Berita

Pemkab Dogiyai Genjot Pelatihan Ekonomi Rakyat, Tukang Ojek hingga UMKM Didorong Jadi Penggerak Usaha Lokal

DOGIYAI, TOMEI.ID | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dogiyai, melalui Dinas Koperasi, UKM, dan Tenaga Kerja terus mendorong penguatan ekonomi masyarakat lewat pelatihan penataan pertumbuhan ekonomi daerah yang berlangsung selama tiga hari terakhir di Aula Gereja KINGMI Digikotu, Klasis Kamuu, Distrik Kamuu, Rabu (6/5/2026).

Kegiatan tersebut merupakan lanjutan program pelatihan ekonomi rakyat yang telah dimulai sejak 4 Mei 2026 sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat kapasitas usaha masyarakat, koperasi, dan pelaku ekonomi lokal di Kabupaten Dogiyai.

Pelatihan itu diikuti lebih dari 150 anggota Komunitas Tukang Ojek Kabupaten Dogiyai dan melibatkan para pemateri, panitia pelaksana, serta jajaran pemerintah daerah.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Koperasi dan UKM Dogiyai, Fabianus Pekei, yang menegaskan bahwa Dogiyai memiliki potensi ekonomi besar yang harus dikelola secara serius agar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dalam sambutannya, Fabianus mengatakan Kabupaten Dogiyai memiliki banyak sumber daya lokal yang bernilai ekonomi tinggi, mulai dari kopi Moanemani, hasil perkebunan, kerajinan noken, hingga anyaman kulit kayu yang selama ini belum dikelola secara maksimal.

“Dogiyai ini daerah yang kaya sekali. Kita punya kopi Moanemani, hasil kebun, noken, sampai anyam kulit kayu. Semua itu Tuhan kasih untuk jadi kekuatan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Menurut Fabianus, pertumbuhan ekonomi tidak akan berjalan baik apabila masyarakat tidak memiliki kemampuan dalam mengatur usaha, memahami pasar, serta membangun tata kelola usaha yang sehat dan berkelanjutan.

“Ekonomi itu harus ditata. Harus ada strategi, harus tahu pasar, harus bisa kelola usaha baik, dan koperasi harus jadi penggerak ekonomi rakyat,” katanya.

Ia menjelaskan, pada tahun 2026 pemerintah daerah memfokuskan program pembangunan ekonomi pada penguatan tata kelola usaha masyarakat, pembinaan koperasi, legalitas usaha, serta pengembangan produk lokal agar hasil-hasil produksi masyarakat tidak lagi dijual dalam bentuk mentah tanpa nilai tambah ekonomi.

“Kita tidak mau orang Dogiyai cuma jadi penonton di tanah sendiri. Kita mau anak-anak Dogiyai jadi pelaku usaha dan jadi penggerak ekonomi di kampung masing-masing,” tegasnya.

Fabianus juga menilai penguatan ekonomi berbasis masyarakat lokal menjadi langkah strategis untuk menciptakan kemandirian ekonomi daerah sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi generasi muda di Dogiyai.

Sementara itu, dalam sesi motivasi dan pembinaan, Natalis Agapa memberikan arahan khusus kepada anggota komunitas tukang ojek yang mengikuti pelatihan tersebut.

Menurutnya, profesi tukang ojek memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas masyarakat sehari-hari, terutama di wilayah dengan kondisi geografis yang cukup berat dan keterbatasan transportasi umum.

“Tukang ojek ini kerja luar biasa. Hujan, panas, jalan rusak, lumpur, rawa, tetap jalan antar orang. Jadi fisik dan mental harus siap,” katanya.

Natalis juga mendorong komunitas tukang ojek di Dogiyai agar mulai membangun organisasi yang lebih tertib dan profesional, termasuk memiliki pangkalan tetap, sistem tarif yang jelas, identitas anggota, hingga perlengkapan keselamatan berkendara yang memadai.

Menurutnya, pembenahan organisasi dan kedisiplinan komunitas ojek akan membantu meningkatkan kepercayaan masyarakat sekaligus memperkuat posisi ekonomi para pengemudi ojek di tengah perkembangan daerah.

Pelatihan tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun ekonomi rakyat berbasis potensi lokal serta memperkuat kapasitas usaha masyarakat agar mampu bersaing dan berkembang secara mandiri di Kabupaten Dogiyai. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Yampit Nawipa Ingatkan ASN Jangan Ejek Kesalahan Rekan, Disiplin Harus Ditegakkan

PANIAI, TOMEI.ID | Bupati Paniai, Yampit Nawipa, mengingatkan seluruh aparatur pemerintah agar tidak menjadikan kesalahan…

2 jam ago

Melkianus Tebai Bawa Perspektif Dunia Usaha dalam Pelatihan BUMDes bagi 79 Kampung di Dogiyai

DOGIYAI, TOMEI.ID | Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kabupaten Dogiyai, Melkianus Tebai, membawa perspektif dunia…

3 jam ago

Perkuat Fondasi SDM, Bupati Paniai Yanpit Nawipa Dorong Pendidikan TK dan PAUD hingga Kampung

PANIAI, TOMEI.ID | Bupati Paniai, Yanpit Nawipa, menegaskan komitmennya untuk memperkuat pendidikan anak usia dini…

3 jam ago

40 Tenaga Kesehatan Ikuti Workshop ILP, Pelayanan Kesehatan Papua Tengah Jadi Sorotan

NABIRE, TOMEI.ID | Sebanyak 40 tenaga kesehatan mengikuti Workshop Integrasi Layanan Primer (ILP) yang digelar…

7 jam ago

Meki Nawipa Tekankan Percepatan Program, Anggaran 2026 Harus Berdampak bagi Rakyat

NABIRE, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, meminta seluruh OPD setempat mempercepat pelaksanaan program dan…

11 jam ago

Meki Nawipa: ASN Bukan Hanya Terima Gaji, tetapi Harus Mengabdi kepada Masyarakat

NABIRE, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, mengingatkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) bahwa…

12 jam ago