satu nyawa saja sudah terlalu mahal untuk sebuah klaim wilayah yang belum disepakati,” katanya.

Sebagai putra asli Ogeiye, Korneles menyampaikan keprihatinan atas situasi yang terus berulang tanpa penyelesaian yang jelas. Ketiadaan dialog adat yang terbuka dan setara, menurut Korneles, justru membuka ruang bagi provokasi dan kepentingan tertentu yang mengabaikan keselamatan masyarakat.

“Sekali lagi saya tegaskan, hentikan cara-cara yang menjadikan nyawa manusia sebagai taruhan. Saya bersuara karena kecintaan saya kepada masyarakat,” tegasnya.

Korneles juga menyoroti momentum peringatan kelahiran Yesus Kristus yang jatuh pada bulan suci. Momentum tersebut, menurutnya, seharusnya dimaknai sebagai refleksi bersama bagi seluruh pihak untuk menahan diri, menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, dan menjaga perdamaian.

“Ini bulan kudus. Seharusnya menjadi waktu untuk saling menghargai dan menjaga kedamaian, serta memperkuat persaudaraan, bukan mencari celah untuk memperpanjang konflik,” tambahnya.

Hingga kini, belum terdapat pernyataan resmi terkait pembentukan forum dialog adat bersama antara Suku Mee dan Suku Kamoro yang difasilitasi pemerintah daerah. Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai sejauh mana peran negara dan tokoh adat dalam mencegah konflik berulang di Kapiraya.

“Sebelum tapal batas disepakati secara adat dan diakui secara resmi, secara menyeluruh, jangan ada pihak yang memanfaatkan situasi hingga mengorbankan nyawa manusia,” tandas Korneles. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Pemprov Papua Tengah Mutakhirkan Data Koperasi dan UMKM, Perkuat Pemberdayaan Orang Asli Papua

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah melakukan pemutakhiran dan validasi data koperasi serta…

4 jam ago

Sejumlah Izin Tambang di Paniai Bermasalah, Tambang Ilegal Diusulkan Jadi WPR

NABIRE, TOMEI.ID | Solidaritas Mahasiswa Se-Indonesia asal Kabupaten Paniai menyimpulkan bahwa pengelolaan izin usaha pertambangan…

5 jam ago

RD Puji Disiplin Pemain Persipura Usai Taklukkan Persiku di Wergu Wetan

JAYAPURA, TOMEI.ID | Pelatih Persipura Jayapura, Rahmad Darmawan, mengapresiasi disiplin permainan anak asuhnya usai menaklukkan…

5 jam ago

Gunansar Persembahkan Dua Gol Persipura untuk Almarhum Metusala Dwaramury dan Masyarakat Papua

JAYAPURA, TOMEI.ID | Persipura Jayapura memastikan diri sebagai pemuncak klasemen Grup Timur Pegadaian Championship (Liga…

6 jam ago

Bungkam Persiku 2-1, Persipura Pimpin Klasemen Grup Timur

JAYAPURA, TOMEI.ID | Persipura Jayapura sukses merebut puncak klasemen Grup Timur Pegadaian Championship (Liga 2)…

6 jam ago

Dukung Muspas di Komopa Paniai, Pemda Deiyai Salurkan Bantuan Rp750 Juta

DEIYAI, TOMEI.ID | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deiyai menyalurkan bantuan keuangan sebesar Rp750 juta untuk mendukung…

8 jam ago