Berita

KLDM Pos Kigamani Konsisten Gerakkan Literasi Dasar bagi Anak dan Masyarakat

KIGAMANI, TOMEI.ID | Komunitas Literasi Dogiyai Maju (KLDM) Pos Kampung Kigamani terus menggerakkan literasi dasar bagi anak-anak sekolah dan masyarakat melalui kegiatan membaca, menulis, dan berhitung.

Kegiatan tersebut kembali dilaksanakan di Balai Kampung Kigamani, Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah, Kamis (3/9/2026), dan diikuti sejumlah peserta yang datang untuk belajar bersama.

Proses pembelajaran berlangsung tertib dan lancar. Para peserta mengikuti kegiatan dengan materi dasar yang diarahkan untuk meningkatkan kemampuan membaca, menulis, berhitung, serta menumbuhkan kebiasaan belajar.

Pengarah sekaligus Wakil Ketua Komunitas Literasi Dogiyai Maju, Hubertus Dogomo, mengatakan gerakan literasi di tingkat kampung perlu dilakukan secara konsisten karena masih dibutuhkan ruang belajar tambahan di luar pendidikan formal.

Menurut Hubertus, kegiatan Literasi Dasar KLDM Pos Kampung Kigamani bukan untuk mengesampingkan atau menggantikan peran guru yang selama ini menjalankan proses pendidikan di sekolah.

Sebaliknya, kegiatan tersebut menjadi bagian dari pendidikan nonformal yang memberikan ruang kepada anak-anak untuk memanfaatkan waktu luang melalui kegiatan edukatif. Selain membaca, menulis, dan berhitung, peserta juga memperoleh ruang untuk berdiskusi, menambah pengetahuan, dan membangun kebiasaan belajar.

Hubertus menilai keterlibatan komunitas, keluarga, dan masyarakat dalam membangun budaya belajar merupakan bagian penting dalam mendukung perkembangan anak-anak di kampung.

Karena itu, gerakan literasi perlu terus diperkuat hingga ke kampung dan wilayah pelosok yang masih membutuhkan ruang-ruang belajar tambahan. Pendidikan, kata dia, tidak hanya berlangsung di dalam ruang kelas, tetapi juga dapat tumbuh melalui lingkungan keluarga dan masyarakat.

Sementara itu, Pendiri Komunitas Literasi Dogiyai Maju, Redi Dogomo, mengatakan gerakan literasi merupakan bagian dari upaya membangun kebiasaan belajar masyarakat yang dimulai dari lingkungan kampung.

Menurut Redi, kegiatan membaca, menulis, dan berhitung memiliki arti penting apabila dilakukan secara konsisten. Kebiasaan tersebut dapat membantu anak-anak meningkatkan kemampuan dasar sekaligus menumbuhkan semangat belajar sejak dini.

Ia menilai upaya mencerdaskan kehidupan bangsa tidak hanya menjadi tanggung jawab lembaga pendidikan formal. Masyarakat, keluarga, dan komunitas juga memiliki ruang untuk mengambil bagian dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuhnya budaya belajar.

Redi menegaskan, kegiatan literasi di kampung perlu dipandang sebagai gerakan yang berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan sesaat. Dengan adanya ruang belajar yang terus hidup, anak-anak dan masyarakat memiliki kesempatan lebih luas untuk membaca, belajar, berdiskusi, dan mengembangkan pengetahuan.

Kegiatan literasi di Balai Kampung Kigamani menjadi salah satu bentuk nyata dari upaya tersebut. KLDM terus mendorong agar budaya membaca, menulis, berhitung, dan belajar dapat tumbuh dari lingkungan kampung hingga ke wilayah pelosok.

Melalui kegiatan tersebut, KLDM berharap semakin banyak anak dan masyarakat di Kampung Kigamani memiliki semangat belajar serta menjadikan literasi sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Gerakan literasi dari kampung menjadi penting karena pendidikan tidak hanya ditentukan oleh keberadaan gedung sekolah, tetapi juga oleh kuatnya lingkungan masyarakat dalam menjaga dan menumbuhkan budaya belajar bagi generasi muda. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

KPA Edukasi Anak dan Remaja Katolik di Paniai, Pencegahan HIV-AIDS Harus Dimulai Sejak Dini

PANIAI, TOMEI.ID | Pencegahan HIV-AIDS membutuhkan keterlibatan semua pihak, termasuk keluarga dan Gereja. Edukasi sejak…

3 jam ago

Jubir Gubernur Tegaskan Poster Lomba Lukis Berhadiah Miliaran Rupiah adalah HOAX

NABIRE, TOMEI.ID | Juru Bicara (Jubir) Gubernur Papua Tengah, Emanuel You, menegaskan bahwa informasi mengenai…

10 jam ago

KP2IT Papua Barat Minta Presiden Buka Audit DBH Migas, Klaim Selisih Rp2,1 Triliun

MANOKWARI, TOMEI.ID | Polemik Dana Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi (DBH Migas) Papua Barat…

14 jam ago

Imunisasi Campak Manokwari Sudah 91 Persen, Puluhan Kampung Belum Capai Target

MANOKWARI, TOMEI.ID | Capaian imunisasi campak dan rubela (MR) dalam penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB)…

14 jam ago

SAWABA 2026 IMPT Yalimo Manokwari, Bangun Generasi Mahasiswa yang Disiplin dan Bertanggung Jawab

MANOKWARI, TOMEI.ID | Regenerasi organisasi tidak cukup hanya ditandai dengan bertambahnya anggota baru. Lebih dari…

14 jam ago

Dari Tailing hingga Konservasi Satwa, Inovasi Reklamasi Freeport Jadi Ruang Belajar Peserta IFRC 2026

TIMIKA, TOMEI.ID | Lahan bekas aktivitas pertambangan tidak selalu berakhir sebagai kawasan yang kehilangan nilai…

14 jam ago