Berita

Pemprov Papua Tengah Dorong Sarjana Gizi Mengabdi di Pedalaman, Lahirkan Garda Baru Pelayanan Kesehatan Papua

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah menegaskan komitmennya memperkuat pelayanan kesehatan melalui lahirnya generasi baru tenaga kesehatan yang siap mengabdi di wilayah terpencil, kampung-kampung, dan daerah pegunungan Papua Tengah yang masih kekurangan tenaga medis.

Komitmen tersebut disampaikan Gubernur Papua Tengah yang diwakili Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, dr. Agus, saat menghadiri prosesi wisuda sarjana kesehatan bidang ilmu gizi di Nabire, Kamis (21/5/2026).

Dalam sambutannya, dr. Agus menyampaikan apresiasi dan penghormatan kepada seluruh wisudawan dan wisudawati yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan tinggi di bidang kesehatan di tengah berbagai tantangan pendidikan di Papua.

Menurutnya, momentum wisuda bukan sekadar seremoni akademik, tetapi menjadi titik awal lahirnya generasi baru tenaga kesehatan Papua Tengah yang diharapkan mampu membawa perubahan nyata bagi kualitas kesehatan masyarakat.

“Ini adalah momentum penting yang menandai lahirnya generasi tenaga kesehatan baru Papua Tengah yang akan menjadi garda terdepan dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan, pemerintah daerah menaruh harapan besar kepada para lulusan agar tidak hanya berorientasi mencari pekerjaan di kota-kota besar, tetapi memiliki panggilan pengabdian untuk hadir melayani masyarakat di wilayah-wilayah yang masih sulit dijangkau pelayanan kesehatan.

“Para sarjana gizi yang baru dilantik diharapkan memiliki semangat pengabdian yang tinggi untuk hadir langsung di tengah masyarakat, khususnya di wilayah terpencil, kampung-kampung, dan daerah pegunungan yang masih sangat membutuhkan sentuhan tenaga kesehatan,” katanya.

Menurut dr. Agus, persoalan kesehatan di Papua Tengah masih menjadi tantangan serius, terutama terkait gizi masyarakat, stunting, kesehatan ibu dan anak, serta keterbatasan tenaga kesehatan di sejumlah distrik pedalaman.

Karena itu, kehadiran tenaga kesehatan muda dinilai sangat penting dalam memperkuat pelayanan kesehatan dasar sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat Papua Tengah secara menyeluruh.

Ia juga mengingatkan bahwa gelar akademik yang diraih para lulusan bukanlah garis akhir perjuangan, melainkan awal dari tanggung jawab besar dalam dunia pengabdian dan pelayanan nyata kepada masyarakat.

“Gelar akademik yang diraih bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal dari tanggung jawab yang jauh lebih besar di dunia kerja nyata,” tegasnya.

Pemprov Papua Tengah, lanjutnya, terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor kesehatan sebagai bagian dari strategi mempercepat pembangunan daerah dan pemerataan pelayanan kesehatan hingga ke wilayah pedalaman.

Selain memperkuat infrastruktur kesehatan, pemerintah daerah juga berupaya meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan lokal agar pelayanan kesehatan di Papua Tengah dapat dilakukan secara mandiri dan berkelanjutan.

Suasana wisuda berlangsung khidmat dan penuh haru. Prosesi tersebut dihadiri jajaran Forkopimda Provinsi Papua Tengah, Ketua Yayasan Pendidikan Persada Nabire beserta jajaran, Ketua STIKes Persada Nabire bersama seluruh civitas akademika, serta orang tua dan keluarga para wisudawan dan wisudawati.

Momentum wisuda itu juga menjadi simbol harapan baru bagi dunia kesehatan di Papua Tengah, di tengah upaya pemerintah memperluas akses pelayanan kesehatan hingga ke wilayah-wilayah yang selama ini masih menghadapi keterbatasan tenaga medis dan fasilitas kesehatan.

Pemerintah berharap para lulusan mampu menjadi tenaga kesehatan yang profesional, berintegritas, serta memiliki kepedulian sosial tinggi dalam melayani masyarakat Papua Tengah tanpa membedakan latar belakang sosial maupun wilayah pelayanan. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

BADAI CARTENZ CUP VI Bakal Bergulir 13 Juni 2026, Total Hadiah Rp150 Juta dan Trofi

NABIRE, TOMEI.ID | Atmosfer sepak bola Papua dipastikan kembali membara. Turnamen bergengsi BADAI CARTENZ CUP…

6 jam ago

BERITA FOTO: Gubernur Meki Nawipa Salurkan 31 Hewan Kurban

NABIRE, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, menyerahkan secara simbolis bantuan hewan kurban kepada…

6 jam ago

Mahasiswa Paniai Se-Indonesia di Surabaya Tolak DOB, Tambang dan Militerisasi: Tanah Adat Bukan Objek Investasi

SURABAYA, TOMEI.ID | Solidaritas Mahasiswa Paniai Se-Indonesia Kota Studi Surabaya menyatakan penolakan tegas terhadap rencana…

7 jam ago

Sekolah Gratis untuk SMP Resmi Dimulai di Papua Tengah, Meki Nawipa: Tidak Boleh Ada Anak Papua Putus Sekolah

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah resmi memberlakukan program pembebasan biaya pendidikan bagi…

7 jam ago

Pemprov Papua Tengah Tegaskan Investasi Wajib Hormati HAM, Dunia Usaha Diminta Utamakan Keadilan Sosial

MIMIKA, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah menegaskan bahwa seluruh aktivitas investasi dan dunia…

7 jam ago

Pemprov Papua Barat Tetapkan Jadwal Libur dan Cuti Bersama 2026, ASN Diminta Jaga Pelayanan Publik Tetap Maksimal

MANOKWARI, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat, resmi menetapkan jadwal hari libur nasional, cuti…

8 jam ago