Berita

Kontribusi Freeport Capai Rp187 Triliun, Jadi Penopang Penting Penerimaan Negara

NABIRE, TOMEI.ID | PT. Freeport Indonesia mencatat kontribusi signifikan kepada negara melalui dividen dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang mencapai 11,04 miliar dolar AS atau sekitar Rp187 triliun (kurs Rp17.000 per dolar AS).

Berdasarkan keterangan resmi yang diterima redaksi, pada Senin (13/4), kontribusi tersebut didominasi oleh dividen sebesar 8,96 miliar dolar AS, sementara PNBP tercatat sebesar 2,08 miliar dolar AS.

Secara historis, kontribusi PTFI menunjukkan tren fluktuatif yang mengikuti dinamika harga komoditas global. Pada 2021, perusahaan membagikan dividen sebesar 234 juta dolar AS dengan PNBP sekitar 1,5 miliar dolar AS. Kinerja meningkat tajam pada 2022 dengan dividen mencapai 3,075 miliar dolar AS, sementara PNBP sebesar 145 juta dolar AS.

Memasuki 2023, kontribusi mengalami penyesuaian dengan dividen sebesar 708 juta dolar AS dan PNBP 140 juta dolar AS. Tren kembali menguat pada 2024, dengan dividen mencapai 2,95 miliar dolar AS dan PNBP sebesar 183,8 juta dolar AS. Sementara pada 2025, dividen tercatat sekitar 2,0 miliar dolar AS dengan PNBP sebesar 112,4 juta dolar AS.

Ekonom dari INDEF, Rizal Taufikurahman, menilai kontribusi PTFI mencerminkan peran strategis sektor pertambangan dalam menopang penerimaan negara, terutama saat harga komoditas berada pada level tinggi.

“Kontribusi PTFI besar dan menjadi salah satu penopang penting penerimaan negara dalam beberapa tahun terakhir, terutama ketika terjadi boom harga komoditas. Ini menunjukkan kapasitas perusahaan dalam menghasilkan nilai ekonomi yang signifikan,” ujarnya.

Meski demikian, ia menilai masih terdapat ruang penguatan dari sisi kebijakan fiskal agar manfaat tersebut dapat lebih stabil dan berkelanjutan.

Optimalisasi kontribusi, lanjutnya, tidak hanya berkaitan dengan besaran penerimaan, tetapi juga struktur kebijakan yang mampu memperkuat nilai tambah melalui hilirisasi pertambangan yang didorong pemerintah melalui MIND ID.

“Ke depan, pemerintah dapat mendorong skema yang lebih adaptif seperti mekanisme berbasis windfall saat harga tinggi, memperkuat hilirisasi untuk menciptakan nilai tambah di dalam negeri, serta meningkatkan transparansi pengelolaan penerimaan. Dengan begitu, kontribusi besar dari pelaku usaha seperti PTFI bisa semakin berdampak bagi transformasi ekonomi nasional,” katanya. [*]

Redaksi Tomei

Recent Posts

Bakom RI Soroti Media Kejar Viralitas, Bagaimana Nasib Kepercayaan Publik?

JAKARTA, TOMEI.ID | Di tengah persaingan media digital yang semakin cepat, mengejar viralitas tidak cukup…

5 jam ago

Bupati Yudas Tebai Dorong Manajemen Talenta ASN Dogiyai, Karier Birokrasi Harus Objektif dan Transparan

JAKARTA, TOMEI.ID | Bupati Dogiyai, Yudas Tebai, mendorong penerapan manajemen talenta Aparatur Sipil Negara (ASN)…

6 jam ago

IFRC 2026 Digelar di Mimika, 17 Tim Rescue Uji Kesiapsiagaan Darurat

TIMIKA, TOMEI.ID | Sebanyak 17 tim dari 16 perusahaan pertambangan dan energi di Indonesia akan…

6 jam ago

IA-ITB Dorong Investasi Mineral dan Migas, SDM Lokal Papua Jadi Prioritas

JAKARTA, TOMEI.ID | Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA-ITB) Pengurus Daerah Papua dan Papua Barat…

7 jam ago

Media Lokal Tak Bisa Lagi Bertahan dengan Cara Lama, Transformasi Jadi Keharusan

JAKARTA, TOMEI.ID | Media lokal menghadapi tantangan besar di tengah perubahan perilaku audiens, perkembangan teknologi…

7 jam ago

Bapperida Papua Tengah Kaji Kondisi Riil Daerah, Program Pembangunan Tak Boleh Salah Sasaran

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi…

1 hari ago