NABIRE, TOMEI.ID | Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) dari sayap Organisasi Papua Merdeka (OPM) mengakui satu anggotanya gugur dalam insiden kontak tembak dengan aparat keamanan Indonesia di Kampung Pepaya, Kabupaten Nabire, pada Senin (16/3/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan oleh pimpinan Kodam III Wilayah D Dulla, Aibon Kogoya, melalui siaran pers yang dirilis pada Jumat (19/3/2026).
Dalam keterangannya, disebutkan bahwa baku tembak terjadi antara pasukan TPNPB dan aparat TNI/Polri di wilayah tersebut.
Satu anggota yang dilaporkan tewas diidentifikasi bernama Urbianus Mirip, yang disebut menjabat sebagai Kepala Staf Keuangan Kodam III Wilayah D Dulla.
“Anggota kami, Urbianus Mirip, gugur dalam kontak tembak di Kampung Pepaya,” demikian pernyataan Brigadir Jenderal Aibon Kogoya dalam keterangan tertulis yang turut disertai rekaman video pada hari yang sama.
Selain korban jiwa, TPNPB menyebut sebanyak 11 anggota lainnya selamat dari insiden tersebut. TPNPB dalam pernyataannya menegaskan bahwa insiden tersebut tidak akan menghentikan aktivitas mereka di wilayah Papua.
“Kami tidak akan mundur dan tetap bertahan di medan pertempuran,” tegas Aibon.
Pihak TPNPB juga menyampaikan duka cita atas gugurnya anggota mereka dan menyebut peristiwa tersebut sebagai bagian dari perjuangan yang akan terus berlanjut.
Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi dari pihak TNI maupun Polri terkait klaim insiden kontak tembak tersebut.
Redaksi tomei.id akan terus berupaya secara independen untuk menyampaikan informasi secara akurat. Informasi ini masih bersumber dari satu pihak dan akan terus dikembangkan secara berimbang dengan mengedepankan prinsip verifikasi jurnalistik. [*].









