Berita

Ledakan Dahsyat Guncang Permukiman Warga di Biak, Diduga Bom Peninggalan Perang Dunia II Meledak

BIAK, TOMEI.ID | Ledakan dahsyat mengguncang kawasan permukiman padat penduduk di Kampung Yenures, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Papua, Minggu (31/5/2026) sore. Dentuman keras yang terdengar hingga radius tertentu itu menghancurkan sejumlah bangunan warga dan memicu kepanikan massal di sekitar lokasi kejadian.

Peristiwa tersebut terekam kamera pengawas (CCTV) di kawasan Pelabuhan Biak. Rekaman yang kemudian beredar luas di media sosial memperlihatkan momen ledakan besar yang mengguncang kawasan pesisir dan mengundang perhatian publik.

Berdasarkan foto serta video amatir yang beredar, dampak ledakan terlihat sangat parah. Sejumlah rumah warga mengalami kerusakan berat, puing-puing bangunan berserakan, sementara beberapa bangunan dilaporkan rata dengan tanah akibat kuatnya daya ledak.

Kapolres Biak, AKBP Ari Trestiawan, membenarkan insiden tersebut. Berdasarkan dugaan sementara, ledakan berasal dari bom peninggalan Perang Dunia II yang meledak di tengah kawasan permukiman.

“Dugaan sementara ledakan ini terjadi karena ada bom peninggalan Perang Dunia II yang meledak di lokasi,” kata Ari Trestiawan saat dikonfirmasi, Minggu sore.

Hingga Minggu malam, aparat gabungan masih melakukan pendataan terhadap korban maupun kerusakan yang ditimbulkan akibat peristiwa tersebut. Polisi belum merilis jumlah pasti korban karena proses identifikasi dan evakuasi masih berlangsung.

“Ada korban tapi sementara kami masih mengumpulkan datanya. Sampai saat ini kami masih di lapangan dan mengumpulkan data korban dan kerusakan akibat ledakan. Kami akan sampaikan jika sudah ada datanya,” ujarnya.

Selain melakukan pendataan, personel gabungan TNI, Polri, dan Basarnas masih disiagakan di lokasi guna mengevakuasi korban, mengamankan area terdampak, serta mengantisipasi kemungkinan adanya material berbahaya lain di sekitar titik ledakan.

Insiden ini kembali menyoroti ancaman laten sisa-sisa amunisi Perang Dunia II yang masih ditemukan di sejumlah wilayah Papua, khususnya Kabupaten Biak Numfor yang pernah menjadi salah satu medan pertempuran besar di kawasan Pasifik pada era perang tersebut. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Komisi IV DPR Papua Pegunungan Kesal, Dinas PUPR Tiga Kali Mangkir dari Rapat Realisasi Anggaran 2026

WAMENA, TOMEI.ID | Komisi IV DPR Papua Pegunungan mengecam ketidakhadiran Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan…

25 menit ago

BERITA FOTO | Rakerkesda I Papua Tengah Satukan Langkah Pemerataan Layanan Kesehatan Delapan Kabupaten

PUNCAK JAYA, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah, menggelar Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda)…

7 jam ago

Gubernur Meki Nawipa: Badai Cartenz Cup VI Jadi Wadah Pembinaan Talenta Sepak Bola Papua Tengah

NABIRE, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa menegaskan Turnamen Sepak Bola Badai Cartenz Cup…

8 jam ago

SPWP Nabire Gelar Diskusi Publik dan Lapak Baca Gratis Peringati Tragedi Biak Berdarah 1998

NABIRE, TOMEI.ID | Solidaritas Pelajar West Papua (SPWP) Wilayah Nabire menggelar diskusi publik dan lapak…

9 jam ago

Otis Money: Jangan Jadikan Masyarakat Tameng, Satgas PKH Datang Periksa Legalitas PT Kristalin Eka Lestari

NABIRE, TOMEI.ID | Kepala Suku Besar Wate, Otis Money, mengimbau masyarakat adat di sepanjang Sungai…

16 jam ago

Dinkes Papua Tengah Kirim 11 Koli Logistik Kesehatan ke Intan Jaya

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah melalui Dinas Kesehatan mengirim 11 koli logistik…

17 jam ago