Berita

Komunitas Literasi Dogiyai Maju Perkuat Fondasi Baca-Tulis Anak Kigamani

DOGIYAI, TOMEI.ID | Komunitas Literasi Dogiyai Maju (KLDM) Pos Kampung Kigamani kembali menggelar kegiatan literasi dasar bagi anak-anak Sekolah Dasar di Balai Kampung Kigamani, Distrik Kamu, Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah, pada Selasa, (10/2/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya konsisten memperkuat kemampuan membaca, menulis, dan berhitung generasi muda di wilayah pedalaman, sebagai fondasi utama membangun masa depan Dogiyai.

Puluhan siswa kelas I hingga kelas VI mengikuti proses belajar selama kurang lebih dua jam. Kegiatan berlangsung dalam suasana tertib dan penuh semangat, mencerminkan tingginya antusiasme anak-anak terhadap ruang belajar alternatif di luar sekolah formal.

Dalam pelaksanaannya, peserta dibagi ke dalam dua kelompok belajar. Kelas pertama difokuskan pada pengenalan huruf dan pembentukan kata bagi peserta pemula, sementara kelas kedua diarahkan pada peningkatan kemampuan membaca sekaligus memahami isi bacaan secara kontekstual.

Pendekatan ini dilakukan untuk memastikan proses belajar sesuai dengan tingkat kemampuan masing-masing anak, sehingga tidak ada peserta yang tertinggal dalam memahami materi yang diajarkan.

Kegiatan literasi tersebut didukung koleksi buku dari distribusi seribu buku bacaan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia melalui Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Dogiyai. Buku-buku tersebut menjadi sumber belajar utama dalam mendorong peningkatan literasi dasar di kampung tersebut.

Sebagai bentuk keberlanjutan program, setiap peserta menerima satu buku bacaan level 3 dan level 4 untuk dipelajari di rumah selama dua hari sebelum mengikuti sesi berikutnya. Langkah ini diambil guna membangun kebiasaan membaca mandiri di lingkungan keluarga.

Pengarah Komunitas Literasi Dogiyai Maju, Hubertus Dogomo, menegaskan bahwa literasi adalah fondasi utama kemajuan daerah dan kunci membangun daya saing generasi Papua, khusus di Dogiyai.

“Orang Papua bukan orang bodoh. Orang Papua hanya membutuhkan ruang dan waktu untuk belajar. Jika ruang itu dibuka dan kesempatan diberikan, anak-anak kita mampu bersaing di tingkat nasional maupun global,” tegas Hubertus.

Menurutnya, gerakan literasi di Kampung Kigamani bukan sekadar kegiatan membaca, melainkan investasi jangka panjang dalam membangun kualitas sumber daya manusia Dogiyai. Ia menilai pendidikan berbasis komunitas menjadi solusi strategis di tengah keterbatasan fasilitas dan akses pendidikan di wilayah pedalaman.

Melalui kegiatan ini, KLDM berharap tumbuh generasi muda yang percaya diri, cakap literasi, serta memiliki daya saing di masa depan. Gerakan literasi ini sekaligus menjadi pesan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari ruang belajar sederhana di kampung. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Kapiraya Membara, Suara Ibu Jadi Alarm Konflik Tapal Batas Mimika–Deiyai

NABIRE, TOMEI.ID | Bentrokan antar kelompok warga di Kampung Kapiraya, Distrik Mimika Barat Tengah, Kabupaten…

1 jam ago

PSN di Tanah Adat Kamuyen Picu Konflik, Solidaritas Merauke Desak Intervensi Pemerintah Papua Selatan

MERAUKE, TOMEI.ID | Ketegangan sosial di Kampung Nakias, Distrik Ngguti, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, menandai…

1 jam ago

Berkat Dukungan FI, Tiga Talenta Papua Football Academy Ikuti Elite Camp di Austria

JAKARTA, TOMEI.ID | Tiga pemain muda Papua Football Academy (PFA) mendapat kesempatan mengikuti program training…

2 jam ago

PSBS Biak Tumbang 1-2 dari Persita, Posisi Klasemen Kian Tertekan

JAYAPURA, TOMEI.ID | PSBS Biak kembali menelan kekalahan pada lanjutan Liga 1 Indonesia musim 2025/2026…

2 jam ago

Persipura Menggila! Gubernur Fakhiri Saksikan Mutiara Hitam Hancurkan Barito 4-1

SENTANI, TOMEI.ID | Gubernur Papua Matius D. Fakhiri kembali hadir langsung di Stadion Lukas Enembe,…

6 jam ago

Eskalasi Konflik Bersenjata Papua Januari 2026 Picu Pengungsian Warga Sipil

NABIRE, TOMEI.ID | Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB-OPM merilis pernyataan resmi terkait peningkatan intensitas konflik…

12 jam ago