Berita

Koalisi Masyarakat Minta Kapolda Papua Tengah Copot Kapolres Dogiyai

NABIRE, TOMEI.ID | Koalisi masyarakat Dogiyai di Nabire secara tegas mendesak Polda Papua Tengah untuk mencopot Kapolres Dogiyai, Yocbeth Mince Mayor, menyusul rangkaian konflik berdarah yang terjadi pada 31 Maret hingga 1 April 2026 di wilayah Kamuu, Kabupaten Dogiyai.

Desakan tersebut muncul setelah penanganan kasus penganiayaan terhadap anggota Polres Dogiyai, Juventus Edowai, dinilai tidak profesional dan justru memicu eskalasi kekerasan yang meluas. Koalisi menilai pendekatan aparat cenderung represif, tidak mengedepankan langkah persuasif, serta mengabaikan prosedur hukum yang semestinya.

Akibatnya, konflik berkembang menjadi krisis kemanusiaan dengan jatuhnya korban dari kalangan sipil. Sedikitnya enam orang dilaporkan meninggal dunia, termasuk seorang perempuan lanjut usia yang diduga tertembak di dalam rumahnya, sementara sejumlah warga lainnya mengalami luka-luka dengan tingkat keparahan yang bervariasi.

Koordinator koalisi, Andrias Gobai, menegaskan bahwa situasi ini mencerminkan kegagalan kepemimpinan di tingkat Polres dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), sekaligus menunjukkan lemahnya penegakan hukum terhadap berbagai tindak kriminal yang berulang di Dogiyai.

“Kapolres harus bertanggung jawab. Kami mendesak Kapolda Papua Tengah segera mengambil langkah tegas dengan mencopot Kapolres Dogiyai,” tegasnya.

Selain pencopotan Kapolres, koalisi juga meminta Pemerintah Provinsi Papua Tengah bersama aparat kepolisian untuk turun langsung ke lokasi guna memastikan situasi keamanan benar-benar terkendali dan masyarakat mendapatkan perlindungan yang layak.

Koalisi turut mendesak dilakukan evaluasi total terhadap kinerja personel Polres Dogiyai, termasuk proses hukum terhadap pelaku penembakan terhadap warga sipil. Mereka menekankan pentingnya penegakan hukum yang transparan, profesional, dan bebas dari intervensi.

Lebih jauh, koalisi meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas dua perkara sekaligus, yakni pembunuhan terhadap anggota Polri serta dugaan penembakan terhadap warga sipil, sebagai bentuk keadilan yang berimbang dan tidak diskriminatif.

Di tengah situasi yang masih sensitif, menjelang perayaan Paskah pada 3–7 April 2026, koalisi juga mengingatkan agar tidak dilakukan penambahan pasukan ke wilayah Dogiyai. Langkah tersebut dinilai berpotensi memperkeruh keadaan dan meningkatkan ketegangan di tengah masyarakat.

Koalisi mengajak seluruh pihak, baik aparat keamanan maupun masyarakat sipil, untuk menahan diri dan menjaga stabilitas demi terciptanya suasana yang aman dan kondusif selama momentum keagamaan berlangsung.

Pernyataan ini disampaikan di Nabire pada 2 April 2026 sebagai bentuk tekanan moral sekaligus seruan terbuka kepada aparat penegak hukum agar segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penanganan konflik di Dogiyai yang terus berulang. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

BREAKING NEWS: Persoalan Sampah Dapur MBG Diduga Picu Kericuhan di Bumi Wonorejo Nabire

NABIRE, TOMEI.ID | Persoalan sampah yang diduga berasal dari dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG)…

12 jam ago

Green Policing di Taman Gizi, Kapolda Papua Tengah Bersihkan Lingkungan dan Dengarkan Curhat Warga

NABIRE, TOMEI.ID | Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Jermias Rontini bersama personel kepolisian melaksanakan kegiatan…

1 hari ago

200 Mahasiswa Teknik UNCEN Dibekali Wawasan Industri Freeport, Teknologi dan Kompetensi Jadi Fokus

JAYAPURA, TOMEI.ID | Sebanyak 200 mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih (UNCEN) mengikuti program Eksekutif Mengajar…

1 hari ago

Kapolda Papua Tengah Ajak Pemda se-Tanah Papua Bersatu Tangani Karhutla di Papua Selatan

NABIRE, TOMEI.ID | Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol Jermias Rontini mengajak seluruh pemerintah daerah se-Tanah…

1 hari ago

Thedy Pekei: Seniman Papua Harus Punya Panggung di Tanah Sendiri

NABIRE, TOMEI.ID | Ketua Umum Komunitas Rasta Kribo Papua, Thedy Pekei, mendorong pemerintah daerah dan…

1 hari ago

Meki Nawipa Siapkan Rp100 Juta untuk Juara Papua Reggae Festival XI, Nabire Dibidik Jadi Tuan Rumah Tahun Depan

NABIRE, TOMEI.ID | Total hadiah pribadi Rp100 juta rupiah disiapkan Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa…

1 hari ago