Berita

Mahasiswa KKN Uncen Bangun Lapangan, Tinggalkan Warisan untuk Saba-Warwe

BIAK, TOMEI.ID | Suasana semarak menyelimuti Kampung Saba-Warwe, Distrik Oridek, Kabupaten Biak Numfor, pada Selasa (5/8/2025), saat mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Cenderawasih (Uncen) Tahun 2025 secara resmi meresmikan lapangan bola voli dan futsal yang mereka bangun selama masa pengabdian di kampung tersebut.

Pembangunan lapangan ini menjadi program utama mahasiswa KKN sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap kebutuhan masyarakat lokal. Tak hanya menjadi sarana olahraga, lapangan tersebut juga diharapkan menjadi ruang bersama untuk memperkuat interaksi sosial, pembinaan generasi muda, dan pemeliharaan semangat gotong royong di tengah masyarakat.

Acara peresmian berlangsung meriah dan penuh semangat. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Biak Numfor Arius Mirino, Kepala Distrik Oridek Ronald Rumbiak, Penjabat Kepala Kampung Saba-Warwe Irianto R. Rumawak, para tokoh adat, tokoh pemuda, guru-guru, serta ratusan warga dan siswa SD YPK Saba-Warwe.

Prosesi dimulai dengan doa bersama, dilanjutkan sambutan dari perwakilan mahasiswa dan pejabat yang hadir, dan ditandai dengan pemotongan pita oleh Kadispora sebagai simbol peresmian. Secara simbolis, ia juga menyerahkan bola dan net kepada Ketua Tim KKN sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap inisiatif generasi muda.

Dalam sambutannya, Arius Mirino menyampaikan apresiasi mendalam terhadap semangat dan kerja keras para mahasiswa. Ia menyebut pembangunan lapangan ini sebagai contoh konkret kontribusi pemuda dalam pembangunan desa.

“Beta lihat semua senyum, itu tanda sukses. Lapangan ini bisa digunakan untuk voli, futsal, takraw, atau bahkan menjadi tempat cerita bagi bapak-bapak sore hari. Ini luar biasa. Pemerintah siap mendukung karena ini langsung menyentuh masyarakat,” ujarnya disambut tepuk tangan warga.

Arius juga mendorong agar lapangan ini dimodifikasi agar ramah anak, sebagai bentuk dukungan terhadap pembinaan usia dini. Ia menegaskan bahwa ruang bermain merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter anak Papua yang sehat dan berdaya saing.

Ketua Tim KKN, David Marian, dalam sambutannya menegaskan bahwa pembangunan lapangan ini menjadi bukti pengabdian mahasiswa bukan hanya sebatas program, melainkan bentuk cinta dan kepedulian terhadap masyarakat.

“Kami membangun ini dengan semangat tulus. Kami percaya perubahan besar dimulai dari ruang kecil yang digunakan bersama. Ini bukan milik KKN, ini milik kampung. Jaga, rawat, dan manfaatkan untuk membangun masa depan,” tegasnya.

Penjabat Kepala Kampung, Irianto R. Rumawak, menyampaikan terima kasih dan rasa bangga atas kehadiran mahasiswa yang tidak hanya meninggalkan fasilitas fisik, tetapi juga semangat gotong royong dan nilai persatuan di tengah masyarakat.

Sementara itu, Bendahara Tim KKN, Sofia, menjelaskan bahwa pembangunan lapangan dilakukan secara swadaya oleh seluruh anggota tim, dengan melibatkan masyarakat dalam proses desain, pelaksanaan, hingga evaluasi. Ia juga menyampaikan laporan anggaran secara terbuka kepada warga sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas.

“Kami tidak hanya belajar dari kampung ini, tetapi juga ingin meninggalkan sesuatu yang bisa dikenang dan dimanfaatkan untuk jangka panjang,” katanya.

Menutup acara, David Marian kembali mengingatkan bahwa lapangan ini adalah warisan bersama, simbol dari kolaborasi, kerja keras, dan semangat membangun dari bawah.

“Lapangan ini adalah harapan yang kami bangun dengan cinta. Kami percaya, dari sini akan lahir bibit atlet, pemimpin masa depan, dan cerita-cerita baik dari Saba-Warwe,” ujarnya.

Melalui program ini, mahasiswa KKN Uncen 2025 membuktikan bahwa pengabdian bukan sekadar kewajiban akademik, tetapi juga panggilan moral. Mereka hadir bukan hanya sebagai mahasiswa, melainkan sebagai saudara, sahabat, dan agen perubahan. Di Kampung Saba-Warwe, mereka tidak hanya membangun lapangan, tetapi juga menanam harapan yang akan terus tumbuh lintas generasi. [*]

Redaksi Tomei

Recent Posts

Baku Tembak di Nduga, Praka Aprianus Tewas, Mayor Ket Gwijangge Gugur; TPNPB: Perang Berlanjut

NDUGA, TOMEI.ID | Kontak senjata antara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) dan aparat militer…

8 jam ago

Mencintai Pendidikan sebagai Jalan Pembebasan dan Fondasi Peradaban Berkeadilan di Era Modern

Oleh: Benidiktus Nokuwo Tulisan ini disusun bertepatan dengan momentum Hari Pendidikan Nasional 2026 sebagai refleksi…

8 jam ago

Hardiknas 2026, DPRK Nduga Apresiasi Dedikasi Guru di Mbua, Dorong Penguatan Layanan Pendidikan Pedalaman

JAYAPURA, TOMEI.ID | Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, Anggota DPRK Kabupaten Nduga,…

9 jam ago

Persiku Tak Gentar! Bambang: Kami Datang Bukan Jadi Tamu, Tapi Rebut Poin

JAYAPURA, TOMEI.ID | Persiku Kudus datang bukan untuk sekadar numpang lewat. Mereka siap memberi perlawanan…

22 jam ago

Pendidikan Menjangkau Pinggiran, Intan Jaya Bangun Fondasi Masa Depan dari Sekolah Terpencil

INTAN JAYA, TOMEI.ID | Pemerintah Kabupaten Intan Jaya melakukan terobosan dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional…

23 jam ago

Mahasiswa Jayawijaya Menggugat! Beasiswa Disorot, Pendidikan Daerah Didesak Dibongkar

JAYAPURA, TOMEI.ID | Himpunan Mahasiswa Jayawijaya (HMPJ) di Kota Studi Jayapura melancarkan tekanan keras kepada…

23 jam ago