Berita

Operasi Militer di Tambrauw, Lebih dari 10 Warga Sipil Ditangkap

TAMBRAUW, TOMEI.ID | Lebih dari 10 warga sipil dilaporkan ditangkap dalam operasi militer yang berlangsung di Kabupaten Tambrauw, Papua Barat Daya, pada 17–18 Maret 2026. Penangkapan tersebut memicu sorotan setelah muncul klaim bahwa warga yang diamankan tidak terlibat dalam aktivitas bersenjata.

Informasi itu disampaikan oleh Manajemen Markas Pusat Komando Nasional Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat–Organisasi Papua Merdeka melalui siaran pers yang dirilis pada Kamis (19/3/2026).

Juru bicara TPNPB, Sebby Sambom, menjelaskan bahwa penangkapan terjadi saat aparat melakukan operasi di Distrik Fef, wilayah perbatasan antara Kabupaten Tambrauw dan Sorong.

Menurut keterangan yang disampaikan, aparat melakukan penyisiran di sejumlah kampung sebelum membawa warga yang ditangkap ke markas militer di wilayah Tambrauw.

TPNPB menegaskan bahwa warga yang diamankan merupakan masyarakat sipil dan tidak memiliki keterkaitan dengan aktivitas kelompok bersenjata di wilayah tersebut.

“Lebih dari 10 warga sipil ditangkap dalam operasi tersebut, padahal mereka tidak terlibat dalam peristiwa yang terjadi,” demikian pernyataan resmi TPNPB.

Operasi tersebut disebut berkaitan dengan insiden sebelumnya, yakni pembunuhan terhadap dua orang yang diduga sebagai agen intelijen militer Indonesia yang berprofesi sebagai tenaga kesehatan.

Namun, TPNPB menyatakan warga sipil yang ditangkap tidak memiliki hubungan dengan peristiwa tersebut, sehingga penangkapan dinilai tidak tepat sasaran.

Selain penangkapan, TPNPB juga melaporkan adanya dugaan tindakan kekerasan serta penembakan di sejumlah kampung yang memicu kepanikan warga hingga sebagian mengungsi ke hutan.

Dalam pernyataannya, TPNPB mendesak Prabowo Subianto untuk segera membebaskan warga sipil yang ditahan serta menghentikan operasi militer di wilayah tersebut guna mencegah dampak sosial yang lebih luas.

Siaran pers resmi tersebut ditandatangani oleh Sebby Sambom, Jubir TPNPB OPM, serta penanggung jawab nasional KOMNAS TPNPB-OPM: Jenderal Goliath Tabuni (Panglima Tinggi), Letjen Melkisedek Awom (Wakil Panglima), Mayor Jenderal Terianus Satto (Kepala Staf Umum), dan Mayor Jenderal Lekagak Telenggen (Komandan Operasi Umum).

Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi dari pihak TNI maupun aparat keamanan terkait laporan tersebut.

Informasi tersebut disampaikan oleh Manajemen Markas Pusat Komando Nasional Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat–Organisasi Papua Merdeka melalui siaran pers yang dirilis pada Kamis. Redaksi tomei.id akan terus memperbarui informasi secara faktual dan berimbang. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

TPHKP Papua Tengah Perkuat Penyuluh Pertanian, Dorong Kemandirian Petani

NABIRE, TOMEI.ID | Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Ketahanan Pangan Provinsi Papua Tengah memperkuat kapasitas…

57 menit ago

Korneles Kotouki Serukan Stop Bakar Hutan di Dogiyai: Jaga Alam, Selamatkan Masa Depan

DOGIYAI, TOMEI.ID | Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Dogiyai sekaligus Ketua Himpunan Kerukunan…

4 jam ago

Deinas Geley Tinjau Asrama dan RS Imanuel, Targetkan Perbaikan Layanan Pendidikan dan Kesehatan di Puncak Jaya

PUNCAK JAYA, TOMEI.ID | Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, meninjau pembangunan gedung asrama, mengunjungi…

1 hari ago

Ukkas Buka Sosialisasi Rencana Pangan Papua Tengah, Implementasi Program Jadi Tantangan

TIMIKA, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah menegaskan pembangunan tidak boleh berhenti pada peningkatan…

2 hari ago

Sweeping Alat Tajam di Dogiyai Jadi Sorotan, Kepala Distrik Kamuu dan 8 Kampung Temui Polisi

DOGIYAI, TOMEI.ID | Kepala Distrik Kamuu, Markus Auwe bersama perwakilan 8 kepala kampung menemui aparat…

2 hari ago

Kepala BKPSDM: Mutasi ASN Antar-OPD Papua Tengah Bisa Dilakukan, Ini Syaratnya

NABIRE, TOMEI.ID | Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Provinsi Papua Tengah,…

2 hari ago