NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah resmi membuka rapat rekonsiliasi aset dalam rangka penyusunan laporan Barang Milik Daerah (BMD).
Kegiatan yang dibuka oleh Biro Perekonomian dan Pembangunan, Yohanes You itu berlangsung di Aula Kantor Gubernur di Jalan Merdeka, Nabire, Selasa, (11/2/2025).
Karo Ekban, Yohanes You menjelaskan, pembahasan Barang Milik Daerah (BMD) adalah proses pencocokan data transaksi keuangan dengan data pembukuan aset daerah.
“Rekonsiliasi ini dilakukan untuk memastikan data aset yang akurat sesuai dengan peraturan,”terang Yohanes You.
Pembahasan aset BMD bertujuan untuk menjamin akurasi data dan mendukung penyusunan laporan keuangan Pemerintah Daerah (Pemda).
“Membantu pemerintah daerah untuk membuat keputusan yang lebih baik,”katanya.
Menurutnya, aset daerah merupakan salah satu hal terpenting dalam keuangan daerah yang harus dikelola dengan baik agar dapat memberikan manfaat bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
“Oleh karena itu, kegiatan ini sangat krusial untuk memastikan bahwa pencatatan dan pelaporan aset daerah dilakukan secara transparan dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,”katanya.
Diketahui, pembahasan rekonsiliasi aset BMD merupakan bagian terpenting dari penyusunan laporan anggaran milik daerah pemerintah Provinsi Papua Tengah tahun 2024. [*].
DOGIYAI, TOMEI.ID | Situasi keamanan di Distrik Dogiyai, Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah, kembali memanas setelah…
MANOKWARI, TOMEI.ID | Ikatan Mahasiswa Pegunungan Tengah (IMPT) Koordinator Wilayah Kabupaten Yalimo Kota Studi Manokwari,…
JAKARTA, TOMEI.ID | Momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 dimanfaatkan Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik…
WAMENA, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan rumah ibadah dengan…
JAYAPURA, TOMEI.ID | Manajemen Persipura Jayapura akhirnya buka suara terkait kerusuhan yang pecah usai laga…
WAMENA, TOMEI.ID | Tragedi kemanusiaan mengguncang Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, setelah sedikitnya sembilan warga dilaporkan…