Berita

Komunitas Peduli Lingkungan, BPDAS Memberamo, dan Bupati Jayapura Tanam 500 Bibit Pohon di Cagar Alam Pegunungan Cycloop

JAYAPURA, TOMEI.ID | Dalam rangka memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia, sejumlah komunitas peduli lingkungan bersama Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Memberamo dan Pemerintah Kabupaten Jayapura melakukan penanaman rehabilitasi ekologis sebanyak 500 bibit pohon di kawasan Cagar Alam Pegunungan Cycloop, Selasa, (25/11/2025).

Penanaman dilakukan di Kampung Taruna, Kelurahan Hinekombe, Distrik Sentani, lokasi yang terdampak banjir bandang pada tahun 2019. Kegiatan ini turut dihadiri Bupati Jayapura, Dr. Yunus Wonda, yang sekaligus memimpin aksi penanaman bibit.

Dalam sambutannya, Bupati Yunus Wonda mengimbau seluruh masyarakat yang tinggal di kaki Gunung Cycloop agar menjaga kelestarian hutan serta mengurangi pembukaan lahan yang berpotensi memicu longsor dan banjir bandang.

“Masing-masing dari kita harus menanam pohon dan mengurangi aktivitas pembukaan lahan. Ke depan pemerintah akan berdiskusi dengan ondoafi dan pemilik hak ulayat untuk menyediakan lahan perkebunan di luar kawasan cagar alam,” ujarnya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada komunitas anak muda yang aktif menginisiasi kegiatan lingkungan untuk menjaga keberlanjutan Pegunungan Cycloop.

Sementara itu, Kepala BPDAS Memberamo, Dewi Irma Haktisari, menyampaikan bahwa pihaknya menyiapkan 1.000 bibit pohon, di mana 500 bibit telah ditanam pada kegiatan hari ini. Ia menekankan pentingnya pemeliharaan dan pemantauan berkelanjutan agar program penghijauan memberikan dampak nyata.

“Bibit yang ditanam hari ini adalah tugas bersama kita untuk merawat dan melakukan monitoring,” tutur Dewi.

Aksi penanaman ini melibatkan sejumlah komunitas dan warga setempat yang bermukim di kaki Pegunungan Cycloop, termasuk Guardian Hollo Sentani, Earth Hour Jayapura, dan beberapa LSM seperti Yappenda Papua, WWF Indonesia Program Papua, serta jaringan komunitas lingkungan lainnya.

Kegiatan tersebut menjadi langkah nyata pemulihan kawasan pascabencana dan upaya pencegahan risiko ekologis di masa mendatang.

Ketua RW 11, Dein Kogoya, menegaskan bahwa perlindungan Pegunungan Cycloop merupakan tanggung jawab bersama.

“Kami berharap pengawasan ke depan dapat melibatkan masyarakat setempat. Kami juga meminta pemerintah menata kembali jalur aliran sungai,” ucapnya.

Kegiatan ini dikoordinatori oleh Boy Kallem, Ketua Komunitas Guardian Hollo Sentani, yang aktif menggerakkan aksi penanaman pohon pada wilayah rawan longsor. Ia berharap pemerintah dapat memperkuat kerja sama dengan masyarakat adat dan komunitas muda untuk pemantauan lingkungan secara rutin.

“Dulu burung kakatua putih, rangkong, dan berbagai satwa liar mudah dijumpai di sekitar permukiman. Sekarang kian jarang terlihat. Restorasi dan pengawasan lingkungan harus dilakukan bersama agar keanekaragaman hayati Pegunungan Cycloop dapat dinikmati generasi mendatang,” tegasnya.

Salah satu peserta yang turut serta, Gison Morib (Jeff), menyampaikan bahwa penanaman dilakukan di sepanjang jalur sungai dengan berbagai bibit di antaranya pohon matoa, kasuari, dan merbau.

“Yang kita butuhkan bukan hanya menanam, tetapi juga edukasi dan kesadaran lingkungan bagi masyarakat. Jika kerusakan terus meluas, satwa endemik seperti landak moncong panjang (Zaglossus attenboroughi) akan kehilangan habitat dan terancam punah,” pungkasnya. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Mantan Ketua BEM Universitas Baliem Papua Serukan Penolakan Eksploitasi Tanah dan Budaya Papua Pegunungan

WAMENA, TOMEI.ID | Mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Baliem Papua, Aleanus Yogomaid, menyampaikan…

45 menit ago

Mahasiswa Pegunungan Tengah Gelar Aksi Damai di Manokwari, Desak Investigasi Dugaan Pelanggaran HAM di Intan Jaya

MANOKWARI, TOMEI.ID | Ikatan Mahasiswa Pegunungan Tengah (IMPT) Kota Studi Manokwari bersama Gerakan Pelajar dan…

55 menit ago

Bantuan 2 Ton Beras Disalurkan untuk Pengungsi Konflik di Wamena, Dinsos Papua Pegunungan Minta Warga Jaga Perdamaian

WAMENA, TOMEI.ID | Kementerian Sosial (Kemensos) RI melalui Dinas Sosial Provinsi Papua Pegunungan bersama Yayasan…

1 jam ago

Bobon Santoso Ditolak di Wamena, Aktivis Pribumi: Papua Pegunungan Butuh Pendidikan, Kesehatan, dan Lapangan Kerja

WAMENA, TOMEI.ID | Kehadiran kreator konten Bobon Santoso melalui kegiatan Kuali Merah Putih di Wamena,…

2 jam ago

Rabu Depan, MUSORMA V IMPPETANG Resmi Digelar di Jayapura, Konsolidasi Mahasiswa Pegunungan Bintang Dimulai

JAYAPURA, TOMEI.ID | Ikatan Mahasiswa/Pelajar Pegunungan Bintang (IMPPETANG) Se-Indonesia resmi menetapkan pelaksanaan Musyawarah Organisasi Mahasiswa…

1 hari ago

Warga Kiworo Laporkan Dugaan Penyerangan dan Pembakaran ke Polres Merauke

JAYAPURA, TOMEI.ID | Kepala Kampung Kiworo bersama perwakilan pemuda dan intelektual Kampung Kiworo, Distrik Kimaam,…

1 hari ago