Berita

Mahasiswa dan Warga Paniai Gelar Aksi Jilid II di DPRK, Tolak DOB, Tambang, dan Militerisasi

PANIAI, TOMEI.ID | Solidaritas Mahasiswa dan Mahasiswi Paniai se-Indonesia (SMI-KP) bersama masyarakat Paniai kembali menggelar aksi demonstrasi Jilid II di Kantor DPR Kabupaten Paniai, Papua Tengah.

Aksi berlangsung selama dua hari, Senin (12/1/2026) dan Kamis (15/1/2026), di depan Kantor DPRK Paniai dan diikuti ratusan peserta.

Dalam siaran pers yang diterima tomei.id, massa menyampaikan tiga tuntutan utama: menolak pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB), menolak aktivitas pertambangan, serta menolak kehadiran militer organik maupun non-organik di wilayah adat Paniai.

Koordinator titik aksi, Yulianus Bunai, menegaskan kebijakan-kebijakan tersebut dibuat tanpa melibatkan masyarakat adat.

“Kami menolak DOB, tambang, dan militerisasi karena semua rencana ini dibuat tanpa melibatkan masyarakat adat Paniai. Kami tidak pernah diajak bicara; tiba-tiba kebijakan sudah diputuskan,” ujar Bunai.

Penolakan DOB mencakup rencana pembentukan Kabupaten Delema Jaya atau Moni Jaya, Kabupaten Paniai Timur atau Wedauma, serta Kabupaten Paniai Barat. Massa menilai pembahasan DOB hanya dilakukan oleh elit politik dan pemodal, tanpa partisipasi masyarakat adat.

Selain itu, massa menolak keberadaan tujuh perusahaan tambang yang izinnya disebut ditandatangani pada 2014–2015 tanpa sepengetahuan masyarakat. Penolakan juga ditujukan pada aktivitas pertambangan di wilayah Baya Biru, serta perusahaan PT Nabire Bhakti Mining dan PT Irja Eastern Mineral and Atlantik Copper, S.A.

Massa menentang kehadiran militer organik dan non-organik di wilayah Kebo, Yagai, Agadide, Bibida, dan Obano, karena dianggap dilakukan tanpa persetujuan masyarakat adat.

Pada hari pertama aksi, mahasiswa dan warga kecewa karena hanya lima anggota DPRK Paniai yang hadir. Ketua DPRK, Yaniarus Yumai, dan Bupati Paniai, Yanpit Nawipa, tidak hadir dengan alasan mengikuti Rakernas PDIP di Jakarta pada 10–12 Januari 2026.

Namun, pernyataan tersebut dipertanyakan setelah seorang anggota DPRK Nabire dari Fraksi PDIP menyebut Bupati Paniai hanya hadir pada 10 Januari dan tidak mengikuti Rakernas hingga selesai.

Karena pimpinan daerah tidak hadir, massa sepakat melanjutkan aksi pada Kamis (15/1/2026) dengan syarat Ketua DPRK dan Bupati hadir langsung. Pada hari kedua, Bupati Paniai kembali absen, memilih menghadiri ibadah Natal dan perayaan Tahun Baru Pemkab Paniai di GOR Odiyai.

Tim negosiator mahasiswa mendatangi GOR Odiyai, tetapi Bupati tidak bersedia hadir ke Kantor DPRK. Mahasiswa juga mengaku mendapat perlakuan tidak pantas saat menyampaikan permintaan tersebut.

Akhirnya, mahasiswa dan masyarakat membacakan pernyataan sikap dan menyerahkan tuntutan resmi kepada lima anggota DPRK yang hadir. Kedua pihak menyepakati rencana audiensi terbuka pada Senin (19/1/2026) untuk membentuk Panitia Khusus (Pansus).

Pansus direncanakan melibatkan unsur mahasiswa, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh perempuan, dan kepala suku. Pansus akan menyampaikan tiga tuntutan utama ke kementerian terkait.

“Kami tegaskan, Ketua DPRK dan Bupati Paniai wajib hadir dan bertanggung jawab penuh dalam seluruh proses ini secara transparan dan adil,” tegas Bunai. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Operasi Militer Indonesia di Tembagapura: Tiga Warga Sipil Tewas, Ribuan Mengungsi, dan Tangkapan Massal

TIMIKA, TOMEI.ID | Aparat militer (TNI) melancarkan operasi militer di area pertambangan PT. Freeport McMoRan…

15 jam ago

HUT ke-76 Satpol PP, Yohanes Butu Tegaskan Ketegasan Humanis dan Komitmen Jaga Stabilitas Dogiyai

DOGIYAI, TOMEI.ID | Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Dogiyai menggelar upacara peringatan…

18 jam ago

Samneles Pigai Soroti Rekrutmen Pemain Luar, Desak Persipani Paniai Utamakan Talenta Lokal di Liga IV Papua Tengah

PANIAI, TOMEI.ID | Mantan pemain Persinab Nabire, Samneles Pigai, melontarkan kritik tajam terhadap kebijakan rekrutmen…

18 jam ago

874 CPNS Papua Tengah Terima STTP, BKPSDM Tekankan Disiplin dan Inovasi ASN

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya…

20 jam ago

Mesak Magai Serahkan 196 SK PPPK Formasi 2024, Tegaskan ASN Nabire Harus Siap Bertugas di Wilayah 3T

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Kabupaten Nabire menyerahkan 196 Surat Keputusan (SK) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian…

2 hari ago

Timika Siap Pesta Bola! Liga 4 Papua Tengah Resmi Digelar 8 Maret

TIMIKA, TOMEI.ID | Timika dipastikan menjadi pusat perhatian sepak bola Papua Tengah setelah resmi ditunjuk…

2 hari ago