Berita

Kontak Senjata di Sugapa Memanas, TPNPB Klaim TNI Gunakan RPG dan Soroti Tambang Emas Wabu

NABIRE, TOMEI.ID | Situasi keamanan di Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, kembali memanas setelah Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) mengklaim terjadi kontak senjata dengan aparat militer Indonesia, Minggu (1/3/2026) sekitar pukul 07.00 WIT.

Dalam siaran pers Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB, juru bicara TPNPB Sebby Sambom menyatakan aparat militer menembakkan rocket-propelled grenade (RPG) ke arah Kaki Gunung Bulla, Kampung Bulapa.

TPNPB mengklaim proyektil tersebut menghantam kawasan yang mereka sebut sebagai permukiman dan kebun warga sipil di area hutan. Hingga kini, belum terdapat data terverifikasi mengenai korban jiwa maupun tingkat kerusakan akibat insiden tersebut.

Selain dugaan penggunaan senjata berat, TPNPB menilai intensitas operasi militer di Intan Jaya meningkat dalam beberapa waktu terakhir. Mereka juga menuding aparat keamanan terlibat dalam aktivitas pendulangan emas ilegal di Kampung Janamba, kawasan Blok Wabu.

Blok Wabu dikenal sebagai wilayah dengan potensi cadangan emas signifikan di Papua dan telah lama menjadi sorotan terkait isu keamanan, konflik kepentingan, serta tata kelola sumber daya alam.

Dalam pernyataannya, TPNPB mendesak penghentian serangan di wilayah yang mereka klaim sebagai area sipil serta meminta seluruh aktivitas pertambangan emas yang dianggap ilegal segera dihentikan.

Kelompok tersebut juga mengeluarkan peringatan keras terhadap warga sipil yang dituduh menjadi informan militer atau terlibat dalam aktivitas pertambangan ilegal. Pernyataan ini memicu kekhawatiran baru terhadap keselamatan masyarakat sipil di tengah konflik bersenjata yang masih berlangsung.

Kabupaten Intan Jaya selama beberapa tahun terakhir menjadi salah satu episentrum konflik antara aparat keamanan Indonesia dan kelompok yang berafiliasi dengan Organisasi Papua Merdeka (OPM), termasuk TPNPB.

Situasi di Sugapa dan wilayah sekitarnya dilaporkan masih dinamis dengan warga sipil berada dalam posisi paling rentan di tengah meningkatnya ketegangan bersenjata, sementara hingga berita ini diterbitkan pihak TNI belum memberikan pernyataan resmi terkait klaim penggunaan RPG maupun tudingan keterlibatan dalam aktivitas tambang emas ilegal tersebut.

Informasi ini disampaikan secara independen dari siaran pers Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB, dan redaksi tomei.id akan terus memperbarui perkembangan situasi secara berkala secara faktual, akurat, berimbang, dan bertanggung jawab kepada publik. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Dinkes Papua Tengah Perkuat Layanan HIV-TB di Nabire, Mentoring Klinik Sasar Sembilan Puskesmas PDP

NABIRE, TOMEI.ID | Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah memperkuat kualitas pelayanan HIV dan Tuberkulosis (TB)…

5 menit ago

BPBD Papua Pegunungan Salurkan Bantuan Darurat untuk Pengungsi Suku Lani

WAMENA, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Pegunungan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyalurkan…

48 menit ago

KKN UMPB Dorong Motivasi Belajar Siswa SMP Negeri 5 Warmare

WARMARE, TOMEI.ID | Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 6 Universitas Muhammadiyah Papua Barat (UMPB)…

1 jam ago

KADIN Papua Tengah Galang Bantuan untuk Korban Bencana NTT, Targetkan Satu Kontainer

NABIRE, TOMEI.ID | Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Papua Tengah menggalang bantuan kemanusiaan bagi masyarakat…

16 jam ago

PMKRI Nabire Nilai Subsidi Penerbangan Buka Akses Pedalaman Papua Tengah

NABIRE, TOMEI.ID | Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Nabire St. Albertus Magnus menilai…

22 jam ago

PPDI Yahukimo Desak Dugaan Peredaran Narkotika dan Miras yang Libatkan Oknum Aparat Diusut

DEKAI, TOMEI.ID | Dewan Pimpinan Cabang Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (DPC PPDI) Kabupaten Yahukimo mendesak…

23 jam ago