Berita

Pemprov dan Pemkab Nabire Gelar Rakor Pemberantasan Korupsi, Ini Fokus Pembahasannya!

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah bersama Pemerintah Kabupaten Nabire menggelar Rapat Koordinasi Pemberantasan Korupsi Perbaikan Tata Kelola Pemerintah Daerah wilayah Papua Tengah Triwulan II Tahun 2025.

Rakor ini dibuka secara resmi oleh Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, Senin siang, (14/7/2025) di Aula Ballroom Kantor Gubernur.

Rapat ini dihadiri Direktur Koordinasi dan Supervisi Wilayah V Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI beserta tim, unsur Forkopimda, para kepala perangkat daerah, inspektorat, kepala kantor pertanahan, hingga pejabat instansi vertikal di wilayah Papua Tengah.

baca juga : Pemprov Papua Tengah Dukung Operasi Patuh Noken 2025 di Nabire

Gubernur Meki Nawipa dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran tim KPK RI. Ia menegaskan pentingnya sinergi dan kolaborasi antarinstansi dalam upaya pencegahan korupsi.

“Pemberantasan korupsi bukan hanya tanggung jawab satu lembaga, tetapi seluruh elemen bangsa,” ujarnya.

Ia menyoroti pelaksanaan Monitoring, Controlling, and Surveillance for Prevention (MCSP) sebagai rencana aksi pencegahan korupsi yang menjadi tolok ukur integritas pemerintah daerah. Fokus Rakor kali ini adalah pada area perencanaan, penganggaran, penertiban aset, optimalisasi pajak daerah, serta pengadaan barang dan jasa strategis.

baca juga : Temui Massa Aksi, Gubernur Meki: Pengangkatan CPNS Kode R Harus Lewat Jalur Resmi

Gubernur juga menyampaikan data capaian Monitoring Center for Prevention (MCP) tahun 2024 di wilayah Papua Tengah. Provinsi Papua Tengah meraih skor 53%, dengan rata-rata daerah di bawah 50%. Kabupaten Paniai menempati peringkat tertinggi (61%), disusul Deiyai (57%), dan Mimika (55%). Kabupaten Nabire memperoleh nilai 30%, sementara Intan Jaya terendah dengan capaian 26%.

“Capaian ini harus menjadi perhatian serius. Pemerintah daerah harus fokus pada perbaikan tata kelola di delapan area MCP, terutama pengelolaan barang milik daerah dan pendapatan asli daerah, agar dapat meningkatkan kemandirian fiskal dan mencegah kerugian keuangan daerah,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya peran Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) dalam upaya pencegahan korupsi, serta pentingnya kewaspadaan terhadap pola kejahatan yang semakin canggih.

“Dengan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, kegiatan ini secara resmi saya nyatakan dibuka,” tutup Gubernur Meki Nawipa, sembari berharap hasil rakor dapat menghasilkan keputusan konkret yang dapat diimplementasikan secara berkelanjutan di seluruh wilayah Papua Tengah. [*]

Redaksi Tomei

Recent Posts

61 ASN Papua Tengah Ikuti Uji Kompetensi PBJ dan PPK, Perkuat Tata Kelola Pengadaan yang Profesional dan Berintegritas

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah memperkuat tata kelola pengadaan barang dan jasa…

1 jam ago

Gubernur Papua Tengah Buka Ujian Sertifikasi Pengadaan Barang dan Jasa, Tekankan Profesionalisme dan Integritas Aparatur

NABIRE, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa melalui Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda…

2 jam ago

Retreat Level Up Resmi Dibuka, Pemprov Papua Tengah Dorong Lahirnya Pemimpin Kristen Berkarakter dan Bersatu

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah resmi membuka kegiatan Retreat Level Up bertajuk…

3 jam ago

Pemprov Papua Tengah Perkuat Akses Bantuan Hukum bagi Masyarakat Miskin dan Kelompok Rentan

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah memperkuat komitmen memperluas akses bantuan hukum bagi…

6 jam ago

Gubernur Meki Nawipa: Hari Anak Nasional Harus Jadi Titik Balik Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak di Papua Tengah

NABIRE, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, menegaskan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42…

8 jam ago

Melian Obaipa: Dari Pelosok Siriwo Menembus Mimpi, Tukang Ojek yang Menjadi Juara Bahasa Inggris

Di saat sebagian besar pelajar menikmati masa liburan, Melian Obaipa justru menghabiskan waktunya di atas…

10 jam ago