Berita

Mahasiswa dan Masyarakat Paniai Sepakati Pansus Tolak DOB, Militerisme, dan Investasi

PANIAI, TOMEI.ID | Mahasiswa bersama berbagai elemen masyarakat Kabupaten Paniai menyepakati pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Paniai untuk menindaklanjuti penolakan terhadap pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB), militerisme, dan investasi di wilayah Paniai, Papua Tengah.

Kesepakatan tersebut dicapai dalam audiensi antara mahasiswa, tokoh masyarakat, tokoh agama, masyarakat adat, perwakilan perempuan, pemuda, dan intelektual Paniai dengan DPRD Kabupaten Paniai yang berlangsung pada Senin (19/1/2026).

Audiensi ini merupakan tindak lanjut dari aksi penyampaian aspirasi masyarakat yang digelar pada 15 Januari 2026. Aksi tersebut mencerminkan keresahan publik terhadap arah kebijakan negara di Paniai yang dinilai tidak berpihak pada kepentingan masyarakat adat serta mengancam keselamatan warga sipil.

Dalam audiensi tersebut, mahasiswa dan masyarakat secara tegas menyampaikan tiga tuntutan utama. Pertama, menolak pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) di Kabupaten Paniai. Kedua, menolak kehadiran militer serta menuntut penarikan seluruh aparat militer organik maupun non-organik dari wilayah Paniai. Ketiga, menolak seluruh bentuk investasi, baik yang telah berjalan maupun yang direncanakan beroperasi di Kabupaten Paniai.

“Penolakan ini lahir dari pengalaman langsung masyarakat yang selama ini menjadi korban kebijakan yang tidak berpihak dan mengabaikan suara rakyat Paniai,” ujar Mugi Bunai, perwakilan mahasiswa, saat audiensi dengan DPRD Paniai, Senin (19/1/2026).

Menanggapi tuntutan tersebut, DPRD Kabupaten Paniai bersama mahasiswa dan masyarakat menyepakati pembentukan Panitia Khusus (Pansus). Pansus ini dibentuk untuk menampung, mengkaji, dan menindaklanjuti seluruh aspirasi masyarakat melalui mekanisme kelembagaan DPRD.

Pembentukan Pansus dinilai sebagai langkah awal agar aspirasi rakyat Paniai tidak berhenti di ruang dialog, melainkan dikawal hingga ke tingkat pengambilan keputusan pemerintah pusat secara resmi dan bertanggung jawab.

Selain pembentukan Pansus, audiensi juga menyepakati perubahan Surat Keputusan (SK) Koalisi Masyarakat Adat Anti Militerisme (KOMAM). Organisasi tersebut akan bertransformasi menjadi Solidaritas Mahasiswa se-Indonesia Asal Kabupaten Paniai dengan struktur yang melibatkan mahasiswa, tokoh masyarakat, tokoh agama, masyarakat adat, pemuda, tokoh perempuan, dan intelektual.

Ketua DPRD Kabupaten Paniai, Yanuarius Yumai (Fraksi PDI Perjuangan), menyatakan komitmen DPRD untuk mengawal aspirasi mahasiswa dan masyarakat Paniai hingga ke tingkat kementerian terkait sesuai mekanisme yang berlaku.

“Aspirasi ini adalah suara rakyat dan menjadi tanggung jawab DPRD untuk mengawalnya secara serius, terbuka, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik,” ujar Yanuarius Yumai.

Sementara itu, Ketua Panitia Khusus (Pansus), Melianus Yatipai, S.H. (Partai Garuda), menjelaskan bahwa DPRD melalui Pansus akan membawa penolakan pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) ke Kementerian Dalam Negeri, persoalan investasi ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, serta tuntutan penarikan militer ke Kementerian Pertahanan.

Mahasiswa dan masyarakat Paniai menegaskan akan terus mengawal realisasi seluruh kesepakatan yang telah disampaikan DPRD, termasuk komitmen tindak lanjut serta penganggaran oleh pemerintah daerah.

“Kami akan memastikan seluruh kesepakatan ini direalisasikan secara konkret dan tidak berhenti pada janji politik semata, melalui pengawasan bersama dan konsolidasi rakyat secara berkelanjutan,” tegas Mugi Bunai, perwakilan mahasiswa. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Wagub Papua Pegunungan Bantu Rp200 Juta untuk Bayar Kontrakan Mahasiswa Yahukimo

MANOKWARI, TOMEI.ID | Wakil Gubernur Papua Pegunungan, Ones Pahabol, memberikan bantuan sebesar Rp200 juta kepada…

7 menit ago

Kapolda Cup I Papua Tengah Diikuti 36 Tim SMP, Jermias Rontini Bidik Bibit Sepak Bola Nabire

NABIRE, TOMEI.ID | Sebanyak 36 tim sekolah menengah pertama (SMP) se-Kabupaten Nabire, Papua Tengah, siap…

47 menit ago

KNPB Sentani Bantah Terlibat Pengibaran Bintang Kejora di USTJ, Sebut Isu Itu Propaganda

JAYAPURA, TOMEI.ID | Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Sentani membantah keterlibatan organisasinya dalam aksi…

59 menit ago

Menata Bandara Lama Nabire: Jalan Alternatif, Ruang Hijau dan Ruang Bersama Masyarakat

Oleh: Wendy Eko Suswinarko Sinopsis Kawasan Bandara Lama Nabire memiliki posisi strategis dan hamparan lahan…

2 jam ago

Bimtek Microsoft Office BKPSDM Papua Tengah, ASN OPD Akui Keterampilan Kerja Makin Terasah

NABIRE, TOMEI.ID | Sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) pengelola layanan kepegawaian dari berbagai Organisasi Perangkat…

2 jam ago

Bina Akrab IPMAPAN VII di Kendari Tuntas, Perkuat Solidaritas dan Karakter Mahasiswa Paniai

KENDARI, TOMEI.ID | Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Paniai (IPMAPAN) Kota Studi Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara,…

12 jam ago