Berita

KNPB Wilayah Yalimu Gelar Upacara Pemakaman dan Penghormatan Terakhir untuk Mendiang Steven Peyon

YALIMU, TOMEI.ID | Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Yalimu menggelar prosesi pemakaman bagi mendiang Tuan Steven Peyon, salah satu tokoh perjuangan dan pejuang hak asasi manusia asal Papua Barat.

Upacara pelepasan dan penghormatan terakhir tersebut dilangsungkan hari ini, Selasa (10/6), diiringi doa dan penghormatan dari keluarga serta rekan-rekan perjuangan dari KNPB Wilayah Sorong Raya.

Prosesi dimulai pada pukul 13.11 WIT dengan ibadah yang dipimpin oleh Pdt. Asor Balyo. Usai ibadah, pihak keluarga memberi kesempatan kepada KNPB untuk memberikan penghormatan terakhir, yang dipimpin langsung oleh Yafet Yulahap dan disertai pengusungan peti jenazah oleh kader-kader KNPB Wilayah Yalimu.

Rombongan berjalan kaki menuju tempat pemakaman yang dipimpin oleh Dance Mabel, Sekretaris KNPB Wilayah Yalimu.

Steven Peyon dikenal sebagai pendiri KNPB Wilayah Sorong Raya pada tahun 2010 dan dipercaya rakyat Papua sebagai Sekretaris Jenderal. Setelah restrukturisasi organisasi tahun 2020, almarhum menjabat sebagai Komisaris Hukum dan HAM hingga akhir hayatnya.

Selain aktif di KNPB, ia juga menjabat sebagai sekretaris di LBH KAKI ABU Kota Sorong. Salah satu kiprah pentingnya adalah saat terjun ke Kabupaten Maybrat untuk melakukan pendataan pengungsi dalam kasus perampasan senjata di Bintuni tahun 2020.

Dalam tugas tersebut, ia mengalami luka akibat tembakan racun, namun sempat tertolong oleh pengobatan tradisional.

Meski dalam masa pemulihan, Steven tetap menjalankan tugasnya sebagai pembela hukum dalam persidangan sejumlah tahanan politik (Tapol) yang dituduh sebagai anggota TPNPB-OPM Kodap IV Sorong Raya.

Ia dipercaya oleh keluarga Tapol untuk menjadi advokat hingga berhasil membebaskan beberapa di antaranya pada tahun yang sama. Steven juga terlibat dalam pembelaan berbagai kasus lainnya, termasuk di Manokwari, Kaimana, dan Kasuari, yang beberapa tahanannya sempat dipindahkan ke Makassar.

Steven Peyon kembali ke kampung halaman beberapa bulan lalu dalam kondisi kesehatan yang memburuk akibat dampak jangka panjang dari luka yang dialaminya. Pada Kamis, 6 Juni 2025, penyakitnya kambuh kembali. Setelah berbagai upaya keluarga dilakukan, nyawanya tidak dapat diselamatkan dan ia mengembuskan napas terakhir pada Senin, 9 Juni 2025 pukul 03.00 dini hari.

Jenazah langsung dibawa ke kampung halamannya di Silo Boring dan dimakamkan secara organisasi oleh KNPB Wilayah Yalimu pada hari ini.”Selamat jalan Tuan Steven Peyon.

Perjuanganmu tercatat dalam sejarah. Surga menjadi tempatmu bersama para kudus,” ujar pernyataan resmi dari Badan Pengurus Wilayah KNPB Yalimu. [*]

Redaksi Tomei

Recent Posts

Pemprov Papua Tengah Evaluasi LPPD 2025, Kinerja OPD dan Akurasi Data Jadi Sorotan

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah mengevaluasi pelaksanaan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD)…

16 menit ago

Dinkes Papua Tengah Perkuat Layanan HIV-TB di Nabire, Mentoring Klinik Sasar Sembilan Puskesmas PDP

NABIRE, TOMEI.ID | Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah memperkuat kualitas pelayanan HIV dan Tuberkulosis (TB)…

7 jam ago

BPBD Papua Pegunungan Salurkan Bantuan Darurat untuk Pengungsi Suku Lani

WAMENA, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Pegunungan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyalurkan…

8 jam ago

KKN UMPB Dorong Motivasi Belajar Siswa SMP Negeri 5 Warmare

WARMARE, TOMEI.ID | Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 6 Universitas Muhammadiyah Papua Barat (UMPB)…

8 jam ago

KADIN Papua Tengah Galang Bantuan untuk Korban Bencana NTT, Targetkan Satu Kontainer

NABIRE, TOMEI.ID | Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Papua Tengah menggalang bantuan kemanusiaan bagi masyarakat…

23 jam ago

PMKRI Nabire Nilai Subsidi Penerbangan Buka Akses Pedalaman Papua Tengah

NABIRE, TOMEI.ID | Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Nabire St. Albertus Magnus menilai…

1 hari ago