Berita

Mahasiswa Mamberamo Raya Tagih Janji Pemda, Persoalan Asrama Dinilai Terus Diabaikan

JAYAPURA, TOMEI.ID | Forum Mahasiswa Kabupaten Mamberamo Raya Kota Studi Jayapura mendesak Pemerintah Kabupaten Mamberamo Raya segera menyelesaikan berbagai persoalan asrama mahasiswa yang hingga kini dinilai terbengkalai dan belum mendapat penanganan serius.

Desakan tersebut disampaikan menyusul masih banyaknya persoalan asrama mahasiswa, mulai dari sengketa lahan, bangunan yang belum diresmikan, hingga fasilitas yang dinilai tidak layak huni bagi mahasiswa asal Mamberamo Raya di Kota Jayapura.

Ketua Forum Mahasiswa Kabupaten Mamberamo Raya Kota Studi Jayapura, Hendrik Pitawa, menegaskan mahasiswa sudah berulang kali menyampaikan aspirasi kepada pemerintah daerah, namun belum ada langkah nyata yang benar-benar dirasakan mahasiswa di lapangan.

“Kami sudah berkali-kali menyampaikan persoalan ini kepada pemerintah daerah. Bahkan beberapa kali dimediasi, tetapi sampai hari ini belum ada penyelesaian konkret yang dirasakan mahasiswa,” tegas Hendrik Pitawa kepada wartawan di Jayapura, Rabu (20/5/2026) malam.

Menurut Hendrik, terdapat sejumlah asrama mahasiswa yang hingga kini masih menyimpan berbagai persoalan serius dan membutuhkan perhatian segera dari pemerintah daerah.

Beberapa asrama yang disoroti antara lain Asrama Putri Perumnas III Waena, Asrama Putra Buper Waena, Asrama Mahasiswa Perumnas II Waena, serta Asrama Pelajar Mahasiswa Bauzi di Jalan Proyek belakang Lapangan Emsyk Waena.

Persoalan paling mendesak, kata Hendrik, terjadi pada Asrama Putri di Perumnas III Waena yang hingga kini masih menyisakan polemik terkait status lahan dan hak masyarakat pemilik ulayat.

Forum Mahasiswa meminta Bupati dan Wakil Bupati Mamberamo Raya segera mengambil langkah penyelesaian agar persoalan tersebut tidak terus berlarut-larut.

Selain itu, mahasiswa juga menyoroti Asrama Putra di kawasan Buper Waena yang sampai sekarang belum diresmikan pemerintah daerah meski fasilitas tersebut sangat dibutuhkan mahasiswa.

Menurut Hendrik Pitawa, keterlambatan peresmian membuat mahasiswa kesulitan memperoleh tempat tinggal yang layak selama menempuh pendidikan di Jayapura.

“Kami butuh kepastian. Mahasiswa datang kuliah untuk belajar dan mempersiapkan masa depan daerah, bukan terus hidup dalam ketidakjelasan fasilitas pendidikan,” ujarnya.

Forum Mahasiswa juga menyoroti kondisi Asrama Mahasiswa di Perumnas II Waena yang dibangun sejak masa pemerintahan Bupati pertama Mamberamo Raya, Demianus Kyeuw-Kyeuw.

Namun hingga kini, rencana renovasi asrama tersebut belum berjalan maksimal karena keterbatasan anggaran.

“Asrama itu membutuhkan renovasi menyeluruh. Hasil konsultasi sebelumnya menyebutkan anggaran yang tersedia belum mencukupi,” kata Hendrik.

Persoalan serupa juga ditemukan pada Asrama Bauzi di kawasan Jalan Proyek yang sampai sekarang belum diresmikan pemerintah daerah.

Mahasiswa menilai lambannya penyelesaian berbagai persoalan asrama menunjukkan belum adanya keseriusan pemerintah daerah dalam menjawab kebutuhan dasar mahasiswa asal Mamberamo Raya di Kota Studi Jayapura.

Karena itu, Forum Mahasiswa meminta pemerintah daerah turun langsung meninjau kondisi seluruh asrama agar dapat melihat situasi riil yang dihadapi mahasiswa sehari-hari.

“Mahasiswa adalah aset daerah dan calon sumber daya manusia Mamberamo Raya ke depan. Pemerintah jangan menutup mata terhadap kebutuhan mahasiswa,” tegas Hendrik Pitawa.

Selain mendesak pemerintah daerah, Forum Mahasiswa juga meminta DPRK Mamberamo Raya, khususnya anggota DPRK jalur pengangkatan Otonomi Khusus (Otsus), ikut mengawal aspirasi mahasiswa agar dapat ditindaklanjuti secara serius.

Tidak hanya persoalan asrama di Jayapura, mahasiswa juga mempertanyakan kejelasan rencana pembangunan asrama mahasiswa Mamberamo Raya di Pulau Jawa yang hingga kini belum direalisasikan pemerintah daerah.

Menurut mahasiswa, keberadaan asrama di Pulau Jawa sangat penting untuk mendukung mahasiswa asal Mamberamo Raya yang sedang menempuh pendidikan di luar Papua.

“Kami berharap pembangunan asrama mahasiswa di Pulau Jawa segera direalisasikan agar mahasiswa asal Mamberamo Raya yang kuliah di luar Papua juga memiliki tempat tinggal yang layak,” katanya.

Di akhir keterangannya, Forum Mahasiswa menegaskan pemerintah daerah tidak boleh terus membiarkan persoalan asrama berlarut-larut tanpa kepastian penyelesaian.

Mahasiswa berharap Pemerintah Kabupaten Mamberamo Raya segera mengambil langkah konkret dan menjadikan persoalan asrama sebagai bagian penting dalam investasi pembangunan sumber daya manusia daerah. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

448 Mahasiswa KKN UNIPA Didorong Perkuat Pemberdayaan Masyarakat di Teluk Wondama

MANOKWARI, TOMEI.ID | Ketua Pengelola Kelas Wondama Universitas Papua (UNIPA), Jhony Aninam, mengajak 448 mahasiswa…

8 menit ago

UNIPA Kirim 448 Mahasiswa KKN ke Teluk Wondama Perkuat Pemberdayaan Masyarakat

MANOKWARI, TOMEI.ID | Universitas Papua (UNIPA) mengirim 448 mahasiswa untuk mengikuti program Kuliah Kerja Nyata…

29 menit ago

Disdikbud Papua Tengah Tegaskan Informasi Pengajuan Biaya Akhir Studi yang Beredar di WhatsApp adalah Hoaks

NABIRE, TOMEI.ID | Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Papua Tengah menegaskan bahwa informasi mengenai…

3 jam ago

Wagub Deinas Geley Resmikan Gereja Bukit Zaitun Kalisusu, Tegaskan Gereja sebagai Mitra Strategis Pembangunan Daerah

NABIRE, TOMEI.ID | Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, meresmikan Gedung Gereja Jemaat Bukit Zaitun…

4 jam ago

KAMAPI Youth Day 2026 Resmi Dibuka, Uskup Bernardus Tegaskan Orang Muda Pilar Masa Depan Gereja

DOGIYAI, TOMEI.ID | Uskup Keuskupan Timika, Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, OSA, secara resmi membuka Kamuu-Mapia…

6 jam ago

Pendidikan Gratis, Masyarakat Tiga Kabupaten Sampaikan Terima Kasih kepada Gubernur dan Wagub Papua Tengah

NABIRE, TOMEI.ID | Kebijakan pendidikan gratis yang digulirkan Pemerintah Provinsi Papua Tengah memantik respons luas…

22 jam ago