Berita

Pemprov Papua Tengah Bentuk Tim Gabungan Tangani Konflik Mee–Kamoro di Kapiraya

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah, bergerak cepat merespons konflik sosial antara warga Suku Mee dan Suku Kamoro di Distrik Kapiraya yang dinilai berpotensi mengganggu stabilitas keamanan kawasan serta mengancam ketenteraman masyarakat dan kelancaran aktivitas ekonomi.

Melalui rapat koordinasi virtual yang dipimpin Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa, pemerintah menyepakati pembentukan tim terpadu lintas kabupaten untuk meredam eskalasi konflik serta mempercepat penyelesaian damai melalui pendekatan dialog.

baca juga: Pdt Alman Manik Soroti Konflik Kapiraya dalam Ibadah Oikumene Pemprov Papua Tengah

Rapat yang digelar pada 13 Februari 2026 melibatkan pimpinan Majelis Rakyat Papua Tengah (MRPT), DPR Papua Tengah, serta pemerintah Kabupaten Mimika, Deiyai, dan Dogiyai. Keterlibatan unsur legislatif dan eksekutif dari tiga daerah menunjukkan bahwa persoalan Kapiraya tidak berdiri sendiri, melainkan berkaitan dengan batas administratif dan kepentingan wilayah.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kesbangpol Papua Tengah, Albertus Adii,menjelaskan rapat tersebut digelar untuk merespons dinamika sosial yang berkembang di lapangan. Albertus Adii menyampaikan bahwa masing-masing kabupaten akan membentuk tim penanganan konflik dan memperkuat koordinasi dengan pemerintah provinsi.

baca juga: Wagub Papua Tengah Hadiri Entry Meeting BPK di Bali, LKPD 2025 Siap Diaudit

“Disepakati setiap kabupaten membentuk tim penanganan konflik dan melakukan koordinasi serta kerja sama untuk menyelesaikan persoalan di Kapiraya secara damai, terpadu, dan berkelanjutan demi stabilitas wilayah,” ujar Albertus Adii.

Selain pendekatan administratif, pemerintah menekankan penyelesaian berbasis adat. Persoalan tapal batas akan dibahas bersama pemilik hak ulayat dan tanah adat dari kedua suku guna mencari solusi melalui musyawarah. Hasil pembahasan tersebut akan dirumuskan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Papua Tengah sebagai dasar langkah lanjutan.

Tim gabungan dari pemerintah provinsi dan tiga kabupaten dijadwalkan turun langsung ke Kapiraya untuk memetakan situasi serta memfasilitasi dialog antara tokoh adat dan masyarakat setempat guna menciptakan kesepahaman dan meredam potensi konflik.

Sebagai langkah pencegahan dini, pemerintah juga akan menerbitkan surat edaran yang mengatur penghentian sementara pelayanan penerbangan ke Kapiraya. Aktivitas pekerja di wilayah tersebut, termasuk tambang rakyat maupun tambang ilegal, turut dihentikan sementara guna menjaga situasi tetap kondusif.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa konflik Kapiraya tidak hanya berdimensi sosial, tetapi juga berkaitan dengan aktivitas ekonomi di wilayah yang status batasnya masih dipersoalkan serta berpotensi memicu ketegangan baru antar kelompok masyarakat Suku Mee dan Suku Kamoro.

Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa mengimbau masyarakat Mee dan Kamoro di Kapiraya untuk menahan diri serta tidak mudah terprovokasi. Meki Nawipa menegaskan pemerintah akan bekerja maksimal agar konflik tidak meluas dan tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerugian material.

“Pemerintah akan bekerja maksimal dalam waktu sesingkat-singkatnya agar persoalan ini tidak menyebar ke mana-mana serta menjaga keamanan wilayah dan keselamatan masyarakat setempat,” tegas Gubernur Meki Nawipa.[*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Bupati Nabire Minta Kepala Suku Moni dan Mee Serahkan Terduga Pelaku Kericuhan ke Polisi

NABIRE, TOMEI.ID | Bupati Nabire, Mesak Magai, meminta para kepala suku Moni dan Mee segera…

12 jam ago

11 Orang Luka, 8 Kendaraan Rusak; Dua Kelompok di Nabire Sepakat Berdamai

NABIRE, TOMEI.ID | Dua kelompok masyarakat yang terlibat keributan di kawasan depan SMP Negeri 2…

12 jam ago

HUT ke-70 GBGP di Tanah Papua, Gubernur Meki Nawipa Tekankan Peran Gereja dalam Pembangunan dan Perdamaian

NABIRE, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, menegaskan pentingnya peran gereja dalam mendukung pembangunan…

13 jam ago

BREAKING NEWS: Persoalan Sampah Dapur MBG Diduga Picu Kericuhan di Bumi Wonorejo Nabire

NABIRE, TOMEI.ID | Persoalan sampah yang diduga berasal dari dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG)…

1 hari ago

Green Policing di Taman Gizi, Kapolda Papua Tengah Bersihkan Lingkungan dan Dengarkan Curhat Warga

NABIRE, TOMEI.ID | Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Jermias Rontini bersama personel kepolisian melaksanakan kegiatan…

2 hari ago

200 Mahasiswa Teknik UNCEN Dibekali Wawasan Industri Freeport, Teknologi dan Kompetensi Jadi Fokus

JAYAPURA, TOMEI.ID | Sebanyak 200 mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih (UNCEN) mengikuti program Eksekutif Mengajar…

2 hari ago