Berita

Pemprov Papua Bangun Rantai Distribusi Perikanan, Sarmi Jadi Pusat Awal Penguatan Ekonomi Nelayan

JAYAPURA, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua terus memperkuat pembangunan sektor kelautan dan perikanan melalui pengembangan rantai distribusi hasil perikanan di wilayah pesisir sebagai langkah strategis meningkatkan kesejahteraan nelayan dan memperkuat ekonomi masyarakat pesisir Papua.

Program tersebut mulai dijalankan melalui pembangunan fasilitas pendukung perikanan di Kabupaten Sarmi yang diproyeksikan menjadi salah satu kawasan pengembangan sektor perikanan terpadu di Papua.

Penguatan rantai distribusi dinilai penting untuk menjaga kualitas hasil tangkapan nelayan, memperluas akses pemasaran, serta mendukung peningkatan daya saing hasil perikanan Papua di pasar regional maupun nasional.

BACA JUGA: Gubernur Papua Tutup Kunker Enam Kabupaten di Biak, Pemprov Perluas Internet Pedalaman hingga Pulau Terluar

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua, Iman Djuniawal, mengatakan pembangunan infrastruktur distribusi dan penyimpanan hasil perikanan menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat sektor ekonomi berbasis kelautan yang berkelanjutan.

“Saat ini pembangunan mulai dilakukan di Kabupaten Sarmi dan ke depan akan berlanjut di sejumlah daerah pesisir lainnya di Papua,” ujar Iman Djuniawal di Jayapura, Selasa (26/5/2026).

Menurutnya, Pemprov Papua juga mendorong keterlibatan investor dalam mendukung pembangunan fasilitas perikanan, termasuk cold storage atau gudang pendingin di kawasan pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih.

BACA JUGA: Gubernur Papua Ajak Umat Muslim Rayakan Idul Adha Sederhana dan Perkuat Semangat Berbagi

Ia menjelaskan, fasilitas cold storage yang disiapkan memiliki kapasitas sekitar 30 ton dan diharapkan mampu menampung hasil tangkapan nelayan di Kabupaten Sarmi secara optimal sehingga kualitas ikan tetap terjaga sebelum dipasarkan.

“Cold storage ini sangat penting untuk menjaga kualitas hasil tangkapan nelayan sekaligus memperkuat rantai distribusi perikanan masyarakat,” katanya.

Program pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih saat ini diprioritaskan di Kabupaten Sarmi dan direncanakan akan diperluas ke sejumlah wilayah pesisir lainnya di Papua, termasuk Kabupaten Waropen dan Supiori.

Pemprov Papua berharap penguatan rantai distribusi dan pembangunan fasilitas pendukung sektor perikanan tersebut mampu meningkatkan produktivitas nelayan, membuka peluang investasi, memperkuat ekonomi masyarakat pesisir, serta mendorong ekspor hasil perikanan Papua secara berkelanjutan. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Kecelakaan Mobil Satgas TNI di Yalimo, Empat Prajurit Meninggal

YALIMO, TOMEI.ID | Kecelakaan tunggal yang melibatkan mobil Satgas Yonif 645 terjadi di Jalan Trans Jayapura–Wamena,…

1 jam ago

Yampit Nawipa Ingatkan ASN Jangan Ejek Kesalahan Rekan, Disiplin Harus Ditegakkan

PANIAI, TOMEI.ID | Bupati Paniai, Yampit Nawipa, mengingatkan seluruh aparatur pemerintah agar tidak menjadikan kesalahan…

8 jam ago

Melkianus Tebai Bawa Perspektif Dunia Usaha dalam Pelatihan BUMDes bagi 79 Kampung di Dogiyai

DOGIYAI, TOMEI.ID | Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kabupaten Dogiyai, Melkianus Tebai, membawa perspektif dunia…

9 jam ago

Perkuat Fondasi SDM, Bupati Paniai Yanpit Nawipa Dorong Pendidikan TK dan PAUD hingga Kampung

PANIAI, TOMEI.ID | Bupati Paniai, Yanpit Nawipa, menegaskan komitmennya untuk memperkuat pendidikan anak usia dini…

9 jam ago

40 Tenaga Kesehatan Ikuti Workshop ILP, Pelayanan Kesehatan Papua Tengah Jadi Sorotan

NABIRE, TOMEI.ID | Sebanyak 40 tenaga kesehatan mengikuti Workshop Integrasi Layanan Primer (ILP) yang digelar…

13 jam ago

Meki Nawipa Tekankan Percepatan Program, Anggaran 2026 Harus Berdampak bagi Rakyat

NABIRE, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, meminta seluruh OPD setempat mempercepat pelaksanaan program dan…

17 jam ago