Berita

Masyarakat Lanny Jaya Desak Presiden dan Petinggi TNI Segera Tarik Pasukan Militer Non-Organik

LANNY JAYA, TOMEI.ID | Masyarakat Kabupaten Lanny Jaya menuntut penarikan segera pasukan militer non-organik dari wilayah mereka, menegaskan pentingnya keamanan dan ketenangan hidup warga yang selama ini hidup damai.

Aksi damai ini melibatkan gabungan elemen masyarakat, termasuk LSM, pemuda, gereja, tokoh adat, ASN, dan aparat kampung, sebagai bentuk koordinasi bersama untuk menyampaikan aspirasi kepada pemerintah daerah dan pusat.

Koordinator Lapangan aksi, Demis Tabuni, menegaskan bahwa kehadiran militer non-organik telah mengganggu ketenangan hidup warga dan menimbulkan ketakutan di tengah masyarakat yang selama ini hidup damai.

“Menurut Tabuni, wilayah Lanny Jaya aman dan tidak ada pelanggaran hukum oleh masyarakat. Namun, penerobosan militer yang berlebihan, termasuk membawa senjata ke desa-desa, menginterogasi warga, dan merusak rumah-rumah, telah mengejutkan dan meresahkan warga setempat,” Rabu, (20/8/2025).

Aksi ini juga menyoroti sejarah panjang ketidakadilan yang dirasakan masyarakat Papua sejak 1963, termasuk kegagalan implementasi Otonomi Khusus yang dinilai belum membawa kesejahteraan bagi orang asli Papua. Penambahan provinsi baru dan kehadiran militer justru dianggap memperparah situasi di lapangan.

“Kami tidak menolak negara, tapi kami menolak cara negara memperlakukan kami. Jangan jadikan tanah kami ladang operasi militer. Kami ingin hidup sebagai manusia yang bermartabat,” tegas Demis Tabuni, menekankan hak warga untuk hidup aman dan bermartabat di tanah mereka sendiri.

Dalam pernyataan tertulis yang disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya dan DPRD setempat, masyarakat menuntut beberapa hal. Pertama, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, diminta segera menarik militer non-organik dari seluruh wilayah Lanny Jaya dan Papua secara umum. Kedua, Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya diharapkan mengeluarkan surat perintah kepada kepala distrik dan kampung untuk melindungi masyarakat dari ancaman militer.

Selain itu, masyarakat menuntut DPRD Lanny Jaya segera membentuk Panitia Khusus (Pansus) untuk menindaklanjuti aspirasi ini dan meneruskannya ke Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan serta Presiden RI. Mereka juga menegaskan bahwa jika tuntutan ini tidak ditindaklanjuti hingga 1 September 2025, masyarakat akan melakukan demonstrasi besar-besaran dan menghentikan seluruh aktivitas pemerintahan di Lanny Jaya.

Tabuni menutup pernyataannya dengan tegas, “Kami sampaikan ini atas nama Tuhan Yang Maha Esa, atas nama tulang belulang leluhur kami, dan atas nama alam semesta Lanny Jaya. Jangan ganggu kami dengan moncong senjata.”

Aksi damai ini menjadi simbol perlawanan sipil terhadap pendekatan keamanan yang dianggap tidak manusiawi. Kehadiran masyarakat dari berbagai elemen menunjukkan keseriusan mereka dalam menyampaikan aspirasi secara damai dan terorganisir.

Selain itu, aksi ini menjadi seruan agar pemerintah lebih mendengar suara rakyat Papua dari akar rumput, memastikan perlindungan hak-hak masyarakat, dan menegakkan prinsip keadilan serta martabat bagi warga Lanny Jaya. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Pemprov Papua Tengah Perkuat Koperasi Simpan Pinjam, Cegah Kredit Macet dan Koperasi Mati Suri

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah memperkuat tata kelola koperasi simpan pinjam lintas…

23 menit ago

Gubernur Meki Nawipa Tunjuk Emanuel Youw sebagai Juru Bicara

NABIRE, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, secara resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan…

13 jam ago

Pemprov Papua Tengah Berencana Resmikan Dua PLTS di Kabupaten Puncak, Layani 185 Rumah di Daerah Terisolasi

NABIRE, TOME.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah terus memperluas akses energi bersih bagi masyarakat…

13 jam ago

Pj Sekda Papua Tengah Dorong Pengelola Kepegawaian Kuasai Teknologi Digital

TIMIKA, TOMEI.ID | Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Papua Tengah, Silwanus Sumule, mendorong para pengelola…

13 jam ago

Tery Wahla Dikukuhkan sebagai Kepala SD Negeri Duram, Pendidikan Didorong Jadi Fondasi Penguatan SDM Kimyal

DEKAI, TOME.ID | Ibadah syukuran atas pengukuhan Tery Wahla, sebagai Kepala SD Negeri Duram berlangsung…

14 jam ago

Boma/Kedeikoto Tolak Somasi Jhon Kegou, Persoalan Tanah Adat Yaro Diminta Diklarifikasi

NABIRE, TOMEI.ID | Keluarga besar Boma/Kedeikoto dari Kotomoma, Wiyogei, Modio, Kitakebo, dan Waihai menyatakan menolak…

2 hari ago