Berita

Operasi Gabungan TNI-Polri di Walelagama Picu Ketakutan Warga Sipil

WAMENA, TOMEI.ID | Aparat gabungan TNI-Polri kembali melakukan penyisiran besar-besaran di Kampung Kulaken, Distrik Walelagama, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan, pada Rabu pagi, 11 Juni 2025 sekitar pukul 06.00 WIT.

Dalam operasi tersebut, aparat berhasil menyita berbagai alat kerja milik warga seperti parang, kampak, skop, dan alat berburu tradisional berupa panah. Selain itu, warga yang kedapatan membawa atau mengenakan atribut bermotif bintang kejora, termasuk noken dan pakaian adat, turut diinterogasi dan barang-barangnya disita.

Situasi makin mencekam ketika enam pemuda berambut gimbal dipaksa menjalani interogasi dan rambut mereka digunting menggunakan pisau sangkur milik aparat.

Sumber di lokasi menyebut bahwa total sekitar 43 warga sipil mengalami interogasi, pemukulan, dan intimidasi dengan pertanyaan seputar keberadaan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB).

“Warga ketakutan dan lari ke hutan. Mereka sembunyikan alat-alat kerja di sana agar tidak disita,” ujar salah satu saksi mata yang meminta namanya tidak dipublikasikan demi keamanan.

Penyisiran ini merupakan bagian dari operasi militer gabungan yang berlangsung sejak 9 hingga 11 Juni 2025, menyusul kontak tembak antara TPNPB dan aparat keamanan di wilayah Pugima, masih dalam Distrik Walelagama.

Keberadaan aparat dalam operasi yang diklaim sebagai bagian dari Satgas Damai Cartenz ini menimbulkan dampak sosial yang serius. Akibatnya, aktivitas warga lumpuh, sekolah dan kebun ditinggalkan, serta rasa aman warga sipil tergerus oleh suasana teror yang menyelimuti kampung-kampung.

Kelompok masyarakat sipil dan pemantau HAM lokal menyebutkan bahwa tindakan militeristik ini semakin mengancam ruang hidup masyarakat adat dan melanggar prinsip-prinsip perlindungan terhadap warga sipil.

“Kami minta seluruh rakyat Papua dan pihak luar ikut memantau situasi ini. Wamena, khususnya Jayawijaya, saat ini dalam kondisi darurat militer yang tidak diumumkan,” katanya, saat diterima keterangan di media ini, Walelagama.

Diketahui, penyisiran ini diduga berkaitan dengan operasi militer pasca kontak tembak dengan TPNPB, yang berdampak langsung pada warga sipil yang terpaksa melarikan diri ke hutan. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Dari Buku ke Diskusi, IPM-IDAKI Gerakkan Budaya Literasi di Kampung Harapan

NABIRE, TOMEI.ID | Ikatan Pelajar dan Mahasiswa/Mahasiswi Idadagi Kigamani (IPM-IDAKI) kembali menggelar kegiatan Lapak Baca…

1 jam ago

Kurikulum Harus Berakar pada Kehidupan Anak, Bukan Sekadar Aturan dari Jauh

Oleh: Yudas Degei Pendidikan adalah hak setiap anak, di mana pun ia dilahirkan dan dalam…

11 jam ago

Waket II DPR Papua Tengah Soroti Pendidikan dan Pertanian Usai Peresmian PLTS di Puncak

PUNCAK, TOMEI.ID | Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Papua Tengah, Dr. Drs. Petrus…

12 jam ago

PT Freeport Indonesia Bawa Talenta Musisi Papua ke Panggung Asian Games 2026

NAGOYA, TOMEI.ID | Musisi asal Papua, Nowela Mikhelia, Bona Pascal, Nobo Idol, dan Boii Soa…

13 jam ago

Geradus Bunai Pimpin GKII Wilayah III Papua Tengah

BOMOMANI, TOMEI.ID | Pendeta Geradus Bunai, M.Th., terpilih sebagai Ketua Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII)…

13 jam ago

Listrik Perdana Menyala di Dervos dan Doufo, Meki Nawipa Dorong Pendidikan dan SDM Mamberamo

ILAGA, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Frits Nawipa, meresmikan layanan listrik tenaga surya di…

13 jam ago