Berita

P2MMDK Gelar Ibadah Natal di Jayapura, Desak Penarikan Militer dari Yahukimo

YAHUKIMO, TOMEI.ID | Persekutuan Pemuda, Pelajar, Mahasiswa, dan Masyarakat Distrik Korupun (P2MMDK) menggelar Ibadah Perayaan Natal di Asrama Korupun, Kota Jayapura, Sabtu (13/12/2025).

Perayaan Natal tersebut menjadi bagian dari agenda organisasi P2MMDK periode 2025–2027, sekaligus momentum penguatan iman dan solidaritas antaranggota. Ibadah berlangsung khidmat dan diikuti oleh pemuda, pelajar, mahasiswa, serta masyarakat Distrik Korupun yang berada di wilayah Jayapura dan sekitarnya.

Ketua P2MMDK, Isak Busup, mengatakan pelaksanaan ibadah Natal berjalan lancar sesuai dengan target dan rencana pengurus. Menurutnya, kekompakan seluruh anggota menjadi kunci utama keberhasilan kegiatan tersebut.

“Kami menjadikan iman dan Tuhan sebagai fondasi utama dalam setiap gerak organisasi. Karena itu, kami bersyukur ibadah Natal ini dapat terlaksana dengan baik,” ujarnya.

Isak juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut, baik panitia, jemaat, maupun para senior yang terus mendukung perjalanan organisasi.

Selain sebagai perayaan keagamaan, P2MMDK memanfaatkan momentum Natal untuk menyampaikan sikap dan keprihatinan atas situasi keamanan di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Dalam pernyataannya, mereka mendesak pemerintah Kabupaten Yahukimo, Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan, serta pihak gereja untuk mendorong penarikan militer dari wilayah-wilayah konflik.

Isak Busup menegaskan, pendekatan militer dinilai tidak sejalan dengan semangat Natal yang mengedepankan damai, kasih, dan kemanusiaan. Katanya, masyarakat Papua berhak merayakan Natal tanpa rasa takut dan ancaman kekerasan.

“Tidak pantas ada operasi militer saat umat merayakan Natal. Rakyat Papua ingin hidup aman dan damai, tanpa penembakan, penyisiran, maupun tekanan,” tegasnya.

Senada dengan itu, tokoh senior P2MMDK, Antalo Sub, menyampaikan sejumlah tuntutan konkret kepada pemerintah dan lembaga terkait. Ia mendesak penarikan seluruh personel militer, baik organik maupun non-organik, dari Kabupaten Yahukimo.

Selain itu, Antalo menuntut penghentian operasi militer di seluruh wilayah Papua, khususnya di kawasan Jalan Gunung, serta penegakan hukum atas dugaan pelanggaran hak asasi manusia dan pemulihan hak-hak korban.

Antalo juga menyoroti kondisi para pengungsi di Yahukimo yang hingga kini masih bertahan di hutan dan belum mendapatkan penanganan serius dari pemerintah daerah maupun pihak gereja. Menurutnya, kepala daerah dan DPRD Yahukimo harus segera merespons persoalan tersebut secara konkret.

“Kehadiran militer tidak pernah menyelesaikan masalah Papua. Dialog dan rekonsiliasi adalah jalan yang lebih manusiawi dan bermartabat untuk mewujudkan perdamaian dan keadilan,” katanya.

Antalo Sub menegaskan pernyataan tersebut mewakili sikap intelektual dan masyarakat Distrik Korupun, Suku Kimyal, Kabupaten Yahukimo, yang berharap Natal menjadi titik awal pemulihan dan perdamaian di Tanah Papua. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Bapperida Papua Tengah Kaji Kondisi Riil Daerah, Program Pembangunan Tak Boleh Salah Sasaran

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi…

39 menit ago

Bukan Sekadar Predikat, Zona Integritas Papua Tengah Harus Dibuktikan Lewat Pelayanan Publik

NABIRE, TOMEI.ID | Pembangunan Zona Integritas di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Tengah menghadapi tantangan penting,…

54 menit ago

Antonius Wetipo Buka Pintu Golkar Jayawijaya bagi Masyarakat, Konsolidasi Diperkuat hingga Kampung

WAMENA, TOMEI.ID | Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Jayawijaya,…

1 hari ago

Pemprov Papua Tengah Tegaskan Pengelolaan Taman Nasional Mamberamo Foja Harus Hormati Hak Masyarakat Adat

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah menegaskan bahwa pengelolaan Taman Nasional Mamberamo Foja…

1 hari ago

Kecelakaan Mobil Satgas TNI di Yalimo, Empat Prajurit Meninggal

YALIMO, TOMEI.ID | Kecelakaan tunggal yang melibatkan mobil Satgas Yonif 645 terjadi di Jalan Trans Jayapura–Wamena,…

2 hari ago

Yampit Nawipa Ingatkan ASN Jangan Ejek Kesalahan Rekan, Disiplin Harus Ditegakkan

PANIAI, TOMEI.ID | Bupati Paniai, Yampit Nawipa, mengingatkan seluruh aparatur pemerintah agar tidak menjadikan kesalahan…

2 hari ago