Berita

Pemprov Papua Tengah Gelar Ibadah Bersama ASN dan Masyarakat, Serukan Pemulihan Negeri Lewat Doa

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah menggelar ibadah bersama Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat di Ballroom Kantor Gubernur, Senin (4/5/2026).

Ibadah ini menjadi penegasan sikap spiritual pemerintah daerah dalam merespons situasi yang dihadapi, dengan menempatkan doa sebagai jalan memohon pemulihan bagi Papua Tengah.

Firman Tuhan yang diangkat berasal dari 2 Tawarikh 7:12–15, dengan tema: “Saat Pemimpin dan Masyarakat Berdoa Bersama Maka Tuhan Akan Mendengar serta Memulihkan Negeri Kita.” Pembacaan firman dipimpin oleh Pdt. Leo Wairara.

Dalam khotbahnya, Pdt. Leo Wairara menegaskan bahwa pemulihan tidak dapat dilepaskan dari kerendahan hati, terutama dari para pemimpin, sebagai titik awal perubahan.

“Kalau mau Tuhan pulihkan dan Tuhan memberkati, dimulai dari kita para pemimpin,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa ukuran utama bukan pada penilaian manusia, melainkan pada hati yang sungguh-sungguh di hadapan Tuhan.

“Bukan saya yang melihat, Tuhan yang melihat hati,” katanya.

Mengacu pada kisah Alkitab, ia menyoroti pertobatan bangsa Niniwe sebagai bukti bahwa Tuhan merespons kerendahan hati suatu bangsa tanpa memandang latar belakangnya.

“Kamu bangsa kafir saja Tuhan bisa lihat, apalagi kita orang yang ada di bawah Tuhan,” ucapnya.

Pdt. Leo juga menggarisbawahi bahwa berbagai persoalan yang terjadi saat ini harus dimaknai sebagai ujian yang menuntut respons iman, bukan sekadar reaksi biasa.

“Ujian, pertolongan, keselamatan, semua Tuhan yang curahkan,” tegasnya.

Merujuk pada 2 Tawarikh 7:14, ia menekankan langkah konkret yang harus dilakukan umat percaya: merendahkan diri, berdoa, mencari wajah Tuhan, dan berbalik dari jalan yang salah.

“Dan umat-Ku yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari surga, mengampuni dosa mereka, dan memulihkan negeri mereka,” kutipnya.

Ia kembali menegaskan bahwa keselamatan hanya bersumber dari Yesus Kristus.

“Di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang olehnya kita diselamatkan selain di dalam Yesus Kristus,” ujarnya.

Menutup khotbah, Pdt. Leo menghadirkan ilustrasi tentang kesetiaan seorang nenek dalam doa di tengah keterbatasan hidup, sebagai penegasan bahwa pertolongan Tuhan tidak dibatasi oleh keadaan.

“Tuhan Yesus itu hebat, Dia dengar setiap doa. Dia bisa pakai apa saja untuk menolong kita,” tuturnya.

Ibadah berlangsung khidmat dan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin para pemimpin daerah, sebagai simbol komitmen kolektif untuk membawa Papua Tengah menuju pemulihan dan keberkatan. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Bapperida Papua Tengah Kaji Kondisi Riil Daerah, Program Pembangunan Tak Boleh Salah Sasaran

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi…

17 jam ago

Bukan Sekadar Predikat, Zona Integritas Papua Tengah Harus Dibuktikan Lewat Pelayanan Publik

NABIRE, TOMEI.ID | Pembangunan Zona Integritas di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Tengah menghadapi tantangan penting,…

18 jam ago

Antonius Wetipo Buka Pintu Golkar Jayawijaya bagi Masyarakat, Konsolidasi Diperkuat hingga Kampung

WAMENA, TOMEI.ID | Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Jayawijaya,…

2 hari ago

Pemprov Papua Tengah Tegaskan Pengelolaan Taman Nasional Mamberamo Foja Harus Hormati Hak Masyarakat Adat

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah menegaskan bahwa pengelolaan Taman Nasional Mamberamo Foja…

2 hari ago

Kecelakaan Mobil Satgas TNI di Yalimo, Empat Prajurit Meninggal

YALIMO, TOMEI.ID | Kecelakaan tunggal yang melibatkan mobil Satgas Yonif 645 terjadi di Jalan Trans Jayapura–Wamena,…

3 hari ago

Yampit Nawipa Ingatkan ASN Jangan Ejek Kesalahan Rekan, Disiplin Harus Ditegakkan

PANIAI, TOMEI.ID | Bupati Paniai, Yampit Nawipa, mengingatkan seluruh aparatur pemerintah agar tidak menjadikan kesalahan…

3 hari ago