Berita

Korban Keracunan Makanan MBG di Depapre Bertambah, Puskesmas Siaga Penuh Tangani Pelajar

JAYAPURA, TOMEI.ID | Jumlah korban yang diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, terus bertambah 80 siswa hingga Selasa (4/8/2026) sore. Mayoritas korban merupakan pelajar Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Dugaan keracunan itu kini masih diselidiki untuk memastikan penyebabnya.

Meningkatnya jumlah pasien membuat Puskesmas Depapre menetapkan status siaga penuh. Seluruh tenaga kesehatan dikerahkan untuk menangani korban yang terus berdatangan dari Kampung Tablasupa, Tablasunu, Kendate, dan Waiya.

Kepala Puskesmas Depapre, Oktovina Wafumilena, membenarkan pihaknya sedang menangani dugaan keracunan makanan secara massal. Namun, ia menegaskan fokus utama saat ini adalah menyelamatkan seluruh pasien sebelum menyampaikan laporan medis resmi.

“Saat ini seluruh tim medis kami memfokuskan penuh perhatian pada tindakan penyelamatan darurat dan penstabilan kondisi pasien. Laporan medis resmi baru akan kami keluarkan setelah seluruh petugas selesai memberikan penanganan awal kepada para korban yang hingga sore ini masih terus berdatangan,” ujar Kapus Depare Oktovina Wafumilena kepada tomei.id, Rabu (5/8/2026).

Menurut Oktovina, tim medis bekerja tanpa henti memberikan pemeriksaan, terapi cairan, penanganan dehidrasi, serta observasi intensif guna mencegah kondisi pasien memburuk.

Berdasarkan keterangan salah seorang petugas dapur, makanan yang dikonsumsi para pelajar diproduksi di Dapur MBG Depapre sejak dini hari sebelum dikemas dan didistribusikan ke sekolah-sekolah penerima program.

Sementara itu, tim medis bersama instansi terkait masih melakukan investigasi dengan memeriksa sampel makanan, bahan baku, kualitas air, standar sanitasi dapur, serta proses penyimpanan dan distribusi makanan. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan apakah terdapat kontaminasi atau faktor lain yang menyebabkan dugaan keracunan massal.

Kasus ini menjadi perhatian luas setelah foto dan video penanganan korban beredar di media sosial. Warga dan keluarga korban mendesak pemerintah mengusut insiden tersebut secara menyeluruh, transparan, dan akuntabel agar penyebabnya segera terungkap serta menjadi bahan evaluasi terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di daerah.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi mengenai jumlah pasti korban maupun hasil pemeriksaan laboratorium. Pemerintah dan instansi berwenang masih melakukan penyelidikan sehingga penyebab dugaan keracunan belum dapat dipastikan, sementara Puskesmas Depapre tetap memprioritaskan penanganan medis terhadap seluruh pasien yang menjalani perawatan. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Meki Nawipa Pesan Lulusan STT Arastamar Nabire Buktikan Iman dan Integritas dalam Pengabdian

NABIRE, TOMEI.ID | Di tengah tuntutan pembangunan SDM Papua Tengah yang berintegritas, berkarakter, dan mampu…

7 jam ago

Karhutla Meluas, Pemprov Papua Tengah Kerahkan Lintas Unsur Hadapi Ancaman Bencana

NABIRE, TOMEI.ID | Menghadapi ancaman karhutla yang kian meluas, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah memperkuat…

8 jam ago

Maulid Nabi 1448 H, Gubernur Papua Barat Ajak Warga Perkuat Persaudaraan dan Toleransi

MANOKWARI, TOMEI.ID | Gubernur Provinsi Papua Barat, Dominggus Mandacan, mengajak seluruh masyarakat menjadikan peringatan Maulid…

8 jam ago

Mahasiswa Yahukimo di Jayapura Galang Dana untuk Korban Kebakaran 7 Rumah di Emdomen

JAYAPURA, TOMEI.ID | Mahasiswa Yahukimo kota studi Jayapura menggalang dana untuk membantu warga yang terdampak…

8 jam ago

Gubernur Fakhiri Ingin Festival Danau Sentani Jadi Gerakan Budaya, Lingkungan dan Ekonomi

NABIRE, TOMEI.ID | Gubernur Papua Matius Fakhiri berharap Festival Danau Sentani tidak sekadar menjadi agenda…

10 jam ago

Aktivis Adat Kenedi Desak Pemprov Serius Tangani Karhutla, Soroti Ancaman Ruang Hidup Papua

NABIRE, TOMEI.ID | Di tengah meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Papua…

10 jam ago