Berita

Komnas HAM Tak Hadir, Mahasiswa Dogiyai Desak Pengusutan Tuntas Kasus Penembakan Warga Sipil

JAYAPURA, TOMEI.ID | Gelombang protes terhadap dugaan pelanggaran HAM di Dogiyai, Papua Tengah, kembali menggema di Kota Jayapura. Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Mahasiswa Dogiyai (IPMADO) bersama elemen mahasiswa lintas kota studi menggelar aksi mimbar bebas di kawasan Lingkaran Abepura, Senin (11/5).

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk desakan kepada negara dan aparat penegak hukum agar segera menuntaskan kasus penembakan yang menewaskan warga sipil di Dogiyai secara terbuka, independen, dan transparan.

Koordinator Umum aksi, Freddy Pigai, menegaskan bahwa mahasiswa tidak akan tinggal diam terhadap berbagai kasus kekerasan yang terus terjadi di Dogiyai tanpa kejelasan hukum.

“Kami mendesak Komnas HAM untuk mengusut tuntas pelanggaran HAM yang terjadi di Dogiyai, termasuk kasus penembakan yang sampai hari ini belum diungkap pelakunya,” kata Freddy usai aksi.

Ia menjelaskan, aksi tersebut sejatinya juga disiapkan untuk penyerahan pernyataan sikap kepada Komnas HAM. Namun agenda itu batal dilakukan karena Komnas HAM absen menemui massa aksi meski surat pemberitahuan sebelumnya telah dilayangkan.

“Kami sudah masukkan surat izin ke Komnas HAM, tetapi mereka tidak hadir di tempat. Kami kecewa sekali,” ujarnya.

Kekecewaan itu, kata Freddy, justru mempertegas minimnya respons negara terhadap persoalan kemanusiaan yang terjadi di Dogiyai. Karena itu, mahasiswa memastikan aksi lanjutan akan kembali dilakukan dalam waktu dekat dengan mendatangi langsung kantor Komnas HAM.

“Kami akan lanjut aksi jilid kedua dan datang langsung ke kantor Komnas HAM untuk menyampaikan tuntutan kami,” katanya.

Freddy menyebut gerakan solidaritas mahasiswa Dogiyai tidak hanya berlangsung di Jayapura, tetapi juga dilakukan serentak di berbagai kota studi di Indonesia, termasuk di Nabire, Papua Tengah.

Menurutnya, tuntutan utama mahasiswa adalah meminta keadilan bagi masyarakat sipil yang menjadi korban kekerasan serta mendesak negara tidak lagi bersikap bungkam terhadap tragedi kemanusiaan di Papua.

“Kami menegaskan kepada pemerintah, lihatlah ketidakadilan yang terjadi di daerah sendiri. Jangan bungkam dan jangan apatis terhadap ketidakadilan,” tegas Freddy.

Aksi tersebut turut melibatkan berbagai organisasi mahasiswa dan elemen solidaritas, mulai dari kelompok Cipayung, ikatan asrama, hingga komunitas mahasiswa Papua lainnya.

“Hari ini ada organisasi Cipayung, ikatan asrama, dan mahasiswa dari berbagai kelompok. Jumlah massa yang hadir sekitar 200 lebih,” ujarnya.

Selain mendesak Komnas HAM, mahasiswa juga menyoroti penanganan aparat keamanan dalam kasus penembakan di Dogiyai. Mereka meminta Kapolres Dogiyai mengusut dugaan pelanggaran HAM secara serius dan transparan.

Mahasiswa menilai tindakan penembakan yang diduga melibatkan aparat TNI-Polri harus dibuka secara terang kepada publik karena dinilai tidak sesuai prosedur dan telah menimbulkan korban jiwa di kalangan warga sipil. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

BREAKING NEWS: Tim Relawan Temukan Jenazah Yanto Idorway di Air Terjun Danau Anggi Gida

ARFAK, TOMEI.ID | Jenazah almarhum Yanto Idorway akhirnya ditemukan di kawasan Air Terjun Danau Anggi…

10 jam ago

Pererat Persekutuan di Pedalaman, Jemaat Solavide Dotir Rayon III Salurkan Bantuan dan Gelar Kunjungan Kasih ke Yabore

TELUK WONDAMA, TOMEI.ID | Jemaat Solavide Dotir Rayon III melaksanakan Kunjungan Kasih ke Jemaat Saitun…

1 hari ago

61 ASN Papua Tengah Ikuti Uji Kompetensi PBJ dan PPK, Perkuat Tata Kelola Pengadaan yang Profesional dan Berintegritas

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah memperkuat tata kelola pengadaan barang dan jasa…

3 hari ago

Gubernur Papua Tengah Buka Ujian Sertifikasi Pengadaan Barang dan Jasa, Tekankan Profesionalisme dan Integritas Aparatur

NABIRE, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa melalui Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda…

3 hari ago

Retreat Level Up Resmi Dibuka, Pemprov Papua Tengah Dorong Lahirnya Pemimpin Kristen Berkarakter dan Bersatu

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah resmi membuka kegiatan Retreat Level Up bertajuk…

3 hari ago

Pemprov Papua Tengah Perkuat Akses Bantuan Hukum bagi Masyarakat Miskin dan Kelompok Rentan

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah memperkuat komitmen memperluas akses bantuan hukum bagi…

3 hari ago