Berita

MEMANAS! Paul Finsen Mayor Disorot BK DPD RI, Gelombang Dukungan Justru Menguat

JAKARTA, TOMEI.ID | Dinamika politik di Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI kian memanas setelah senator asal Papua Barat Daya, Paul Finsen Mayor, dipanggil oleh Badan Kehormatan DPD RI menyusul pernyataan kritisnya terkait kegagalan implementasi Otonomi Khusus (Otsus) serta penilaian terhadap peran Majelis Rakyat Papua (MRP) se-Tanah Papua.

Pemanggilan tersebut menjadi titik balik polemik. Alih-alih meredam situasi, langkah tersebut justru memicu gelombang dukungan dari berbagai kalangan yang menilai kritik itu sebagai representasi suara publik yang selama ini terpendam.

Dalam pernyataannya sebelumnya, Paul Finsen Mayor secara tegas menyoroti bahwa kebijakan Otsus belum sepenuhnya menjawab kebutuhan masyarakat Papua, serta menilai peran MRP belum optimal dalam memperjuangkan hak-hak Orang Asli Papua di tingkat kebijakan.

Dukungan terbuka datang dari anggota MRP Papua Pegunungan, Ismail Asso, yang menilai pernyataan tersebut bukan sekadar opini personal, melainkan refleksi dari realitas yang dirasakan masyarakat di akar rumput.

“Yang disampaikan itu adalah kejujuran. Banyak masyarakat merasakan hal yang sama, hanya saja tidak semua berani menyuarakannya,” ujar Ismail Asso, Kamis (9/4/2026).

Pernyataan ini mempertegas adanya kegelisahan publik terhadap implementasi Otsus yang selama ini menjadi instrumen utama pembangunan Papua. Kritik terhadap MRP sekaligus membuka ruang evaluasi terhadap efektivitas lembaga tersebut sebagai representasi kultural Orang Asli Papua.

Di sisi lain, respons masyarakat adat dan kalangan aktivis mulai menguat. Mereka menilai proses yang dilakukan Badan Kehormatan DPD RI berpotensi menjadi preseden yang dapat membatasi ruang kritik di parlemen, terutama terhadap wakil rakyat yang menyuarakan persoalan sensitif di daerahnya.

Hingga kini, pihak Badan Kehormatan DPD RI belum memberikan penjelasan rinci terkait substansi pemeriksaan maupun arah penanganan kasus tersebut, sehingga menambah spekulasi publik terhadap proses yang sedang berjalan.

Situasi ini menempatkan publik pada dua kutub penilaian: di satu sisi, kritik dipandang sebagai bentuk keberanian moral dalam menyuarakan kebenaran; di sisi lain, pernyataan tersebut dinilai sebagai sikap kontroversial yang harus diuji melalui mekanisme etik kelembagaan.

Dalam konteks demokrasi, polemik ini kembali menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara kebebasan berpendapat dan tanggung jawab etik lembaga. Terlebih, isu Otsus Papua merupakan persoalan strategis yang menyangkut keadilan, kesejahteraan, dan keberlanjutan pembangunan di wilayah timur Indonesia.

Hingga berita ini diturunkan, perhatian publik masih tertuju pada proses di Badan Kehormatan DPD RI, yang dinilai akan menjadi ujian penting bagi komitmen transparansi, akuntabilitas, serta perlindungan terhadap kebebasan berpendapat di tingkat nasional. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

61 ASN Papua Tengah Ikuti Uji Kompetensi PBJ dan PPK, Perkuat Tata Kelola Pengadaan yang Profesional dan Berintegritas

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah memperkuat tata kelola pengadaan barang dan jasa…

11 jam ago

Gubernur Papua Tengah Buka Ujian Sertifikasi Pengadaan Barang dan Jasa, Tekankan Profesionalisme dan Integritas Aparatur

NABIRE, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa melalui Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda…

12 jam ago

Retreat Level Up Resmi Dibuka, Pemprov Papua Tengah Dorong Lahirnya Pemimpin Kristen Berkarakter dan Bersatu

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah resmi membuka kegiatan Retreat Level Up bertajuk…

12 jam ago

Pemprov Papua Tengah Perkuat Akses Bantuan Hukum bagi Masyarakat Miskin dan Kelompok Rentan

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah memperkuat komitmen memperluas akses bantuan hukum bagi…

16 jam ago

Gubernur Meki Nawipa: Hari Anak Nasional Harus Jadi Titik Balik Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak di Papua Tengah

NABIRE, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, menegaskan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42…

18 jam ago

Melian Obaipa: Dari Pelosok Siriwo Menembus Mimpi, Tukang Ojek yang Menjadi Juara Bahasa Inggris

Di saat sebagian besar pelajar menikmati masa liburan, Melian Obaipa justru menghabiskan waktunya di atas…

20 jam ago