Berita

Lembaga Mitra Pendidikan Perkuat Program Strategis Dinas Pendidikan Papua Tengah Tahun 2025

NABIRE, TOMEI.ID | Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah menggandeng sejumlah lembaga mitra pendidikan dalam rangka memperkuat layanan dan mutu pendidikan Tahun 2025. Kerja sama ini mencakup pendidikan berpola asrama, pembiayaan sekolah dan kuliah, pendidikan vokasi, layanan pendidikan anak tidak sekolah (ATS), hingga peningkatan kompetensi siswa melalui penguasaan Bahasa Inggris.

baca juga: Data Pendidikan Papua Tengah: 11.204 Guru, 3.981 Belum Tersertifikasi, 801 Lulusan PPG Jadi Fokus Penguatan

Berdasarkan data program kerja sama Mitra Pendidikan Papua Tengah Tahun 2025, seluruh inisiatif yang dijalankan bersama mitra telah berstatus “sudah berjalan” dan menjangkau berbagai jenjang pendidikan di delapan kabupaten.

Salah satu program utama adalah Sekolah Sepanjang Hari (SSH) dan pengembangan Akademi Komunitas yang dilaksanakan bersama Universitas Negeri Papua (UNIPA). Program ini mencakup 10 sekolah dasar di 8 kabupaten sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pembelajaran dan penguatan literasi dasar siswa di wilayah kampung.

baca juga: Rektor USWIM: Kebijakan Pendidikan Gratis Papua Tengah Sudah Dirasakan Mahasiswa

Di jenjang pendidikan tinggi, Universitas Pelita Harapan (UPH) melanjutkan program matrikulasi bagi mahasiswa, sementara 24 perguruan tinggi di Papua Tengah terlibat dalam program bantuan pendidikan yang menyasar lebih dari 5.000 mahasiswa tingkat akhir. Program ini bertujuan menekan angka putus kuliah serta mendorong kelulusan tepat waktu.

Pendidikan Gratis dan Penguatan Vokasi

Pada jenjang pendidikan menengah, Pemerintah Provinsi Papua Tengah menjalankan Program Pendidikan Gratis bagi 128 sekolah yang terdiri dari SMA, SMK, dan SLB. Program ini menjangkau 26.217 siswa dan menjadi bagian dari kebijakan afirmatif untuk mengurangi beban biaya pendidikan yang selama ini ditanggung orang tua.

Selain itu, penguatan pendidikan vokasi dilakukan melalui kajian revitalisasi Pendidikan Guru (KPG) dan SMK terintegrasi yang menyasar sekolah-sekolah di Kabupaten Nabire, Dogiyai, dan Deiyai. Program ini difokuskan pada peningkatan relevansi pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja dan potensi lokal daerah.

Penguatan Mutu Perguruan Tinggi dan Layanan ATS

Dalam rangka memenuhi standar nasional pendidikan tinggi, Dinas Pendidikan Papua Tengah juga menjalin kemitraan dengan STAK Nabire dan STT Walterpos yang berlokasi di Nabire, Paniai, dan Jayapura. Kerja sama ini diarahkan pada penguatan mutu kelembagaan dan akademik perguruan tinggi di Papua Tengah.

Sementara itu, layanan pendidikan bagi anak tidak sekolah (ATS) dan penguatan kecakapan hidup dilaksanakan melalui Yayasan Anak Karang Tumaritis, yang menyasar anak-anak usia produktif yang tidak terakses pendidikan formal.

Bahasa Inggris dan Pendidikan Berpola Asrama

Peningkatan kompetensi siswa juga dilakukan melalui program kursus Bahasa Inggris yang dikelola oleh Yayasan Black Mutiara, dengan sasaran 1.200 siswa dari jenjang SD hingga SMK di Kabupaten Mimika dan Paniai.

Di bidang pendidikan berpola asrama, Meepago Boarding School yang dikelola oleh Yayasan Honai Generasi Unggul Papua menampung 100 siswa, sementara program asrama lanjutan dijalankan oleh Yayasan Pendidikan Genius dan Yayasan PESAT Nabire. Program ini secara khusus menyasar anak-anak dari daerah konflik, termasuk Kabupaten Intan Jaya, dengan target lulusan jenjang SD hingga SMA dan SMK.

Peningkatan Kompetensi Guru

Untuk mendukung kualitas tenaga pendidik, Yayasan Masyarakat SM-3T Institute melaksanakan program pendampingan percepatan Pendidikan Profesi Guru (PPG) sesuai Permendikbudristek Nomor 44 Tahun 2024. Program ini diikuti oleh 792 guru yang tersebar di delapan kabupaten Papua Tengah.

Selain itu, penguatan sekolah pelopor dilakukan melalui kerja sama dengan Yayasan Pendidikan Advent, sementara Yayasan Pendidikan Pelita Harapan melanjutkan program sekolah kedinasan. Pemenuhan standar pendidikan tinggi juga diperkuat melalui kemitraan dengan Yayasan Wiyata Cenderawasih di Nabire.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah menegaskan bahwa seluruh kerja sama dengan lembaga mitra pendidikan tersebut merupakan bagian dari strategi memperluas akses, meningkatkan mutu, serta menyiapkan sumber daya manusia Papua Tengah yang unggul dan berdaya saing. Seluruh program dilaporkan telah berjalan sesuai rencana sepanjang Tahun 2025. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Komnas HAM Tak Hadir, Mahasiswa Dogiyai Desak Pengusutan Tuntas Kasus Penembakan Warga Sipil

JAYAPURA, TOMEI.ID | Gelombang protes terhadap dugaan pelanggaran HAM di Dogiyai, Papua Tengah, kembali menggema…

1 jam ago

Pelaku Insiden Dogiyai Berdarah Belum Terungkap, Mahasiswa di Jayapura Desak Negara Bertanggung Jawab

JAYAPURA, TOMEI.ID | Kasus penembakan yang menewaskan sembilan warga sipil di Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah,…

1 jam ago

Pemuda Idadagi Tolak Stigma KKB terhadap Almarhum Nopison Tebai, Sebut Korban Pelajar Aktif SMA Negeri 2 Dogiyai

DOGIYAI, TOMEI.ID | Pemuda Kampung Idadagi, Marianto Deba, dengan keras menolak pernyataan Kepolisian Dogiyai yang…

2 jam ago

Pemuda Dogiyai Sebut Melkias Keiya “Kepala Suku Gadungan”

NABIRE, TOMEI.ID | Pemuda Dogiyai melontarkan kritik keras terhadap Melkias Keiya yang mereka sebut sebagai…

2 jam ago

Mahasiswa Dogiyai di Jayapura Gelar Mimbar Bebas, Desak Negara Usut Penembakan 9 Warga Sipil

JAYAPURA, TOMEI.ID | Sejumlah mahasiswa asal Dogiyai menggelar aksi mimbar bebas di kawasan Lingkaran Abepura,…

2 jam ago

Warga Sipil Tewas Ditembak di Dogiyai

DOGIYAI, TOMEI.ID | Situasi keamanan di Distrik Dogiyai, Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah, kembali memanas setelah…

16 jam ago