Berita

Pangkas Biaya Logistik Puluhan Juta, Freeport Terbangkan 90 Ton Bama dan Kebutuhan Natal ke Pegunungan Mimika

MIMIKA, TOMEI.ID | PT Freeport Indonesia (PTFI) melalui program Community Christmas Flights memfasilitasi pengiriman 90 ton bahan makanan dan kebutuhan Natal bagi masyarakat di dataran tinggi Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

Tahun ini, sebanyak 90 ton bahan makanan dan kebutuhan Natal berhasil diterbangkan menuju Lembah Aroanop, Tsinga, dan Jila.

Pengiriman barang-barang kebutuhan Natal masyarakat tiga kampung dari Bandara Mozes Kilangin Timika menuju kampung Kampung Jagamin, Ainggogin (Aroanop), dan Beane–Dolil (Tsinga) menggunakan Helikopter Mi-17 Series milik PTFI. (Foto: Humas FI).

Senior Vice President (SVP) Sustainable Development PTFI, Nathan Kum, mengungkapkan bahwa program rutin sejak 2015 ini bertujuan meringankan beban ekonomi warga menjelang hari raya. Di wilayah tersebut, kendala geografis membuat biaya logistik menjadi sangat tinggi.

“Jika menggunakan helikopter sewa komersial, biaya pengiriman barang bisa mencapai Rp25 juta hingga Rp40 juta dengan kapasitas terbatas. Dengan fasilitas perusahaan, warga bisa berhemat karena tidak perlu mengeluarkan biaya angkut,” jelas Nathan dalam keterangan tertulisnya yang diterima tomei.id, Senin, (29/12/2025).

Petugas Community Liasson Office (CLO) bersama Tim Aviasi PTFI membantu persiapan sling load untuk proses pengiriman barang-barang yang akan diangkut menggunakan helikopter. (Foto: Humas FI).

Sebanyak 35 kali penerbangan helikopter dilakukan pada periode 7–23 Desember 2025 dengan rute dari Bandara Mozes Kilangin menuju tiga wilayah utama, yakni Lembah Aroanop yang melayani tujuh kampung (termasuk Jagamin dan Ainggogin), Lembah Tsinga yang melayani delapan kampung (termasuk Beanekogom dan Dolinigogin), serta Lembah Jila yang melayani dua belas kampung (termasuk Pasir Putih dan Amuga Ogom).

Total 90 Ton barang-barang yang diangkut menggunakan helikopter PTFI dari Bandara Mozes Kilangin Timika menuju Kampung Jagamin, Ainggogin (Aroanop), dan Beane–Dolil (Tsinga) untuk masyarakat tiga kampung. (Foto: Humas FI).

Logistik yang diangkut terdiri dari 8,4 ton bantuan langsung PTFI dan sisanya merupakan barang belanjaan warga yang dibawa dari Kota Timika. Seluruh kargo dipastikan aman melalui pemeriksaan X-Ray sebelum diterbangkan.

Kepala Suku Aroanop, Andreanus Janampa, memberikan apresiasi atas bantuan ini. Menurutnya, tanpa dukungan helikopter, warga harus menempuh perjalanan darat selama 2 hingga 4 jam dengan berjalan kaki melewati medan pegunungan dan sungai yang berisiko.

Proses pengiriman barang dilakukan dengan standar keamanan tinggi guna memastikan barang-barang tiba dengan selamat di tujuan. (Foto: Humas FI).

“Kami sangat berterima kasih. Bahan makanan bisa tiba tepat waktu sehingga masyarakat dapat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan suka cita,” kata Andreanus.

Barang-barang kebutuhan Natal masyarakat tiga kampung tiba di salah satu helipad tujuan, sebelum didistribusikan kepada masyarakat. (Foto: Humas FI).

Selain jalur udara, PTFI juga mengerahkan transportasi darat berupa 36 perjalanan bus pada 15–24 Desember 2025. Layanan ini memobilisasi 1.473 warga dan mengangkut 126 ton kebutuhan Natal di wilayah Banti, Kimbeli, hingga wilayah pesisir Suku Kamoro (Nayaro, Tipuka, dan sekitarnya). [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Mutiara Hitam Menggila! Persipura Siap Hantam Persiba di Batakan, Duel Panas Penentu Arah Promosi

JAYAPURA, TOMEI.ID | Aroma panas langsung terasa jelang bentrok antara Persipura Jayapura kontra Persiba Balikpapan…

7 jam ago

Kejahatan Aparat terhadap Warga Sipil di Dogiyai sangat Parah, LP3BH Desak Investigasi Nasional hingga Internasional

MANOKWARI , TOMEI.ID | Direktur Eksekutif Lembaga Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) Manokwari…

7 jam ago

“Akan Meratakan Habis Warga Dogiyai” Ancaman Polisi di Balik Kematian JE

DOGIYAI, TOMEI.ID | Dugaan ancaman serius dari oknum aparat kepolisian mencuat di tengah penanganan kasus…

18 jam ago

Diadang Polisi! Kepala Distrik Kamuu Gagal Akses TKP, Ada Apa di Balik Kematian JE?

DOGIYAI, TOMEI.ID | Upaya Kepala Distrik Kamuu, Markus Auwe, untuk mendatangi lokasi ditemukannya jenazah mendiang…

1 hari ago

Dogiyai Berdarah Terkuak: Kronologi Lengkap, Nama Korban, dan Dugaan Pelanggaran HAM Menguat

DOGIYAI, TOMEI.ID | Situasi di pusat Kota Dogiyai hingga Rabu (2/4/2026) masih berada dalam kondisi…

1 hari ago

Darah Sipil Tumpah di Dogiyai, IPMDO Nabire Desak Copot Kapolres dan Bongkar Dugaan Pelanggaran HAM

NABIRE, TOMEI.ID | Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Dogiyai (IPMDO) Kota Studi Nabire melontarkan kecaman keras…

1 hari ago