Berita

Pemprov Papua Pegunungan Perkuat Ekonomi Kreatif OAP, Dorong UMKM dan Pelaku Seni Lebih Berdaya Saing

WAMENA, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Pegunungan memperkuat upaya pengembangan ekonomi kreatif dan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui sosialisasi penguatan kelembagaan ekonomi kreatif bagi Orang Asli Papua (OAP). 

Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah untuk membangun kemandirian ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal di delapan kabupaten Papua Pegunungan.

Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Papua Pegunungan tersebut berlangsung pada 15–16 Juni 2026 di Balim Amburu Caffe, Wamena, dan diikuti pelaku UMKM, pelaku ekonomi kreatif, masyarakat setempat, serta unsur pemerintah daerah.

Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Papua Pegunungan, Drs. Wasuok Demianus Siep, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan yang dinilai penting dalam memperkuat kapasitas pelaku usaha lokal dan membuka ruang pengembangan ekonomi masyarakat.

“Saya sangat apresiasi kepada Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Papua Pegunungan yang bisa menghadirkan pelaku UMKM. Saya berharap kegiatan seperti ini terus berjalan dan kami tetap akan dorong,” ujarnya.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Papua Pegunungan, Hulu Bahabol, menegaskan komitmen pemerintah setempat untuk terus mendampingi dan mendorong kemajuan pelaku seni, ekonomi kreatif, maupun UMKM di seluruh wilayah Papua Pegunungan.

“Kami akan mendorong pelaku seni atau ekonomi kreatif maupun UMKM di Papua Pegunungan agar maju dan bisa sukses dalam usaha masing-masing. Kami juga akan tetap memonitor di delapan kabupaten,” katanya.

Menurut Bahabol, penguatan kelembagaan menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha agar mampu mengelola usaha secara berkelanjutan, memperluas akses pasar, serta meningkatkan daya saing produk lokal di tengah perkembangan ekonomi yang semakin kompetitif.

Selain menjadi wadah peningkatan kapasitas, kegiatan ini juga membuka ruang dialog antara pemerintah dan pelaku usaha mengenai tantangan serta peluang pengembangan ekonomi kreatif di Papua Pegunungan.

Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Acara kemudian ditutup dengan penampilan musisi Papua Pegunungan, Enis Kogoya, yang turut memeriahkan kegiatan sekaligus memperlihatkan potensi seni dan budaya lokal sebagai bagian penting dari sektor ekonomi kreatif daerah. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Gubernur Bicara APBD, Dua Anggota DPR Papua Tengah Malah Live TikTok dan Main Judol

NABIRE, TOMEI.ID | Pemandangan berbeda terlihat dalam Rapat Paripurna Tahap I DPR Papua Tengah, Kamis…

41 menit ago

Gedung Belum Diperbarui, SD Inpres Balingga Desak Pemkab Lanny Jaya Buka Akses Jalan

LANNY JAYA, TOMEI.ID | Di tengah keterbatasan infrastruktur pendidikan yang masih membelenggu, SD Inpres Balingga…

5 jam ago

Dinkop UKM Dogiyai Perkuat Ekonomi Kampung, Minimarket dan Bantuan Kios OAP Digenjot

DOGIYAI, TOMEI.ID | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dogiyai, melalui Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah…

5 jam ago

Besok, Meki Nawipa akan Kunjungi Puncak Bawa Misi Pembangunan

PUNCAK, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, bersama Anggota Komisi II DPR RI, Forkopimda…

16 jam ago

Meki Nawipa Dorong Kadin Papua Tengah Gerakkan Ekonomi Lokal, Kurangi Ketergantungan Pertambangan

NABIRE, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, mendorong Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi…

1 hari ago

Belanja Perubahan APBD Papua Tengah Naik Rp1,27 Triliun, Gubernur Meki Tekankan Akuntabilitas

NABIRE, TOMEI.ID | Belanja daerah dalam Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Papua Tengah Tahun…

1 hari ago