Berita

Operasi Udara Militer di Nduga Diduga Picu Krisis Pengungsian Massal, TPNPB Beri Laporan Terkini

NDUGA, TOMEI.ID | Manajemen Markas Pusat Komite Nasional Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (KOMNAS TPNPB) melaporkan operasi udara intensif oleh militer Indonesia di Distrik Gearek dan Wosak, Kabupaten Nduga, Provinsi Papua Pegunungan.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa aktivitas militer ini telah mengakibatkan gelombang pengungsian warga sipil secara besar-besaran ke hutan, menimbulkan kekhawatiran serius terkait keselamatan penduduk setempat.

baca juga: Kontak Senjata di Yahukimo Memanas, TPNPB Klaim Serangan Bom Picu Krisis Pengungsian Massal Warga Sipil

Dalam Siaran Pers Ke IV yang dirilis pada Sabtu (13 Desember 2025), juru bicara TPNPB, Sebby Sambom, menyatakan bahwa berdasarkan laporan Pasukan Intelijen Strategis (PIS) TPNPB di Nduga, operasi udara dimulai menggunakan tiga unit helikopter pada 10 Desember 2025, bertepatan dengan peringatan Hari Hak Asasi Manusia Sedunia. Operasi tersebut berlanjut pada 11–12 Desember 2025 dengan pengerahan enam helikopter militer yang melakukan pengeboman di wilayah Gearek dan Wosak.

“Serangan udara ini telah memaksa warga sipil meninggalkan rumah mereka dan mencari perlindungan di hutan. Kami sangat prihatin dengan keselamatan mereka,” ujar Sebby Sambom dalam pernyataan resminya.

baca juga: TPNPB Bantah Klaim Pemerintah soal Penyerahan Diri Lima Orang

Menurut laporan TPNPB, sedikitnya 12 kampung di dua distrik terdampak langsung oleh operasi militer tersebut. Warga sipil yang mengungsi dilaporkan mengalami trauma mendalam dan ketakutan akan berlanjutnya operasi militer. Akibatnya, mereka belum berani kembali ke tempat tinggal mereka.

TPNPB juga menuding aktivitas militer dilakukan di sekitar wilayah pengungsian, yang memperburuk kondisi psikologis warga sipil. Selain itu, pada 12 Desember 2025, delapan warga sipil yang hendak menuju Distrik Gearek dan Wosak dilaporkan mengalami penembakan di tengah perjalanan dan terpaksa kembali ke Kota Kenyam. Identitas pelaku penembakan belum diketahui.

baca juga: TPNPB Klaim Tembak Sniper TNI di Yahukimo, Desak Penghentian Rencana Tambang

Sumber yang sama melaporkan beberapa truk berwarna kuning, milik warga sipil maupun yang diduga milik aparat, mengalami kerusakan akibat tembakan. Namun, hingga kini belum ada informasi resmi mengenai korban jiwa dalam insiden tersebut.

Laporan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan bersenjata di wilayah Nduga. Sebelumnya, pada 1 Desember 2025, TPNPB di bawah pimpinan Brigadir Jenderal Egianus Kogeya menggelar upacara pengibaran bendera Bintang Fajar. Dalam pernyataannya, pimpinan TPNPB menegaskan bahwa perlawanan bersenjata terhadap militer Indonesia akan terus berlanjut.

Siaran pers itu ditandatangani oleh Juru Bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom bersama sejumlah pimpinan organisasi, yakni Panglima Tinggi TPNPB-OPM Goliat Tabuni, Wakil Panglima Melkisedek Awom, Kepala Staf Umum Terianus Satto, serta Komandan Operasi Umum Lekagak Telenggen.

Dengan demikian, perlu dicatat bahwa informasi dari wilayah konflik di Papua seringkali sulit diverifikasi secara independen karena keterbatasan akses dan kondisi keamanan yang tidak stabil.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah atau aparat keamanan terkait bantahan yang disampaikan TPNPB. Tomei.id akan terus memantau perkembangan informasi resmi dan akurat terkait pernyataan tersebut. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Kemenhub Pastikan Tak Ada Korban dalam Pendaratan Darurat Pesawat Smart Air di Nabire

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan tidak terdapat korban jiwa dalam insiden…

14 jam ago

Bupati Yudas Tebai Antar Dogiyai Raih UHC Award Utama, Tiga Kali Berturut di Tingkat Nasional

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dogiyai kembali mencatat prestasi nasional dengan meraih Universal Health…

15 jam ago

Pesawat Smart Air PK-SNS Lakukan Pendaratan Darurat di Pantai Bandara Nabire, 13 Penumpang Selamat

NABIRE, TOMEI.ID | Pesawat milik PT Smart Cakrawala Aviation (Smart Air) tipe Cessna 208 Caravan…

17 jam ago

Papua Tengah Raih UHC Award 2026 Kategori Utama, Enam Besar Nasional

JAKARTA, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah kembali menorehkan capaian strategis di tingkat nasional…

17 jam ago

BREAKING NEWS: Pesawat Smart Air Charter Jatuh di Pantai Logpond Nabire, 13 Penumpang Dievakuasi

NABIRE, TOMEI.ID | Pesawat perintis Smart Air Charter dengan nomor registrasi PK-SNS dilaporkan jatuh di…

23 jam ago

Satpol PP Dogiyai Gelar Patroli Rutin di Pasar Moanemani, Jaga Ketertiban dan Keamanan

DOGIYAI, TOMEI.ID | Guna menjaga ketertiban umum, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Dogiyai…

1 hari ago