Berita

Mahasiswa Paniai di Jayapura Tolak Darurat Militer, Tuding Operasi Militer Picu Pelanggaran HAM

NABIRE, TOMEI.ID | Ratusan mahasiswa asal Kabupaten Paniai yang tergabung dalam Solidaritas Mahasiswa Peduli Manusia dan Alam Paniai menggelar aksi mimbar bebas di Tugu Pendidikan, Abepura, Senin (29/9/2025).

Mereka menolak kebijakan darurat militer yang diberlakukan di Paniai, Papua Tengah, sejak Mei 2024, dengan alasan kebijakan tersebut memperburuk situasi kemanusiaan.

Aksi ini merupakan respons atas operasi militer yang digelar pasca kontak senjata antara TNI dan TPNPB OPM di Distrik Bibida. Menurut mahasiswa, keberadaan aparat bersenjata justru memperparah penderitaan warga sipil dan memicu dugaan pelanggaran hak asasi manusia (HAM).

Salah satu sorotan utama adalah pendudukan RSUD Paniai oleh aparat bersenjata. Kondisi ini membuat pasien dan tenaga medis ketakutan hingga layanan kesehatan sempat terhenti. Akibatnya, sejumlah pasien dirujuk ke rumah sakit di Nabire, Deiyai, Dogiyai, dan Timika. Seorang pasien bahkan dilaporkan meninggal dunia karena terlambat mendapatkan penanganan medis.

Selain itu, mahasiswa menyoroti kasus penembakan warga sipil yang diduga dilakukan aparat. Dua orang dilaporkan tewas, termasuk seorang remaja berinisial DM yang hilang pada 14 Juni 2024 dan ditemukan meninggal tiga hari kemudian. Kasus ini menambah daftar panjang dugaan pelanggaran HAM yang belum terselesaikan di Papua.

Pembangunan pos militer di Bibida serta patroli malam di sekitar Danau Paniai juga dipandang memperparah trauma warga.

“Situasi ini membuat masyarakat ketakutan dan banyak yang memilih mengungsi ke kampung terdekat demi keselamatan,” ujar salah satu orator aksi.

Koordinator lapangan Yulianus Bunai menegaskan, mimbar bebas menjadi wadah mahasiswa Papua untuk menyuarakan penderitaan rakyat. Penanggung jawab aksi, Vian Gobai, Nando Boma, Fabianus Gobai, dan Toyai Keiya, menyerukan yel-yel penolakan militerisme: “Militerisme, lawan! Kembalikan militer ke Jakarta!”

Dalam aksinya, mahasiswa membawa poster bertuliskan “Tolak darurat militer di Paniai”, “Stop operasi militer”, “Tarik militer dari seluruh tanah Papua”, hingga “Solidaritas mahasiswa peduli alam dan manusia Paniai.”

Mahasiswa mendesak pemerintah segera menghentikan operasi militer, menarik pasukan dari Paniai, serta membuka ruang dialog inklusif untuk mencari solusi damai dan berkelanjutan.

Kapolsek Abepura, Kompol Yulianus Samberi, memastikan aksi berlangsung kondusif.

“Puji Tuhan, Alhamdulillah, kegiatan berjalan lancar. Aktivitas masyarakat juga tetap normal,” ujarnya. Ia menyebut, 140 personel dikerahkan untuk pengamanan dan koordinasi dengan Polresta Jayapura.

Aksi mahasiswa ini menegaskan bahwa pendekatan militeristik di Papua dinilai kontraproduktif. Dialog, rekonsiliasi, dan penghormatan terhadap HAM dinilai sebagai kunci penyelesaian konflik yang adil dan berkelanjutan. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Teladan Servant Leadership, Bupati Paniai Yampit Nawipa Layani Umat di HUT Pekabaran Injil ke-87

NABIRE, TOMEI.ID | Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Pekabaran Injil (PI) ke-87 di Tanah Papua…

1 hari ago

Elisa Sekenyap Tegaskan Regenerasi Jurnalis Papua 1.132 Peserta, Mayoritas Pelajar, Belajar Jurnalisme Antar-Provinsi

NABIRE, TOMEI.ID | Festival Media Se-Tanah Papua 2026 resmi ditutup Rabu (15/1/2026) di Nabire, Papua…

1 hari ago

Festival Media Perdana AWP Rampung Digelar, Dorong Regenerasi Jurnalis Papua

NABIRE, TOMEI.ID | Festival Media Se-Tanah Papua 2026 yang digelar Asosiasi Wartawan Papua (AWP) resmi…

1 hari ago

Gubernur Papua Tengah Tutup Festival Media Se-Tanah Papua 2026, Tegaskan Peran Strategis Insan Pers

NABIRE, TOMEI.ID | Rangkaian kegiatan Festival Media Se-Tanah Papua ke-1 yang berlangsung selama tiga hari,…

2 hari ago

Dewan Adat Papua Soroti Pengabaian Hak Politik Masyarakat Adat di Papua Tengah

NABIRE, TOMEI.ID | Ketua Dewan Adat Papua (DAP) Koordinator Wilayah Mee Pago, Okto Pekey, menegaskan…

2 hari ago

Redaktur Senior Tempo Dorong Jurnalis Papua Rutin Produksi Liputan Investigatif

NABIRE, TOMEI.ID | Redaktur Senior Tempo, Sunudyantoro, secara tegas mendorong jurnalis di Tanah Papua untuk…

2 hari ago