Berita

Pelita Prabu Papua Tengah: Posisi dan Tugasnya

NABIRE, TOMEI.ID | Ketua DPW Pelita Prabu Papua Tengah, Robby Edowai, menjelaskan bahwa Pelita Prabu merupakan singkatan dari Penulis, Aktivis, dan Pewarta, yang berperan sebagai relawan nasional pendukung Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka. Organisasi ini didesain sebagai mesin pemberdayaan sosial dan menjadi mitra pemerintah dalam mengawal berbagai program prioritas.

Pelita Prabu didirikan pada 23 Oktober 2023 atas arahan Presiden Joko Widodo dalam kapasitasnya sebagai pribadi. Organisasi ini dibentuk sebagai bagian dari gerakan yang mendukung Prabowo-Gibran dalam kontestasi Pilpres 2024 serta dalam pelaksanaan program-program nasional di periode pemerintahan 2024-2029.

Ketua DPW Pelita Prabu Papua Tengah, Robby Edowai, menegaskan bahwa organisasi ini akan mengawal dan mendukung program prioritas Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, termasuk program makan siang bergizi gratis yang menjadi salah satu agenda utama pemerintahan baru.

Menurut Robby Edowai, Pelita Prabu Papua Tengah telah membentuk struktur kepengurusan lengkap mulai dari tingkat provinsi, kabupaten, kecamatan, hingga kampung. Administrasi telah diselesaikan, termasuk penentuan titik pembangunan Dapur Sehat sebagai bagian dari program makan siang bergizi gratis.

Sekretaris DPC Pelita Prabu Kabupaten Nabire, Andreas Adii, menyatakan bahwa peran utama Pelita Prabu adalah sebagai pengawas dalam implementasi program makan bergizi gratis, bukan sebagai pelaksana program atau mitra dari lembaga tertentu. Mereka masih menunggu surat resmi dari pemerintah pusat untuk mulai menjalankan program ini.

“Kami memiliki kepercayaan dari DPP untuk mengawal dan mengawasi program makan siang gratis. Posisi kami tidak terkait dengan lembaga lain, melainkan langsung dari BGN kepada Pelita Prabu,” jelas Andreas.

Pelita Prabu Papua Tengah juga telah mengusulkan agar program makan siang gratis di wilayah ini dikelola oleh masyarakat lokal, dengan menggunakan bahan pangan asli Papua. Selain itu, mereka telah mendata titik strategis untuk pembangunan Dapur Sehat, sekaligus melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait program ini.

Ketua Pelita Prabu Papua Tengah, Robby Edowai, menyampaikan kekecewaannya terhadap keputusan LMA yang mengangkat Dr. Lenis Kogoya sebagai pengawas dalam agenda sosialisasi di Papua Tengah. Menurutnya, posisi pengawasan telah secara resmi menjadi tugas Pelita Prabu berdasarkan legalitas yang dimiliki.

“Pelita Prabu secara resmi terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM, memiliki akta notaris, serta telah didaftarkan di Kesbangpol. Kami saat ini hanya menunggu instruksi dari pusat untuk mulai menjalankan program ini,” tegasnya.

Selain itu, Edowai juga menegaskan bahwa berita-berita yang beredar di media sosial yang menyebutkan Pelita Prabu bekerja sama dengan organisasi atau lembaga tertentu adalah tidak benar atau hoaks.

“Kami tegaskan bahwa Pelita Prabu hanya berperan sebagai pengawas program, bukan sebagai mitra organisasi atau lembaga manapun. Informasi yang menyebutkan kami bekerja sama dengan instansi tertentu adalah tidak benar,” pungkasnya. (*)

Redaksi Tomei

Recent Posts

Petani Jadi Penentu Ketahanan Pangan, Gubernur Meki Nawipa: Papua Tengah Siap Menjadi Lumbung Pangan

NABIRE, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, menegaskan petani merupakan pilar utama ketahanan pangan…

10 jam ago

Beredar Poster Penolakan Pos Kamling, 36 Marga Deiyai Tolak Dugaan Militerisasi Tanah Adat

DEIYAI, TOMEI.ID | Sebuah poster berisi pernyataan sikap yang mengatasnamakan 36 Marga Deiyai beredar luas…

14 jam ago

Akses Masuk Nobar Final Bola Gembira Dialihkan ke Gerbang Depan Pantai MAF

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah mengalihkan akses masuk bagi masyarakat yang akan…

14 jam ago

DPW PKB Papua Pegunungan Tinjau Sekretariat Baru DPC Tolikara, Penguatan Konsolidasi Jelang Pelantikan Pengurus

WAMENA, TOMEI.ID | Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Papua Pegunungan, Asis…

1 hari ago

Siaran Pers TPNPB: Dua Anggota Kodap XVI Yahukimo Diklaim Tewas

YAHUKIMO, TOMEI.ID | Manajemen Markas Pusat Komando Nasional Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) mengklaim…

1 hari ago

MPLS SMA Negeri Meepago Nabire Ditutup, Kepsek Tanamkan Nilai Persatuan dan Kepemimpinan bagi Siswa Baru

NABIRE, TOMEI.ID | SMA Negeri Meepago Nabire resmi menutup pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS)…

1 hari ago