Berita

Pemimpin Agama di Papua Tengah Diminta Jadi Pembawa Pesan Damai

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah meminta pemimpin agama di wilayah tersebut mengambil peran lebih kuat sebagai pembawa pesan damai, penyejuk masyarakat, dan jembatan penyelesaian persoalan di tengah keberagaman sosial, budaya, dan agama.

Pesan itu disampaikan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Papua Tengah, Alanthino Wiyai, saat mewakili Gubernur Meki Nawipa membuka Temu Kerukunan Pimpinan Agama Tahun 2026 di Guest House Nabire, Kamis (3/9/2026).

“Papua Tengah adalah rumah kita bersama. Kita hidup di tengah keberagaman suku, budaya, bahasa, adat istiadat, dan agama. Keberagaman tersebut bukanlah sesuatu yang harus memisahkan kita, tetapi merupakan kekayaan yang harus kita jaga dan rawat bersama,” ujar Alantino.

Menurutnya, kerukunan tidak cukup hanya dengan hidup berdampingan tanpa konflik. Kerukunan harus dibangun melalui sikap saling menghormati, membantu, menjaga, serta memperkuat kepercayaan antarsesama.

Ia menilai pemimpin agama memiliki posisi strategis karena suara, nasihat, dan keteladanan mereka memiliki pengaruh kuat terhadap masyarakat.

“Karena itu, saya berharap para pemimpin agama terus menjadi pembawa pesan damai, menjadi penyejuk di tengah masyarakat, serta menjadi jembatan ketika muncul perbedaan ataupun persoalan sosial,” harapnya.

Alantino mengingatkan agar agama dan rumah ibadah tidak menjadi ruang tumbuhnya kebencian, permusuhan, maupun perpecahan.

“Kita harus bersama-sama menjaga agar rumah ibadah menjadi tempat yang menghadirkan kesejukan, kasih, persaudaraan, dan nilai-nilai kemanusiaan. Jangan sampai agama digunakan untuk membangun kebencian, permusuhan, ataupun memecah persatuan masyarakat,” katanya.

Ia menegaskan, pembangunan Papua Tengah tidak hanya menyangkut jalan, jembatan, pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Pembangunan juga harus menghasilkan kehidupan masyarakat yang aman, damai, rukun, dan saling menghargai.

Karena itu, pemerintah mendorong kolaborasi antara pemerintah, pemimpin agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, perempuan, pemuda, dan seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat ketahanan sosial serta mencegah konflik.

“Saya mengajak seluruh pemimpin agama untuk bersama-sama memberikan perhatian kepada generasi muda kita. Mari kita membimbing mereka agar tidak mudah terpengaruh oleh provokasi, berita bohong, ujaran kebencian, maupun berbagai tindakan yang dapat merusak kehidupan bersama,” ajak Gubernur Meki dalam pesan yang dibacakan Alantino.

Ia juga meminta pemimpin agama menanamkan nilai persaudaraan kepada generasi muda agar perbedaan tidak berubah menjadi permusuhan.

“Ajarkan kepada generasi muda bahwa perbedaan bukan alasan untuk saling bermusuhan. Kita boleh berbeda agama, berbeda suku, berbeda pandangan, tetapi kita tetap satu keluarga besar Papua Tengah dan satu bangsa Indonesia,” pintanya.

“Mari kita membangun Papua Tengah dengan hati yang damai,” lanjutnya.

Gubernur mengajak seluruh pihak mengedepankan komunikasi dan dialog dalam menyelesaikan setiap persoalan di tengah masyarakat.

“Ketika ada persoalan, mari kita selesaikan melalui komunikasi dan dialog. Ketika ada perbedaan, mari kita duduk bersama. Dan ketika ada saudara kita yang mengalami kesulitan, mari kita hadir untuk saling membantu tanpa melihat latar belakang agama maupun sukunya,” ajaknya.

Melalui Temu Kerukunan Pimpinan Agama Tahun 2026, pemerintah berharap lahir komitmen bersama untuk memperkuat toleransi, persaudaraan, dan pencegahan konflik demi menciptakan Papua Tengah yang aman dan harmonis.

“Melalui Temu Kerukunan Pemimpin Agama Tahun 2026 ini, saya berharap lahir komitmen bersama yang semakin kuat untuk menjaga toleransi, memperkuat persaudaraan, mencegah konflik, serta menciptakan kehidupan masyarakat Papua Tengah yang aman dan harmonis,” pungkasnya. [*]

Redaksi Tomei

Recent Posts

BERITA FOTO: IFRC 2026 di Timika, 17 Tim Uji Keterampilan dan Kesiapsiagaan Penyelamatan

TIMIKA, TOMEI.ID | Sebanyak 170 peserta yang tergabung dalam 17 tim dari 16 perusahaan mengikuti…

11 jam ago

IFRC 2026 di Timika, Meki Nawipa Dorong Penguatan Budaya Keselamatan di Papua

TIMIKA, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa menegaskan pentingnya memperkuat budaya keselamatan dan kesiapsiagaan…

12 jam ago

15 Tahun Berjualan dari Jalan ke Jalan, Nurhana Yarinap Kini Buka Toko Rasta Nindy Papua di Nabire

NABIRE, TOMEI.ID | Air mata Nurhana Yarinap tak terbendung saat mengenang perjalanan 15 tahun membangun…

1 hari ago

Pemprov Papua Pegunungan Genjot Kualitas Data Bansos Lewat Bimtek SIKS-NG

WAMENA, TOMEI.ID |  Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Pegunungan berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas data kesejahteraan…

1 hari ago

Bahu Jalan dan Trotoar di Jalan Pepera Nabire Alih Fungsi Jadi Lahan Parkir

NABIRE, TOMEI.ID | Bahu jalan dan trotoar di sepanjang Jalan Pepera, Kabupaten Nabire, Papua Tengah,…

1 hari ago

180 Mahasiswa Ikuti Yudisium STAK Nabire, Lulusan Diharapkan Aktif Membangun Papua

NABIRE, TOMEI.ID | Sebanyak 180 mahasiswa mengikuti yudisium angkatan ke-13 Sekolah Tinggi Agama Kristen (STAK)…

1 hari ago