PANIAI, TOMEI.ID | Pencegahan HIV-AIDS membutuhkan keterlibatan semua pihak, termasuk keluarga dan Gereja. Edukasi sejak dini kepada anak-anak dan remaja dinilai penting agar generasi muda memiliki pengetahuan kesehatan yang benar, mampu menjaga diri, serta tidak melakukan stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODH).
Pesan tersebut disampaikan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Paniai saat memberikan edukasi pencegahan HIV-AIDS dalam kegiatan Temu Sekolah Minggu Anak dan Remaja se-Dekenat Paniai di Paroki Kristus Jaya Komopa, Distrik Aradide, Kabupaten Paniai, Papua Tengah, Sabtu (31/10/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan Komisi Karya Kepausan Indonesia (KKI) Dekenat Paniai tersebut mengusung tema “Aku Sehat, Aku Berharga, Aku Menghargai Sesama”.
Sekretaris KPA Kabupaten Paniai, Agustinus Muyapa, mengatakan keterlibatan KPA dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memperluas pendidikan kesehatan kepada generasi muda, khususnya anak-anak dan remaja di lingkungan Gereja Katolik.
“Terima kasih kepada Komisi KKI Dekenat Paniai, khususnya panitia pelaksana di Paroki Kristus Jaya Komopa, yang telah mengundang kami untuk memberikan edukasi tentang pencegahan HIV-AIDS kepada anak-anak dan remaja. Kegiatan seperti ini sangat penting untuk membangun pengetahuan sejak dini,” ujar Muyapa.
Ia menjelaskan, edukasi tersebut menjadi kesempatan untuk membekali generasi muda dengan pemahaman yang benar mengenai HIV-AIDS, cara penularannya, langkah pencegahan, serta pentingnya menghindari stigma dan diskriminasi terhadap ODH.
Menurutnya, pendidikan kesehatan tidak boleh berhenti pada kegiatan sosialisasi sesaat. Keluarga, sekolah, Gereja, dan pemerintah perlu terlibat secara berkelanjutan agar anak-anak dan remaja memperoleh informasi yang benar serta mampu menjaga kesehatan diri.
Sementara itu, Koordinator KKI Dekenat Paniai, Diakon Anselma Doo, menjelaskan tema “Aku Sehat, Aku Berharga, Aku Menghargai Sesama” dipilih untuk menanamkan kesadaran kepada anak-anak dan remaja tentang pentingnya menjaga kesehatan, menghargai martabat diri, serta membangun sikap saling menghormati.
“Melalui tema ini, kami ingin mengajak anak-anak dan remaja untuk menyadari bahwa mereka berharga, perlu menjaga kesehatan, serta belajar menghargai sesama tanpa membeda-bedakan. Pengetahuan yang benar dan sikap saling peduli menjadi bagian penting dalam kehidupan bersama,” demikian pesan Anselma Doo dalam sambutannya.
Ia berharap, kegiatan Temu KKI Anak dan Remaja tidak hanya memperkuat iman, tetapi juga membentuk karakter generasi muda agar mampu menerapkan perilaku sehat, saling melindungi, dan membawa pesan positif di keluarga, sekolah, Gereja, serta lingkungan masyarakat.
Untuk diketahui, kegiatan Temu KKI Anak dan Remaja Dekenat Paniai berlangsung selama lima hari dengan melibatkan peserta dari delapan paroki.
Pertemuan tersebut menjadi ruang krusial bagi anak-anak dan remaja untuk mempererat persaudaraan, memperdalam iman, bertukar pengalaman, serta memperoleh pembinaan yang bermanfaat bagi kehidupan mereka.
Ketua panitia pelaksana, Akulian Adii, menyampaikan apresiasi kepada KPA Kabupaten Paniai yang telah memenuhi undangan panitia untuk memberikan advokasi dan edukasi pencegahan HIV-AIDS kepada generasi muda Katolik.
Menurutnya, keterlibatan KPA dalam kegiatan tersebut memperlihatkan pentingnya kerja sama antara pemerintah dan Gereja dalam membangun kesadaran kesehatan masyarakat.
Pencegahan HIV-AIDS membutuhkan lebih dari sekadar sosialisasi. Pengetahuan yang benar, kepedulian keluarga, keterlibatan Gereja, dan sikap masyarakat yang bebas dari stigma menjadi bagian penting dalam melindungi generasi muda serta menghormati martabat setiap manusia. [*].
NABIRE, TOMEI.ID | Juru Bicara (Jubir) Gubernur Papua Tengah, Emanuel You, menegaskan bahwa informasi mengenai…
MANOKWARI, TOMEI.ID | Polemik Dana Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi (DBH Migas) Papua Barat…
MANOKWARI, TOMEI.ID | Capaian imunisasi campak dan rubela (MR) dalam penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB)…
MANOKWARI, TOMEI.ID | Regenerasi organisasi tidak cukup hanya ditandai dengan bertambahnya anggota baru. Lebih dari…
TIMIKA, TOMEI.ID | Lahan bekas aktivitas pertambangan tidak selalu berakhir sebagai kawasan yang kehilangan nilai…
WAMENA, TOMEI.ID | Anggota Komisi IV DPR Papua Pegunungan, Fransina Daby, meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov)…