Konflik Kapiraya: Deiyai dan Dogiyai Desak Mimika Turun Tangan Lewat Meja Adat

oleh -1046 Dilihat
Ketua Tim Harmonisasi Kabupaten Deiyai, Ernes Kotouki, SE (tengah), bersama tim gabungan saat melakukan peninjauan lapangan dan pendataan aspirasi masyarakat di lokasi konflik Distrik Kapiraya, Rabu (11/3/2026). Tim mendesak kolaborasi aktif dari Kabupaten Mimika untuk penyelesaian melalui jalur adat. [Foto: Marius for tomei.id].

DOGIYAI, TOMEI.ID | Mekanisme meja adat menjadi target utama dalam penyelesaian bentrok antara Suku Mee dan Suku Kamoro di Distrik Kapiraya. Melalui kerja sama lintas kabupaten, keputusan yang diambil diharapkan mampu menghormati nilai-nilai leluhur dan kesepakatan yang telah dijunjung tinggi oleh kedua suku secara turun-temurun.

Ketua Tim Harmonisasi Kabupaten Deiyai, Ernes Kotouki, SE, menegaskan bahwa keterlibatan Tim Harmonisasi Mimika sangat krusial. Ernes Kotouki menilai pendekatan kepada Suku Kamoro akan jauh lebih efektif jika dilakukan oleh tim dari Mimika, mengingat mayoritas warga suku tersebut berdomisili di wilayah administrasi Kabupaten Mimika.

banner 728x90

baca juga: Pemda Dogiyai Turunkan Tim Harmonisasi ke Kapiraya, Verifikasi Batas Adat Mee–Kamoro Dipacu

“Kami berharap Tim Harmonisasi dari Kabupaten Mimika dapat berkolaborasi dengan kami dalam menangani kasus ini. Pihak yang paling tepat untuk melakukan pendekatan kepada warga Kamoro adalah Tim Harmonisasi Mimika,” ujar Ernes Kotouki saat menyampaikan desakan tersebut secara langsung, Rabu, (11/3/2026).

Di sisi lain, Tim Harmonisasi dari Kabupaten Deiyai dan Dogiyai dilaporkan telah bergerak di lapangan. Tim gabungan tersebut saat ini fokus melakukan pendataan di lokasi kejadian sekaligus menyerap aspirasi masyarakat setempat sebagai bahan evaluasi penanganan konflik.

Langkah strategis berbasis kearifan lokal ini diambil untuk menjaga keharmonisan jangka panjang di wilayah tersebut. Selain terjun ke lapangan, tim juga terus melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait guna mematangkan langkah-langkah teknis dalam proses rekonsiliasi sosial yang sedang berjalan.

Percepatan perdamaian antara Suku Mee dan Suku Kamoro kini bergantung pada respons cepat Tim Harmonisasi Kabupaten Mimika. Kolaborasi ini diharapkan menjadi kunci utama dalam mengakhiri ketegangan di Distrik Kapiraya secara permanen. [*].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.