Berita

Pembukaan Prodi Spesialis Anestesi FK Uncen, Komisi V DPR Papua Harap Jawab Masalah Kesehatan Papua

JAYAPURA, TOMEI.ID | Ketua Komisi V DPR Papua, Dina Laura Rumbiak, mengapresiasi pelaksanaan asesmen lapangan pembukaan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif Fakultas Kedokteran Universitas Cenderawasih (FK Uncen) sebagai langkah strategis memperkuat layanan kesehatan di Papua.

Asesmen lapangan tersebut dilaksanakan di Rektorat Universitas Cenderawasih, Kampus Waena, Kota Jayapura, Rabu (4/2/2026), dalam rangka pembukaan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) pertama berbasis universitas di Papua.

baca juga: FK Uncen Buka Prodi Spesialis Pertama di Papua, Anestesiologi Jalani Asesmen Lapangan

Program PPDS Anestesiologi FK Uncen dinilai menjadi jawaban atas keterbatasan dokter spesialis di Papua, khususnya di rumah sakit rujukan, sekaligus memperkuat kemandirian pendidikan kesehatan di Tanah Papua.

“Atas nama DPR Provinsi Papua, kami menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat, khususnya Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pendidikan Tinggi, yang terus memberi perhatian terhadap pengembangan sumber daya manusia kesehatan di Papua,” ujar Dina Laura Rumbiak.

baca juga: FK Uncen Jalani Asesmen PPDS Anestesi, Pemprov Papua Tegaskan Penting bagi Generasi Penerus

Menurut Dina, persoalan kesehatan di Papua hingga kini masih sangat kompleks, terutama akibat keterbatasan tenaga medis di wilayah kampung dan daerah terpencil.

“Di banyak kampung, tenaga kesehatan hanya perawat atau bidan, bahkan kadang satu atau dua orang saja. Kondisi ini membuat pelayanan kesehatan belum maksimal dirasakan masyarakat,” katanya.

Dina menambahkan, kondisi geografis Papua yang sulit membuat masyarakat sering harus menempuh jarak jauh untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang layak.

“Karena itu, kami sangat mengapresiasi langkah FK Uncen yang bekerja sama dengan rumah sakit provinsi seperti RSUD Jayapura (RS Dok II), RSUD Abepura, dan RS Jiwa sebagai rumah sakit pengampu pendidikan dokter spesialis,” jelas Dina.

Dina juga menyinggung keterbatasan fiskal daerah akibat kebijakan efisiensi anggaran yang berdampak pada sektor kesehatan dan pendidikan.

“Hari ini daerah sangat terbatas. Banyak program tidak bisa dijalankan karena anggaran tidak mencukupi, sehingga perhatian dan dukungan pemerintah pusat menjadi sangat penting,” ungkapnya.

Komisi V DPR Papua berharap pembukaan Program Studi Spesialis Anestesiologi menjadi pintu masuk bagi pembukaan program spesialis lainnya di Papua secara berkelanjutan dan merata ke depan.

“Kami berharap bukan hanya Anestesi, tetapi ke depan bisa dibuka berbagai program spesialis lain di Papua untuk menjawab kebutuhan riil masyarakat secara adil dan menyeluruh di daerah,” tegas Ketua Komisi V DPR Papua, Dina Laura Rumbiak.

Menurut Dina, pelayanan kesehatan yang baik akan berdampak langsung terhadap stabilitas sosial di Papua serta memperkuat kepercayaan masyarakat kepada negara.

“Jika pelayanan kesehatan dan perhatian pemerintah pusat benar-benar dirasakan masyarakat Papua, maka keadilan akan terwujud dan gejolak tidak akan terjadi secara alami dan berkelanjutan di masyarakat,” katanya.

Menutup pernyataannya, Dina meminta agar proses asesmen dan visitasi dilakukan secara objektif dengan mempertimbangkan kondisi riil Papua serta tantangan geografis dan keterbatasan daerah.

“Papua memang jauh, tetapi kami memiliki dokter dan pengajar yang berkualitas. Dokter spesialis di Papua juga siap menjadi pengajar untuk mendidik anak-anak Papua,” pungkas Dina Laura Rumbiak. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Empat Anggota Batalyon Eden Sawi Tewas di Dekai, TPNPB Umumkan Duka Nasional

YAHUKIMO, TOMEI.ID | Manajemen Markas Pusat Komando Nasional Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (KOMNAS TPNPB)…

5 jam ago

ASN Asal Dogiyai Konsolidasikan Kekuatan, Matangkan Penyambutan Kunker Gubernur Papua Tengah

NABIRE, TOMEI.ID | Aparatur Sipil Negara (ASN) asal Kabupaten Dogiyai yang bertugas di lingkungan Pemerintah…

5 jam ago

PTFI Gelontorkan Rp2,5 Miliar untuk Korban Gempa NTT, Tim Medis Layani Hampir 500 Pasien

KUPANG, TOMEI.ID | PT Freeport Indonesia (PTFI) menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai Rp2,5 miliar untuk membantu…

5 jam ago

Eka Murib Yeimo Dorong Enam Gubernur Gelar Doa dan Puasa Serentak untuk Papua

NABIRE, TOMEI.ID | Senator Papua Tengah sekaligus Wakil Ketua Alliance Women Ester Papua, Eka Kristina…

6 jam ago

Skabies Merebak di Mewoluk, Dinkes Papua Tengah Kirim Tim Medis dan Obat

NABIRE, TOMEI.ID | Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua Tengah memperkuat respons kesehatan terhadap meningkatnya laporan…

10 jam ago

Mahasiswa Fakultas Hukum Uncen Galang Dana untuk Korban Kebakaran Tujuh Rumah di Endomen

JAYAPURA, TOMEI.ID | Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum Universitas…

13 jam ago