Berita

KNPB Yahukimo Soroti Eskalasi Pendropan Militer dan Dampak Kemanusiaan di Dekai

DEKAI, TOMEI.ID | Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Yahukimo menyatakan keprihatinan atas meningkatnya aktivitas pendropan aparat keamanan di Dekai, ibu kota Kabupaten Yahukimo, sepanjang Desember 2025. KNPB menilai kondisi tersebut memperburuk situasi kemanusiaan bagi warga sipil di wilayah konflik.

Dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, KNPB menyebut pendropan personel TNI–Polri terjadi dalam beberapa gelombang sejak 9 hingga 28 Desember 2025, baik melalui jalur sungai maupun udara. Organisasi ini mengklaim penambahan pasukan disertai pengiriman logistik dan peralatan operasi.

“Pendropan militer terus terjadi dalam skala besar, baik melalui jalur sungai Braza maupun penerbangan dari Timika menuju Yahukimo,” tulis pernyataan KNPB dalam keterangan tertulisnya yang diterima tomei.id, (28/12/2025).

Menurut KNPB, benturan bersenjata antara aparat dan TPNPB berdampak langsung pada keselamatan warga sipil. Sejumlah kasus kematian, luka-luka, penangkapan, serta pengungsian dilaporkan terjadi di beberapa lokasi sekitar Dekai dan Distrik Duram.

KNPB juga menyoroti sejumlah peristiwa yang mereka sebut sebagai kasus pelanggaran terhadap warga sipil, termasuk insiden ledakan yang melibatkan pelajar serta dugaan penganiayaan terhadap warga yang ditangkap aparat. Sejumlah kasus lama yang belum tuntas turut kembali disorot dalam pernyataan tersebut.

Selain itu, KNPB menyebut meningkatnya arus pengungsian berdampak pada minimnya akses layanan kesehatan, yang menurut mereka menyebabkan korban meninggal di lokasi pengungsian pada akhir 2025.

“Kejahatan kemanusiaan ini tidak akan pernah berhenti selama negara terus mengirim pasukan militer secara berlebih di Yahukimo,” tulis organisasi tersebut.

Melalui pernyataan ini, KNPB Wilayah Yahukimo menyerukan agar pemerintah meninjau ulang pendekatan keamanan dan mendorong penyelesaian konflik melalui mekanisme damai di bawah pengawasan internasional.

KNPB juga meminta aparat ditarik dari wilayah padat permukiman serta mengajak organisasi-organisasi Papua untuk bersatu merespons situasi kemanusiaan.

Pernyataan ditandatangani Ruben Wakla, Badan Pekerja Wilayah KNPB Yahukimo, tertanggal 28 Desember 2025.
Redaksi mencatat: klaim dan keterangan dalam berita ini merupakan pernyataan pihak KNPB. Upaya konfirmasi kepada aparat keamanan dan pemerintah daerah akan dilakukan untuk memperoleh klarifikasi dan pandangan resmi. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Berita Foto: Safety Goes to School IFRC 2026 Edukasi 1.000 pelajar Mimika tentang Budaya Keselamatan

TIMIKA, TOMEI.ID | Membuka rangkaian the 8th Indonesian Fire  and Rescue Competition (IFRC) 2026, para personel…

6 jam ago

Berita Foto: Safety Goes to School IFRC 2026 Edukasi 1.000 pelajar Mimika tentang Budaya Keselamatan

TIMIKA, TOMEI.ID | Membuka rangkaian the 8th Indonesian Fire  and Rescue Competition (IFRC) 2026, para personel…

6 jam ago

PSTI Papua Tengah Mulai Bergerak, Matangkan Program Menuju Pra-PON 2027

NABIRE, TOMEI.ID | Pengurus Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Provinsi Papua Tengah mulai mematangkan program…

7 jam ago

Festival Kopi Papua Tengah Hadirkan Petani dari Delapan Kabupaten, Andreas: Ko Tidak Datang, Ko Rugi!

NABIRE, TOMEI.ID | Festival Kopi Papua Tengah akan menghadirkan kelompok tani kopi dari delapan kabupaten…

7 jam ago

IFRC 2026 Bekali 1.000 Pelajar Mimika dengan Keterampilan Keselamatan dan Pertolongan Pertama

TIMIKA, TOMEI.ID | Lebih dari 1.000 pelajar SMP dan SMA di Kabupaten Mimika, Papua Tengah,…

8 jam ago

Sampah Nyaris Tutupi Badan Jalan di Djayanti Nabire, Warga Desak Penegakan Aturan

NABIRE, TOMEI.ID | Tumpukan sampah nyaris menutupi badan jalan di Kelurahan Djayanti, Kabupaten Nabire, Papua…

8 jam ago