Berita

Kornelius Kotouki Duga Bupati dan Kapolres Mimika Membiarkan Konflik Kapiraya

NABIRE, TOMEI.ID | Anggota DPRK Dogiyai, Kornelius Kotouki, melontarkan tudingan keras dan kritik terbuka terhadap Pemerintah Kabupaten Mimika dan aparat keamanan terkait konflik antar kelompok masyarakat yang terus memanas di Distrik Kapiraya.

Terkait hal itu, Kornelius Kotouki angkat suara dan secara terbuka menduga Bupati Mimika serta Kapolres Mimika sengaja membiarkan konflik antara kelompok suku Kamoro, suku Kei, dan masyarakat suku Mee terus berlanjut. Kornelius Kotouki bahkan menyinggung adanya dugaan kepentingan tersembunyi di balik situasi yang hingga kini tak kunjung mereda tersebut.

Menurut Kotouki, selama bentrokan terjadi, Bupati Mimika dinilai tidak mengambil langkah tegas untuk meredam ketegangan, khususnya terhadap kelompok suku Kei yang disebutnya sebagai pendatang di wilayah Kapiraya.

“Selama konflik berlangsung, tidak ada tindakan tegas dan langkah konkret dari pemerintah daerah untuk menghentikan permusuhan terhadap masyarakat suku Mee,” ujar Kotouki kepada redaksi tomei.id, Kamis (12/2/2026).

Kornelius Kotouki juga menyoroti peran aparat kepolisian di lapangan selama konflik berlangsung. Menurut Kornelius Kotouki, personel yang diturunkan ke lokasi konflik tidak menjalankan fungsi pengamanan secara maksimal serta tidak menunjukkan ketegasan dalam meredam bentrokan.

“Kapolres Mimika terkesan diam dan tidak mengambil langkah konkret. Aparat yang berada di lokasi tidak bertindak tegas, bahkan terlihat seperti melindungi kelompok tertentu dan membiarkan situasi semakin memanas,” klaim Kotouki.

Kotouki merujuk pada insiden penyerangan yang terjadi pada Rabu (11/2/2026). Dalam peristiwa tersebut, ia menyebut aparat keamanan yang berada di lokasi tidak mengambil tindakan meskipun sejumlah pelaku diduga menggunakan senapan tabung saat bentrokan berlangsung.

Kornelius Kotouki menilai seharusnya pemerintah daerah, aparat keamanan, serta tokoh masyarakat duduk bersama secara terbuka dan transparan untuk menyelidiki akar persoalan secara menyeluruh, termasuk sengketa tapal batas di Kapiraya yang terus memicu ketegangan.

“Yang terjadi justru konflik seperti dibiarkan berlarut-larut tanpa penyelesaian yang jelas. Ini menimbulkan kecurigaan adanya pembiaran yang disengaja oleh pihak tertentu,” tegas Kornelius Kotouki.

Dalam kesempatan yang sama, Kotouki meminta Propam Polda Papua Tengah segera melakukan pemeriksaan terhadap Kapolres Mimika dan sejumlah anggota polisi yang bertugas saat bentrokan terjadi.

Kornelius Kotouki bahkan mendesak agar dilakukan evaluasi jabatan secara menyeluruh dan transparan apabila terbukti terjadi pelanggaran profesionalisme serta ketidaknetralan dalam penanganan konflik tersebut di lapangan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi maupun klarifikasi langsung dari Bupati Mimika maupun Kapolres Mimika terkait tudingan tersebut yang disampaikan Kornelius Kotouki. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

61 ASN Papua Tengah Ikuti Uji Kompetensi PBJ dan PPK, Perkuat Tata Kelola Pengadaan yang Profesional dan Berintegritas

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah memperkuat tata kelola pengadaan barang dan jasa…

2 hari ago

Gubernur Papua Tengah Buka Ujian Sertifikasi Pengadaan Barang dan Jasa, Tekankan Profesionalisme dan Integritas Aparatur

NABIRE, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa melalui Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda…

2 hari ago

Retreat Level Up Resmi Dibuka, Pemprov Papua Tengah Dorong Lahirnya Pemimpin Kristen Berkarakter dan Bersatu

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah resmi membuka kegiatan Retreat Level Up bertajuk…

2 hari ago

Pemprov Papua Tengah Perkuat Akses Bantuan Hukum bagi Masyarakat Miskin dan Kelompok Rentan

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah memperkuat komitmen memperluas akses bantuan hukum bagi…

2 hari ago

Gubernur Meki Nawipa: Hari Anak Nasional Harus Jadi Titik Balik Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak di Papua Tengah

NABIRE, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, menegaskan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42…

2 hari ago

Melian Obaipa: Dari Pelosok Siriwo Menembus Mimpi, Tukang Ojek yang Menjadi Juara Bahasa Inggris

Di saat sebagian besar pelajar menikmati masa liburan, Melian Obaipa justru menghabiskan waktunya di atas…

2 hari ago