Berita

Konflik Kapiraya: Deiyai dan Dogiyai Desak Mimika Turun Tangan Lewat Meja Adat

DOGIYAI, TOMEI.ID | Mekanisme meja adat menjadi target utama dalam penyelesaian bentrok antara Suku Mee dan Suku Kamoro di Distrik Kapiraya. Melalui kerja sama lintas kabupaten, keputusan yang diambil diharapkan mampu menghormati nilai-nilai leluhur dan kesepakatan yang telah dijunjung tinggi oleh kedua suku secara turun-temurun.

Ketua Tim Harmonisasi Kabupaten Deiyai, Ernes Kotouki, SE, menegaskan bahwa keterlibatan Tim Harmonisasi Mimika sangat krusial. Ernes Kotouki menilai pendekatan kepada Suku Kamoro akan jauh lebih efektif jika dilakukan oleh tim dari Mimika, mengingat mayoritas warga suku tersebut berdomisili di wilayah administrasi Kabupaten Mimika.

baca juga: Pemda Dogiyai Turunkan Tim Harmonisasi ke Kapiraya, Verifikasi Batas Adat Mee–Kamoro Dipacu

“Kami berharap Tim Harmonisasi dari Kabupaten Mimika dapat berkolaborasi dengan kami dalam menangani kasus ini. Pihak yang paling tepat untuk melakukan pendekatan kepada warga Kamoro adalah Tim Harmonisasi Mimika,” ujar Ernes Kotouki saat menyampaikan desakan tersebut secara langsung, Rabu, (11/3/2026).

Di sisi lain, Tim Harmonisasi dari Kabupaten Deiyai dan Dogiyai dilaporkan telah bergerak di lapangan. Tim gabungan tersebut saat ini fokus melakukan pendataan di lokasi kejadian sekaligus menyerap aspirasi masyarakat setempat sebagai bahan evaluasi penanganan konflik.

Langkah strategis berbasis kearifan lokal ini diambil untuk menjaga keharmonisan jangka panjang di wilayah tersebut. Selain terjun ke lapangan, tim juga terus melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait guna mematangkan langkah-langkah teknis dalam proses rekonsiliasi sosial yang sedang berjalan.

Percepatan perdamaian antara Suku Mee dan Suku Kamoro kini bergantung pada respons cepat Tim Harmonisasi Kabupaten Mimika. Kolaborasi ini diharapkan menjadi kunci utama dalam mengakhiri ketegangan di Distrik Kapiraya secara permanen. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

15 Tahun Berjualan dari Jalan ke Jalan, Nurhana Yarinap Kini Buka Toko Rasta Nindy Papua di Nabire

NABIRE, TOMEI.ID | Air mata Nurhana Yarinap tak terbendung saat mengenang perjalanan 15 tahun membangun…

6 jam ago

Pemprov Papua Pegunungan Genjot Kualitas Data Bansos Lewat Bimtek SIKS-NG

WAMENA, TOMEI.ID |  Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Pegunungan berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas data kesejahteraan…

6 jam ago

Bahu Jalan dan Trotoar di Jalan Pepera Nabire Alih Fungsi Jadi Lahan Parkir

NABIRE, TOMEI.ID | Bahu jalan dan trotoar di sepanjang Jalan Pepera, Kabupaten Nabire, Papua Tengah,…

7 jam ago

180 Mahasiswa Ikuti Yudisium STAK Nabire, Lulusan Diharapkan Aktif Membangun Papua

NABIRE, TOMEI.ID | Sebanyak 180 mahasiswa mengikuti yudisium angkatan ke-13 Sekolah Tinggi Agama Kristen (STAK)…

9 jam ago

Lepas Kontingen STG ke Jambi, Meki Nawipa Tekankan Toleransi dan Karakter Generasi Muda

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah resmi melepas kontingen Swayamvara Tripitaka Gatha (STG)…

10 jam ago

Meki Nawipa Tegaskan Setiap Rupiah APBD Harus Bermanfaat bagi Masyarakat Papua Tengah

NABIRE, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, menegaskan bahwa setiap rupiah Anggaran Pendapatan dan Belanja…

15 jam ago