Berita

Meki Nawipa: Pendidikan Adalah Senjata, Anak Papua Harus Diberi Kesempatan

NABIRE, TOMEI.ID | Di hadapan para orang tua siswa Sekolah Papua Harapan (SPH) Nabire, Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa berbicara tentang pendidikan dari pengalaman hidupnya sendiri tentang perjuangan, kesempatan, dan keyakinan bahwa pendidikan mampu mengubah masa depan anak-anak Papua.

Meki menyampaikan pandangan itu saat menghadiri Open House Sekolah Papua Harapan (SPH) Nabire di Aula GPSDI Jalan R.E. Martadinata, Nabire, Jumat (28/8/2026).

Ia mengenang masa perjuangannya ketika pernah bekerja mengangkat barang di sebuah gudang milik orang asing. Pengalaman tersebut mengajarkannya bahwa keberhasilan tidak selalu dimulai dari sesuatu yang besar.

“Semua itu mulai dari hal kecil,” ujar Meki.

Bagi Meki, kehadiran SPH di Nabire merupakan kesempatan penting bagi anak-anak Papua Tengah untuk memperoleh pendidikan berkualitas sekaligus membangun karakter, moral, keterampilan, dan kepercayaan diri.

Ia mengatakan, pengalaman pendidikan yang pernah dijalaninya turut membentuk keyakinannya terhadap pentingnya proses belajar. Saat menempuh pendidikan, Meki mengaku pernah dibimbing dan dibina oleh guru berkewarganegaraan asing.

Dari pengalaman itu, ia meyakini keberhasilan tidak datang secara instan. Ada proses panjang yang harus ditempuh dengan kerja keras, ketekunan, dan kepercayaan diri.

Meki juga menilai pendidikan yang dikembangkan melalui yayasan-yayasan gereja dan para misionaris telah memberi ruang bagi banyak orang Papua untuk berkembang dan mencapai keberhasilan.

Menurutnya, pendidikan tidak cukup hanya mencetak anak yang unggul secara akademik. Pendidikan harus membentuk manusia yang memiliki karakter dan moral kuat serta mampu bersaing dan berguna bagi tanah Papua.

“Pendidikan itu senjata. Orang berpendidikanlah yang bisa merubah segalanya,” tegasnya.

Karena itu, Meki berharap SPH terus berdiri dan berkembang di Nabire. Ia ingin sekolah tersebut menjadi salah satu pilihan pendidikan bagi anak-anak Papua, termasuk mereka yang berasal dari pedalaman dan pelosok.

Pemerintah Provinsi Papua Tengah, kata Meki, akan membantu pembangunan fasilitas SPH secara bertahap sesuai kemampuan pemerintah dan kebutuhan pengembangan sekolah.

“Saya pikir uang kita bisa cari tetapi meletakan pondasi untuk anak-anak kecil susah,” jelas Gubernur.

Bagi Meki, pembangunan manusia merupakan investasi yang jauh lebih panjang dibandingkan pembangunan fisik. Gedung dapat dibangun, tetapi masa depan anak harus dipersiapkan sejak dini.

Karena itu, ia meminta orang tua tidak menyerahkan seluruh tanggung jawab pendidikan kepada sekolah. Kehadiran dan perhatian keluarga tetap menjadi bagian penting dalam membentuk disiplin serta karakter anak.

“Jadi para orang-orang tua, ko sesibuk apa pun kalau sekolah panggil dengan anak, pastikanlah. Karena ada anak yang tidak bisa dapat kesempatan seperti anak-anak kita,” harapnya.

Meki secara khusus meminta orang tua lebih aktif mendampingi anak dalam kesehariannya, termasuk memastikan keberangkatan dan kepulangan mereka dari sekolah.

“Jadi saya pesan kepada orangtua, pagi antar sore jemput,” pesannya.

Menurut Meki, perhatian sederhana dari orang tua dapat menjadi bagian penting dari perjalanan pendidikan seorang anak. Kesibukan tidak boleh menjadi alasan untuk kehilangan kesempatan mendampingi tumbuh kembang mereka.

Ia berharap Papua Tengah ke depan memiliki lebih banyak sekolah berkualitas seperti SPH. Sekolah-sekolah tersebut diharapkan mampu menjadi ruang pembentukan sumber daya manusia Papua yang memiliki kemampuan, karakter, dan daya saing.

“Kita mau di Papua Tengah harus ada sekolah-sekolah yang bagus seperti ini. Kalau sekolah seperti biasa-biasa itu susah,” terang Gubernur Meki.

Bagi Meki, masa depan Papua Tengah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan jalan, gedung, atau infrastruktur. Masa depan itu juga sedang dibentuk di ruang-ruang kelas, ketika anak-anak Papua diberi kesempatan untuk belajar dan berkembang.

Di situlah pendidikan menjadi lebih dari sekadar proses memperoleh ijazah. Pendidikan adalah jalan untuk membuka kesempatan, membangun karakter, dan menyiapkan generasi Papua yang kelak mampu menentukan arah masa depannya sendiri. [*]

Redaksi Tomei

Recent Posts

Bupati Nabire Minta Kepala Suku Moni dan Mee Serahkan Terduga Pelaku Kericuhan ke Polisi

NABIRE, TOMEI.ID | Bupati Nabire, Mesak Magai, meminta para kepala suku Moni dan Mee segera…

4 jam ago

11 Orang Luka, 8 Kendaraan Rusak; Dua Kelompok di Nabire Sepakat Berdamai

NABIRE, TOMEI.ID | Dua kelompok masyarakat yang terlibat keributan di kawasan depan SMP Negeri 2…

4 jam ago

HUT ke-70 GBGP di Tanah Papua, Gubernur Meki Nawipa Tekankan Peran Gereja dalam Pembangunan dan Perdamaian

NABIRE, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, menegaskan pentingnya peran gereja dalam mendukung pembangunan…

5 jam ago

BREAKING NEWS: Persoalan Sampah Dapur MBG Diduga Picu Kericuhan di Bumi Wonorejo Nabire

NABIRE, TOMEI.ID | Persoalan sampah yang diduga berasal dari dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG)…

17 jam ago

Green Policing di Taman Gizi, Kapolda Papua Tengah Bersihkan Lingkungan dan Dengarkan Curhat Warga

NABIRE, TOMEI.ID | Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Jermias Rontini bersama personel kepolisian melaksanakan kegiatan…

1 hari ago

200 Mahasiswa Teknik UNCEN Dibekali Wawasan Industri Freeport, Teknologi dan Kompetensi Jadi Fokus

JAYAPURA, TOMEI.ID | Sebanyak 200 mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih (UNCEN) mengikuti program Eksekutif Mengajar…

1 hari ago